Artikel: Pengelolaan Pengawasan Dan Pelaksanaan Proyek Konstruksi | HBS Blog

  • 7 min read
  • Jan 24, 2017

Proyek konstruksi berkembang semakin besar & rumit dewasa ini baik dari segi fisik juga porto. Tetapi prakteknya suatu proyek memiliki keterbatasan akan asal daya, baik berupa insan, material, biaya ataupun alat. Hal ini membutuhkan suatu manajemen proyek mulai dari fase awal proyek sampai fase penyelesaian proyek. Dengan meningkatnya taraf kompleksitas proyek dan semakin langkanya sumberdaya maka dibutuhkan pula peningkatan sistem pengelolaan proyek yg lebih baik dan terintegrasi.

Pengelolaan Proyek Konstruksi

Perencanaan & pengendalian porto dan saat adalah bagian berdasarkan manajemen proyek konstruksi secara holistik. Selain evaluasi berdasarkan segi kualitas, prestasi suatu proyek bisa juga dinilai menurut segi biaya & saat. Biaya yang telah dikeluarkan dan saat yang digunakan dalam merampungkan suatu pekerjaan harus diukur secara kontinyu penyimpangannya terhadap planning.

Adanya defleksi biaya & waktu yg signifikan mengindikasikan pengelolaan proyek yg buruk. Dengan adanya indikator prestasi proyek dari segi porto & ketika ini memungkinkan tindakan pencegahan supaya pelaksanaan proyek berjalan sinkron menggunakan planning.

Berdasarkan pengantar diatas maka penulis akan memaparkan hal yg harus dilakukan dan dilihat dalam menjalankan pengelolaan proyek konstuksi, pada suatu pembangunan proyek, katakanlah gedung, maka hal-hal yg wajib diperhatikan dan di persiapkan merupakan menjadi berikut:

1) Penyedian Bahan (Material)

Material merupakan salah satu faktor penting yang dibutuhkan dalam merampungkan suatu pekerjaan atau proyek supaya tercapai suatu kualitas struktur yang memenuhi syarat keamanan. Untuk penyediaan material pihak kontraktor wajib bekerja sama menggunakan distributor/suplier material sebagai akibatnya material yg diharapkan tidak sepenuhnya disediakan sang pihak kontraktor. Pemakaian material pada suatu proyek wajib sinkron dengan kebutuhan dilapangan, lantaran bisa mempengaruhi mutu atau kualitas suatu pekerjaan. Oleh karena itu, pada penyedian material perlu dilakukan pengetesan/pengujian pada labolatorium buat meneliti mutu atau kualitasnya supaya bisa memenuhi baku yg diinginkan sang pihak pemilik proyek & perencana proyek tadi.

Pengelolaan Pengawasan Dan Pelaksanaan Proyek Konstruksi

Pekerjaan Proyek Konstruksi

2) Penyediaan Peralatan

Peralatan yg digunakan dalam proyek adalah galat satu faktor yg mensugesti kelancaran suatu pekerjaan. Oleh kerena itu, peralatan yang akan dipakai harus sempurna dan efisien buat proyek yang bersangkutan tentu saudara-saudara harus tau & bisa menentukan alat-alat kontruksi harus didasarkana dalam hal-hal sebagai berikut:

a)  Jenis pekerjaan di lapangan

b)  Biaya yang diperlukan untuk mengoprasikan satu jenis alat

c)   Jangka waktu pelaksanaan suatau proyek

d)  Kapasitas dan kemampuan alat

Pekerjaan Pengecoran

Pekerjaan pengecoran pada Proyek Pembangunan Gedung Oval ini dilakukan pada item pekerjaan kolom, balok, pelat lantai, dan pekerjaan tangga, berikut alat yang digunakannya. Alat yg dipakai adalah:

1) Ready Mix Concrete Mixer

Alat ini mempunyai fungsi untuk mengaduk dan mengangkut campuran beton dengan kapasitas 6 m3 dari perusahaan pembuatnya ke lokasi proyek. Proses/cara kerja alat ready mix concrete mixer adalah campuran agregat, semen, air dan bahan aditif lainnya dari batching plant kemudian dimasukan kedalam drum yang terletak di atas truck. Lalu setelah semua bahan campuran beton dimasukan, drum di putar. Arah putar kanan untuk mengaduk bahan supaya bahan tercampur dengan baik, sedangkan arah kiri untuk mengeluarkan bahan.

2) Ready Mix Concrete Pump

Ready mix concrete pump digunakan untuk mengalirkan adukan beton dari ready mix concrete mixer ke daerah yang sedang dilakukan pengecoran.

Pekerjaan Pemotongan dan Pembengkokan Baja Tulangan

Alat yg dipakai adalah:

1) Bar-bender

Bar-bender adalah alat untuk membengkokkan baja tulangan sesuai dengan ukuran atau bentuk yang diinginkan. Pembengkok baja dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu alat pembengkok baja yang digerakan secara manual dan secara mekanis. Pada proyek pembangunan ini pembengkokan dilakukan secara manual.

2) Bar-cutter

Bar-cutter adalah alat pemotong baja tulangan yang digunakan untuk memotong baja tulangan sesuai dengan ukuran panjang yang dikehendaki. Alat ini terdiri dari dua macam yaitu alat pemotong baja yang digerakan dengan tenaga manusia (manual) dan alat pemotong baja tulangan yang digerakan dengan tenaga listrik. Pada proyek pembangunan ini digunakan bar-cutter manual.

Proses pemotongan baja tulangan menggunakan menggunakan bar-cutter merupakan selesainya baja tulangan diukur, lalu diletakan diantara 2 mata indera pangkas, selesainya itu tarik tuas sekuat mungkin hingga baja tulangan terpotong.

Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia atau tenaga kerja merupakan suatu hal penting pada aplikasi suatu proyek, lantaran akan menyangkut porto dan waktu penyelesaian suatu proyek.

Adapun prosedur pengadaan sumber daya insan atau energi kerja dalam proyek ini merupakan menjadi berikut:

1) Membuat rencana pengadaan tenaga kerja didasarkan pada detail schedule yang dilakukan oleh supervisor.

2)  Memberikan penjelasan seperlunya oleh Manager Kontruksi kepada Sub Kontraktor tentang pekerjaan yang akan dilaksanakan, meliputi:

–    Struktur organisasi

–    Pembagian pekerjaan

–    Pengaturan site facilities

–    Time schedule / rencana kerja

–    Rencana penggunaan material

–    Rencana penggunaan peralatan

–    Intruksi kerja

–    Keselamatan kerja

–    Koordinasi di lapangan

Pelaksanaan Pekerjaan

Lingkup Pelaksanaan Pekerjaan Bangunan

1) Pekerjaan Persiapan

Pekerjaan ini mencakup: pekerjaan lapangan, bouplank, pembuatan gambar-gambar aplikasi (shop drawing), pembuatan direksi keet, gudang, papan, dan lain-lain.

Baca: Metode Pelaksanaan Pekerjaan Persiapan

2) Pekerjaan Tanah

Pekerjaan ini mencakup: perataan tanah, galian/timbunan, dan urugan.

3) Pekerjaan Bekisting dan Perancah

Bekisting kebanyakan dibuat menurut papan & dibentuk sinkron dengan kebutuhan. Alternatif lain yang bisa digunakan merupakan papan kayu. Untuk bekisting yg dipakai pada proyek pembangunan ini memakai papan kayu, sedangkan tiang perancah memakai batangan bambu dan kayu.

4) Pekerjaan Struktur Bangunan

Pada pekerjaan ini yang sedang dalam aplikasi merupakan:

a) Pekerjaan tie beam, meliputi: galian, pemasangan bekisting, pembesian, sampai pada tahap pengecoran.

b) Pekerjaan kolom lantai dasar dan lantai dua, meliputi; pemasangan bekisting, pembesian, dan pengecoran.

c) Pekerjaan balok dan pelat lantai, meliputi: pemasangan bekisting, pembesian sampai tahap pengecoran.

5) Pengawasan Pekerjaan

Pengawasan dalam bidang teknis ini menyangkut masalah mutu pekerjaan. Pengawasan pada aplikasi dalam dasarnya dibagi atas tiga termin pekerjaan, yaitu menjadi berikut:

a) Pengawasan tahap pra pengecoran

Pada termin pra pengecoran dilakukan pengawasan pada segala aspek yg menyangkut pengecoran, sebagai akibatnya bisa dihindari kesalahan-kesalahan yang dapat merusak pekerjaan dan bisa menurunkan mutu output pengecoran. Sebelum ijin pengecoran pada keluarkan sang konsultan pengawas, terlebih daluhu dilakukan pemeriksaan pada lapangan agar dalam pelaksanaan pengecoran berjalan menggunakan lancar.

Adapun hal-hal yang perlu dilakukan sebelum pengecoran balok dan plat lantai merupakan sebagai berikut:

–  Kontruksi bekisting diperiksa sehingga dapat dipastikan bahwa bekisting kuat untuk menerima beban pada tahap pengecoran dan pasca pengecoran.

–  Bersihkan bekisting dari sampah atau apa saja yang nantinya bisa mengurangi pada mutu beton.

–    Berikan lapisan pada bekisting, supaya setelah dilakukan pengecoran air pada corannya tidak turun.

–    Lubang grouting dari pipa PVC harus terpasang.

–    Beton decking harus sudah terpasang pada tempat-tempat tertentu.

–  Setelah semua memenuhi syarat, maka konsultan pengawas baru dapat mengeluarkan ijin pengecoran.

b) Pengawasan Tahap Pengecoran

Pengawasan termin pengecoran perlu dilakukan supaya kekuatan output pengecoran memenuhi kondisi yg sudah ditetapkan. Adapun supervisi ini mencakup:

–    Arah pengecoran.

–    Kekentalan adukan ready mix.

–    Komposisi material adukan.

–    Pemadatan dengan vibrator.

–    Finishing agar permukaan beton rata.

c) Pengawasan pasca pengecoran

–    Pada pengawasan pasca pengecoran yang harus dilakukan meliputi:

–    Perendaman dengan menggunakan air.

– Pengawasan tahap pasca pengecoran perlu dilakukan karena akan mempengaruhi kualitas pengecoran.

d) Pengawasan Mutu Bahan

Untuk mencapai kualitas hasil pekerjaan yang baik, maka salah satu yang harus diperhatikan adalah pengawasan mutu bahan yang akan dipakai, pengawasan dilakukan pada saat bahan yang akan dipakai masuk ke proyek. Untuk menjaga antara penerimaan dan pemakaian bahan, maka diadakan pengaturan sebagai berikut:

–    Menjaga agar bahan yang tersedia diproyek tidak berlebihan.

– Mengawasi pelaksanaan pekerjaan yang sedang dilakukan supaya tidak terjadi kesalahan pemakaian bahan.

–  Melakukan pengamanan yang cukup agar tidak terjadi kehilangan alat dan bahan yang ada di proyek.

Konsep utama yg sebagai perhatian konsultan pengawas adalah pencegahan sedini mungkin terhadap terjadinya kegagalan. Hal ini dimulai menggunakan pengendalian mutu, bahan/material sejak berdasarkan lokasi asal buat memberi kepastian dapat tidaknya digunakan buat aplikasi. Hal yg perlu mendapat perhatian lebih merupakan:

–    Jaminan keseragaman mutu

–    Kuantitas bahan/material yang tersedia

–    Jarak akses ke lokasi sumber bahan/material

Pada peninjauan lokasi asal material ditaksir jumlah ketersediaan material, lalu material wajib dites, apakah memenuhi spesifikasi & jarak lokasi asal material ke lokasi proyek supaya terjamin kontinuitas kebutuhan proyek.

Adapun dalam pemilihan bahan untuk kualitas beton yaitu menggunakan proses ready mix untuk prosesnya dan menggunakan kualitas beton K-250, sebelum proses pengecoran, bahan coran diuji terlebih dahulu dengan pengetesan tekanan atau kuat jenis retakan untuk kualitas beton K-250, selain itu juga dilakukan pengujian slum untuk mengetahui indek kekentalan serta kerapatan bahan coran beton ready mix yang akan digunakan untuk pembuatan tulangan beton agar menghasilkan kekuatan yang mampu digunakan sehingga tidak akan terjadi kesalahan dalam proses pembangunan.

Namun dalam pengetesan beton K-250 yang digunakan yaitu dengan menggunakan alat pres untuk mengetahui berapa angka kuat retak untuk campuran beton ready mix yang dihasilkan sehingga kita dapat mengetahui titik retak beton tersebut hingga batas maksimalnya.

e) Pengawasan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan

Agar proses aplikasi pekerjaan berjalan menggunakan lancar dan efisien, alokasi ketika yang disediakan buat masing-masing pekerjaan wajib direncanakan sinkron menggunakan jangka waktu yg disediakan. Oleh sebab itu kontraktor menciptakan planning kerja yg berisi urutan saat pekerjaan yg dirancang sedemikian rupa, sebagai akibatnya kemungkinan antara bagian pekerjaan yg satu menggunakan pekerjaan yang lainnya bisa dikerjakan terlebih dahulu, bersamaan, atau hanya bisa dilakukan secara berurutan.

Selain kualitas perlu adanya jaminan ketepatan waktu penyelesaian proyek dengan melakukan pengendalian waktu. Saran penting yang digunakan dalam pengendalian waktu adalah:

–    Jadwal pekerjaan

–    Rapat monitoring

Setiap keterlambatan pelaksanaan berdasarkan jadwal rencana, perlu di buatkan rencana ulang, & pula diadakan kedap mingguan ataupun bila perlu diadakan rapat harian. Dalam supervisi & pengendalian saat pada proyek ini mengacu dalam jadwal rencana pekerjaan yg telah direncanakan sebelumnya. Walaupun terjadi sedikit perubahan dalam pelaksanaannya, ini hanya dikarenakan aneka macam macam faktor di lapangan.

f) Pengawasan Dan Pengendalian Biaya

Pengawasan dan pengendalian porto sangat erat kaitannya menggunakan supervisi waktu aplikasi. Pengendalian porto dibentuk dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). RAB mendeskripsikan besarnya porto total yg diperlukan untuk menuntaskan suatu proyek. Unsur yang perlu diperhitungkan dalam RAB adalah biaya eksklusif & biaya nir pribadi. Yang termasuk biaya langsung adalah biaya yg berhubungan pribadi menggunakan fisik pekerjaan, misalnya biaya bahan dan upah pekerjaan. Sedangkan porto tidak eksklusif merupakan biaya yg diharapkan buat mendukung jalannya proyek, misalkan honor karyawan, sewa indera, gaji direksi, bunga bank, premi, & lain-lain.

Setelah pekerjaan selesai, pengawasan & pengendalian bisa dipakai menjadi alat ukur dimana dari proses pengendalian mutu didapatkan data-data & warta baru yg terjadi pada pelaksanaan lantaran pada fenomena seringkali terjadi perubahan/defleksi dari rencana semula.

g) Pengawasan Dan Pengendalian Tenaga Kerja

Pengawasan & pengendalian tenaga kerja sangat penting, hal ini berkaitan dengan mutu pekerjaan yang dihasilkan dan saat aplikasi pekerjaan. Pada Proyek Pembangunan Gedung Oval Asia Plaza ini, tugas supervisi & pengendalian diserahkan kepada pengawas menurut kontraktor. Pengawasan energi kerja dilapangan secara pribadi menjadi tanggung jawab mandor.

h) Pengawasan Komunikasi Proyek

Pada supervisi komunikasi proyek hal yang harus dikerjakan & ditinjau merupakan:

ยง Evaluasi Pekerjaan

Karena poly sekali yg terlibat dalam proyek ini, maka diperlukan komunikasi yg baik, agar proyek bisa berjalan dengan lancar, dilakukan beberapa cara komunikasi, diantaranya:

Pertemuan Rutin

Yaitu rendezvous yg diadakan tiap minggu sang kontraktor, yang dihadiri oleh pimpinan proyek, pengawas pelaksana yang gunanya untuk mengevaluasi hasil pekerjaan setiap minggunya.

Site Meeting

Yaitu rendezvous yg dihadiri oleh pihak-pihak yang terlibat langsung pada pelaksanaan proyek dan diadakan setiap minggu. Gunanya buat membahas masalah-perkara yang bersifat teknis.

Rapat Koordinasi

Yaitu rendezvous yang dihadiri oleh pemilik proyek, kontraktor, pengawas proyek. Gunanya membahas masalah-perkara yang bersifat teknis & non teknis yang nir dapat dipecahkan di lapangan. Pertemuan ini bersifat isidentil, yang berarti rapat ini diadakan apabila diharapkan.

i) Laporan Pelaksanaan Pekerjaan

Untuk memudahkan pengendalian komunikasi proyek, pihak-pihak yang terlibat diharuskan membuat laporan. Adapun laporan pada proyek ini adalah:

Laporan harian

Dibuat oleh kontraktor dalam hal ini pelaksana harian, buat memudahkan mengontrol hal-hal yg bersifat teknis. Laporan ini meliputi pekerjaan yg dikerjakan dalam satu hari, meliputi biaya yg dimuntahkan, & material yg dipakai.

Laporan Mingguan

Laporan yg dibentuk oleh kontraktor & pengawas proyek, bertujuan buat mengevaluasi pekerjaan dan biaya yg sudah dikeluarkan, sebagai akibatnya akan mempermudah perkiraaan buat minggu berikutnya. Laporan ini adalah adonan menurut laporan harian pada satu minggu.

Laporan Bulanan

Kontraktor dan pengawas harus menciptakan laporan keuangan yg telah dikeluarkan pada bulan sebelumnya. Hal ini bertujuan buat memudahkan pemilik proyek mengetahui perkembangan proyeknya.

Demikianlah yang bisa aku paparkan pada pelaksanaan & supervisi pengelolaan proyek, hal yang kurang harap dimaklumi, terimaksih

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 − 1 =