Artikel: Pengertian Elemen Penyusun Ruang dalam Arsitektur | HBS Blog

  • 2 min read
  • Mei 16, 2021

Pengertian Elemen Penyusun Ruang

Elemen Penyusun Ruang dalam Arsitektur

Elemen Penyusun Ruang dalam Arsitektur

Elemen penyusun ruang merupakan komponen-komponen yg inheren & menjadi satu dengan ruang & berfungsi membatasi ruangan tadi sekaligus mengindikasikan batas masuk/keluar ruangan tadi.Elemen penyusun ruang tidak hanya berupa komponen padat (solid) namun juga sanggup berupa rongga-rongga (void).

Baca pula : Ritme dalam Desain Arsitektur & Contohnya

1. Elemen horizontal bawah

Elemen horizontal bawah adalah elemen yang absolut harus ada (karena kita berada pada bumi wajib berpijak pada sesuatu), ad interim elemen lain tidak harus ada.Elemen horizontal bawah dapat menciptakan suatu ruang menggunakan adanya disparitas rona/material/tekstur/pola lantai & sebagainya.

Tikar digelar membangun elemen ruang bawah

Sebagai contoh, sebuah tikar yang tergelar telah dapat menciptakan ruang karena warna & material dan teksturnya yang tidak selaras dengan sekitarnya.Selain itu elemen horizontal bawah juga dapat divariasikan menggunakan dinaikkan atau ditenggelamkan. Semakin banyak beda ketinggian elemen horizontal bawah menggunakan sekitarnya, maka kesan keterpisahan ruangnya semakin kuat.

Dua. Elemen horizontal atas

Daun-daunan pepohonan bisa sebagai elemen ruang atas

Elemen horizontal atas bisa berupa langit-langit, atap atau apapun yang membatasi ruang di permukaan.Sama menggunakan elemen horizontal bawah, elemen ini dapat divariasikan menggunakan warna, tekstur, material, pola-pola dan sebagainya.Elemen ini juga dapat divariasikan ketinggiannya.

Selain itu, kita juga dapat memvariasikan menggunakan permainan solid-void, opak-transparan (hal ini susah diterapkan dalam elemen horizontal bawah). Variasi yg didapatkan tidak terhingga banyaknya. Bahkan dedaunan sebuah pohon pun sudah bisa sebagai elemen horizontal atas (dan bayangannya menjadi elemen horizontal bawah).

Baca pula : Antropometri pada Arsitektur dan Desain

3. Elemen vertikal

Orang umum tak jarang menduga elemen vertikal selalu menjadi dinding.Padahal sebuah elemen vertikal memiliki variasi yang poly sekali.Bisa berwujud dinding, dengan banyak sekali variasi ketinggian, atau kolom-kolom dengan banyak sekali variasi ketinggian juga, sanggup jua dengan gantungan pot-pot bunga, atau kerai bambu, rangka kayu & sebagainya.

Bisa juga kita menciptakan air terjun menjadi elemen vertikal kita.Variasinya bermacam-macam.Jika kita pergi ke los daging di pasar, kita bahkan bisa melihat bagaimana daging-daging yg bergelantungan menjadi pembentuk ruang yg memisahkan area pembeli dan penjual.

Ketiga elemen ini secara beserta membangun suatu ruang, menggunakan kualitas ruang tertentu.Setiap pilihan memiliki konsekuensi tersendiri terhadap kualitas ruang yang terbentuk.

Air terjun bisa menciptakan ruang vertikal

Air terjun bisa menciptakan ruang vertikal

Sebagai contoh, jika kita menentukan membentuk ruang dengan hanya memakai elemen horizontal yg divariasikan dengan warna namun ketinggiannya sama dengan sekitarnya, maka akan terbentuk rasa ruang yg terbuka, lantaran kita masih mampu melakukan hubungan secara fisik dan visual menggunakan segala yang ada pada luar ruang tadi.

Hal ini tidak selaras sekali apabila kita membangun ruang menggunakan menggunakan elemen horizontal atas & bawah serta elemen vertikal berupa dinding-dinding yg masif.Rasa ruang yang dihasilkan adalah rasa tertutup.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − twelve =