Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: PENGERTIAN DARI QUALITAS PRODUK DI PABRIK INDUSTRI | HBS Blog

  • Share

Qualitas atau quality produk adalah merupakan Kondisi keseluruhan suatu hasil barang atau  produk yang di hasilkan dari suatu proses produksi yang mempunyai tingkat mutu bagus atau buruknya.

Kondisi suatu barang produk mampu di katakan mempunyai qualitas atau quality cantik merupakan seperti :

  • Kondisi barang tersebut tidak cacat effect proses produksi.
  • Barang tersebut nyaman dan aman saat di gunakan oleh customer.
  • Barang tersebut mempunyai umur pakai yang panjang atau awet.
  • Barang tersebut tidak mudah rusak.
  • Barang tersebut mempunyai identitas atau spec lengkap.
  • Barang tersebut mempunyai jaminan garansi produk.

Qualitas output produk adalah hal terpenting yg pada perjuangkan atau di pertahankan oleh sebuah pabrik industri,Karena dengan adanya qualitas produk akan menghipnotis kelangsungan hidup berdasarkan pabrik industri tersebut.

Hasil akhir menurut qualitas suatu produk dari pabrik industri akan sebagai tolok ukur sang para konsumen untuk memilih pilihan mengenai barang yg akan di gunakannya.Dan Baik buruknya menurut qualitas produk atau barang bisa mendeskripsikan syarat berdasarkan pabrik industri yang nota bene menjadi produsen barang tadi.

Sehingga menggunakan hal tadi maka nir menutup kemungkinan suatu pabrik industri pasti akan sahih – sahih menciptakan output produknya dengan pilihan quality terbaiknya.

Untuk menjaga agar quality produk menurut pabrik tersebut terjaga dengan baik maka tidak sedikit perusahaan atau pabrik industri selalu menerapkan management quality terbaiknya,sebagai akibatnya dalam menciptakan qualitas produk terbaiknya mampu berkesinambungan serta Selalu melakukan peningkatan improvement quality melalui energi – energi pekerja ahlinya.

Bagus atau buruknya quality berdasarkan suatu produk yang pada hasilkan sang sebuah pabrik industri mampu di pengaruhi menurut beberapa hal baik berdasarkan faktor insan,mesin produksi ,lingkungan lebih kurang juga berdasarkan material produk itu sendiri.

1) FAKTOR MANUSIA

Manusia adalah salah satu faktor penting sebagai Subyek utama yang memilih baik atau buruknya menurut suatu qualitas produk yang pada hasilkan sang pabrik industri,lantaran manusia atau operator mempunyai tanggung jawab sebagai berikut :

  • Sebagai pemegang kendali dari pengoperasian mesin produksi.
  • Sebagai pengendali pembuatan hasil produk dari awal sampai akhir proses.
  • Sebagai faktor penjudgement Ok atau tidaknya hasil produk untuk di next prosesnya.
  • Sebagai pelaku utama dalam melakukan kebijakan sistem qualitas produk.
  • Sebagai penganalisa dan penentu penyelesaian langsung adanya masalah yang berhubungan dengan qualitas produk.

A) Manusia sebagai pemegang kendali dari pengoperasian mesin produksi.

Bahwa manusia atau operator mesin produksi merupakan pemain utama buat mengoperasikan atau menjalankan proses produksi melalui mesin produksi,Sehingga qualitas baik & buruknya bisa pada pengaruhi sang operator lantaran salah satu tugas seorang operator produksi adalah melakukan setting spec produk.

Setiap produk niscaya memiliki spec atau bukti diri,& setiap produk jua mempunyai spec yang tidak sama – beda antar produk yg satu menggunakan yg lainya,sebagai akibatnya buat membedakan jenis antar spec produk tersebut maka di butuhkan seorang operator untuk melakukan input setting sebelum memulai mesin produksi running.

Biasanya spec dari produk yg perlu pada input adalah type produk,jenis produk,size produk,jumlah produk,rona produk,masa kadaluwarsa produk,setting gap atau jeda garis,setting ketebalan produk,setting lebar produk,setting panjang produk,setting berat produk,setting berukuran produk,dll.

Kemudian sesudah hasil produk di buat maka langkah selanjutnya merupakan operator memastikan dengan check visual apakah output produk tadi sesuai menggunakan settingan spec atau tidak.

Di sinilah peran penting menjadi seorang operator yaitu setting hasil produk sesuai spec dan lalu memastikan balik apakah output produk benar – benar sinkron standart spec,Jika ke 2 tugas tersebut buruk & nir benar maka secara otomatis manusia sang operator tadi sudah melakukan kesalahan akbar dalam hal membangun qualitas produk,Yaitu nir menjaga qualitas produk.

B) Manusia Sebagai pengendali pembuatan hasil produk dari awal hingga akhir proses.

Manusia atau yang pada sebut sebagai operator produksi bertugas mengendalikan proses produk berdasarkan awal sampai akhir,maksudnya adalah operator tadi secara otomatis harus tahu kondisi bepergian proses produk berdasarkan awal sampai akhir atau finish.

Sehingga apabila terjadi abnormal proses dalam produk tadi,maka akan terdeteksi sang oleh operator produksi tersebut.

Operator produksi akan memonitor bepergian proses produk menurut awal proses hingga akhir menggunakan tujuan buat memastikan syarat produk tadi tidak mengalami kasus,misalnya rusak lantaran menabrak,rusak lantaran menggulung ,rusak karena melipat,rusak karena tergores,rusak karena kotor, dll.

Dengan di monitornya perjalanan proses produk berdasarkan awal sampai finish,maka qualitas menurut produk tersebut akan terjaga.

C) Manusia menjadi penjudgement Ok atau tidaknya dari output produk buat di next proses.

Hampir nir semua hasil produk membutuhkan hanya satu kali proses pribadi jadi,Sehingga poly jenis hasil produk yang membutuhkan lebih dari satu kali proses.Untuk yg membutuhkan lebih dari satu kali proses maka hasil produk tersebut di setiap akhir prosesnya akan pada check dan di pemeriksaan apakah hasil produk tersebut mampu pada proses ke berikutnya atau tidak.

Yang harus di pemeriksaan atau di check ulang berdasarkan hasil produk tadi hanyalah apakah output produk tadi sinkron standart berdasarkan spec produk atau nir.

Misalkan seperti di check kondisi tekstur,kelenturan,kelembaban,ada foreigh material atau nir,dll.

Biasanya inspeksi ini ada yang di lakukan melalui uji laboratorium,agar menemukan hasil inspeksi yg signifikan,Namun terdapat jua yang pada lakukan inspeksi dengan relatif melakukan visual saja,atau check kondisi menggunakan memakai keterampilan & keahlian tangan saja.

Yang biasa melakukan judgement Ok atau tidaknya output berdasarkan produk & melakukan inspeksi merupakan Quality Qontrol departrment, Inspektor atau sejenisnya.

Apabila output uji lab atau hasil temuan inspektor bahwa hasil produk tadi NG ( No Good ) maka output produk tersebut tidak mampu pada teruskan ke next proses.

Dengan adanya hal abnormal ini maka akan terdapat penyelidikan pada lapangan produksi buat memastikan adanya masalah abnormal tadi timbul menurut mana dan di sebabkan karena apa.

Sampai permasalahan abnormal berdasarkan hasil produk tersebut menemukan solusi dan terselesaikan pada pecahkan atau pada tangani sampai menemukan kondisi normal sinkron standart.

Untuk penanganan adanya hal abnormal berdasarkan output produk umumnya akan melibatkan beberapa section atau departement terkait,Seperti Departement Engineering,Departement Produksi,Departement Quality Control,Departement Work Tehcnical,dll. Sesuai kebutuhan yg menyangkut adanya abnormal tadi.

Namun jika dari hasil uji laboratorium menjelaskan bahwa output produk tersebut OK dan sinkron standart spec maka hasil produk tersebut siap buat pada teruskan ke next proses.

Hal ini adalah salah satu proses adanya peduli & usaha untuk membangun output produk buat mempunyai mutu tinggi atau high quality.

D) Manusia menjadi pelaku utama dalam hal melakukan kebijakan sistem qualitas hasil produk.

Yang mempunyai wewenang dan tetapkan adanya kebijakan sistem qualitas output produk adalah pihak management dan tentunya juga dengan melalui uji coba atau trial produk buat menemukan performa qualitas produk yg terbaik.

Dengan adanya banyak persaingan berdasarkan kompetitor dengan jenis produk yang sama,maka salah satu cara yg pada tempuh oleh sebuah perusahaan atau pabrik adalah galat satunya menggunakan menaikkan qualitas produk yang lebih baik berdasarkan kompetitor.

E) Manusia sebagai penganalisa dan penentu penyelesaian langsung adanya kasus qualitas output produk.

Setiap hasil produk nir selalu langsung menemukan hasil performa qualitas terbaiknya,sebagai akibatnya wajib melakukan uji coba yg bertahap atau trial produk.Dalam bepergian trial atau uji coba produk juga membutuhkan ketika panjang karena tak jarang kali selalu terdapat kasus – kasus yang timbul.Sehingga membutuhkan analisa spesifik dari operator hingga kasus tersebut terselesaikan.

Terkadang hasil produk yang telah melalui trial atau uji cobapun kadang mempunyai kasus baru yang di sebabkan berdasarkan eksternal menurut produk itu sendiri seperti masalah quality yang pada sebabkan dari faktor mesin produksi, faktor operator produksi dan faktor lingkungan.

  • Dari faktor mesin,misalkan adanya kerusakan atau abnormal kerja dari mesin produksi yang kurang terdeteksi oleh operator produksi maupun member engineering.
  • Dari faktor operator produksi ,misalkan adanya kesalahan pengoperasian mesin atau adanya salah input atau salah pengechekan.
  • Dari faktor lingkungan,misalkan adanya foreigh material atau material produk terkontaminasi dengan material asing yang berasal dari segi lingkungan.

Masalah – perkara abnormal ini niscaya membutuhkan analisa,solusi & penanganan spesifik sang pihak terkait sebagai akibatnya qualitas output produk selalu terjaga & terjamin.

2) FAKTOR MESIN PRODUKSI.

Mesin produksi merupakan wahana buat memproses,membuat & membentuk suatu produk.Sehingga mesin produksi merupakan salah satu faktor yang sanggup menyumbang terbentuknya qualitas produk yg maximal.

Mesin produksi mampu menghipnotis qualitas produk yg maximal sanggup selalu terjaga jika kondisi mesin produksi jua dalam kondisi performa maximal nir ada abnormal.

Namun jika syarat mesin produksi memiliki kasus abnormal maka akan mengganggu kondisi qualitas produk.

Contoh bentuk kondisi mesin produksi yang abnormal yang bisa mempengaruhi & menyebabkan buruknya qualitas hasil produk adalah sebagai berikut :

  • Mesin produksi ada kerusakan proses sehingga tidak bisa beroperasi normal.
  • Mesin produksi ada kerusakan sistem kerja sehingga terjadi adanya actual temperatur tidak sesuai dengan settingan spec.
  • Speed line mesin produksi error atau tidak sesuai dengan settingan program.
  • Adanya abnormal kerja dari part mesin produksi.
  • Dan sebagainya.

Untuk menjaga hal – hal tersebut maka tidak menutup kemungkinan suatu pabrik selalu mempunyai tenaga – tenaga ahli di bidang permesinan atau yang sering di sebut Engineering atau Teknisi mesin produksi yang bertugas untuk merawat,menjaga dan memperbaiki kondisi mesin produksi supaya mesin produksi  selalu dalam kondisi performa.

Lingkungan adalah kondisi area sekitar loka di prosesnya produk,Sehingga lingkungan juga sanggup mensugesti syarat qualitas berdasarkan suatu produk yang pada hasilkan oleh mesin produksi.

Salah satu faktor lingkungan yang mampu menyebabkan qualitas produk NG ( No Good ) merupakan adanya foreigh material dalam hasil produk atau output produk tercemar,tercemar,tercampuri oleh jenis material asing pada luar material produk.

Dengan terkontaminasinya hasil produk oleh material asing akan bereffect bahaya terhadap kondisi qualitas hasil produk,Sehingga hal ini akan mengakibatkan image negatif berdasarkan konsumen terhadap suatu perusahaan atau pabrik.

Beberapa material menurut lingkungan kurang lebih yg sanggup tercemar dengan hasil produk primer sebagai akibatnya menyebabkan syarat qualitas produk menjadi tidak baik diantaranya adalah sebagai berikut :

a) Kayu.

Merupakan bahan material yang biasa pada pakai sebagai pengemas barang,sebagai alas suatu material atau barang,& biasanya jua pada gunakan menjadi alat bantu member produksi buat suatu hal tertentu.

Bahan kayu yg sekiranya nir pada pakai menjadi indera bantu atau yang umumnya di sebut material asing ( sampah ) maka lebih baik di singkirkan menurut area lebih kurang mesin produksi agar kayu tadi tidak tercampur dengan material pokok produk.

Dan apabila terdapat kayu yang berfungsi menjadi indera bantu operator produksi,maka lebih baik pada penempatan kayu tersebut pada alokasikan pada tempat yang aman.

B) Plastik.

Plastik juga merupakan material yang biasa di gunakan sebagai alat pembungkus barang baik itu barang yang berhubungan dengan produk ( pembungkus material  ) maupun tidak berhubungan dengan matrial produk ( bungkus makanan,minuman,dll .)

Plastik mampu sebagai material yg sanggup menyebabkan terkontaminasinya hasil produk bila pada penanganan plastik ini nir terkontrol atau Tidak adanya kepedulian pekerja pada waktu membuang sampah plastik seperti plastik kemasan kuliner,minuman atau permen.

C) Kertas.

Penggunaan kertas di sebuah pabrik sangat tinggi sehingga kertas juga bisa mempunyai peluang  tercampur ke produk utama atau hasil produk terkontaminasi oleh kertas,sehingga penanganan kertas membutuhkan kepedulian yang tinggi.

Harus terdapat centralisasi pemisahan kertas antara yang pada pakai menggunakan yg nir pada pakai,agar tidak terjadi output utama produk terkontaminasi menggunakan kertas.

D) Logam.

Tercampurnya sebuah logam  ke hasil produk bisa berasal dari logam mesin produksi atau logam asing di sekitar mesin produksi.

Logam mesin produksi bisa kontaminasi ke hasil produk karena terjadi kerusakan pada mesin produksi,contohnya logam mesin tesebut patah atau lepas sehingga tercampur ke proses produksi.

Tercampurnya logam asing pada kurang lebih mesin produksi bisa pula terjadi lantaran buruknya kondisi kebersihan pada sekitar mesin produksi & tidak adanya rasa kepedulian pekerja tentang syarat kebersihan di lebih kurang mesin produksi.

E) Alat Bantu Kerja.

Benda – benda yang di gunakan oleh pekerja sebagai alat bantu juga berpotensi menyebabkan terkontaminasinya hasil produk,Seperti pulpen,pensil,note book,kapur,spidol,dll.

Hal ini pada sebabkan karena nir adanya penempatan alat bantu yang terkontrol atau jua cerobohnya pemakaian indera bantu tersebut oleh seseorang pekerja.

4) MATERIAL  PRODUK.

Terbentuknya sebuah output produk di karenakan adanya proses pengolahan material produk yang pada olah oleh mesin produksi melalui penanganan yang profesional sang para pekerja pada pabrik industri tertentu.

Semua hasil produk baik berupa barang jadi maupun barang setengah jadi pasti terbentuk dari campuran atau kombinasi dari beberapa material pokok dan material tambahan.

Dari qualitas material inilah yang akan mensugesti baik buruknya qualitas output akhir dari produk,sehingga sebuah produsen wajib memikirkan kondisi qualitas material sebelum memilih qualitas output akhir dari produk yang di produksi.

Beberapa contoh material utama seperti :

  • Karet sintetis : Material pokok ini biasanya di gunakan untuk memproduksi jenis – jenis produk yang berhubungan dengan karet : seperti Ban Mobil,Ban motor,Ban sepeda,Mounting,Seal, dll.
  • Kayu : Material pokok ini biasanya di gunakan untuk memeproduksi jenis – jenis produk Seperti : Pembuatan kertas,Furniture,Dll.
  • Biji plastik : Material pokok ini biasanya di gunakan unntuk memproduksi jenis – jenis produk yang berhubungan dengan produk berbahan plastik seperti : Kantong plastik,perlengkapan rumah tangga,perlengkapan kantor,alat tulis, dll.
  • Biji Besi : Material pokok ini biasanya di gunakan untuk memproduksi jenis – jenis produk yang berhubungan dengan produk berbahan besi, seperti : Perlengkapan furniture,barang barang otomotif,barang barang konstruksi bangunan,alat alat transportasi,dll.
  • Dan masih banyak lagi contoh yang lain.

Adapun model material tambahan merupakan seperti :

  • Karbon
  • Sulphur
  • Chemical
  • Oli syntetic
  • Dll

Demikian sedikit ulasan tentang pengertian tentang qualitas atau quality di sebuah pabrik industri.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

twelve − 1 =