Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Pengertian Garis Sempadan Bangunan | HBS Blog

  • Share

Pernahkah Anda berpikir seberapa jauh usahakan posisi bangunan menurut jalan ? Atau mungkin Anda bertanya bolehkah bangunan mepet menggunakan Tetangga ? Itulah hal-hal praktis yang menyangkut Garis sempadan Bangunan.

Garis Sempadan Bangunan (GSB) didefinisikan sebagai garis yang membatasi bangunan menggunakan batas lahan di lingkungan sekitar. GSB termasuk bagian depan, belakang & samping.

Garis Sempadan Bangunan

Garis Sempadan Bangunan

Garis Sempadan ini muncul karena bangunan umumnya berbatasan menggunakan jalan, tepi sungai, tepi pantai, rel kereta barah, jaringan tegangan tinggi, ataupun bangunan tetangga.

Manfaat berdasarkan GSB ini tiada lain merupakan buat ketertiban tempat & kenyamanan publik. Selain itu adanya aturan GSB menurut pemerintah ini juga mencegah resiko kecelakaan & kerusakan dampak posisi bangunan yang galat.

Sempadan juga penting buat menjaga jarak pandang pengendara kendaraan bermotor. Jika sebuah bangunan yang diletakan di pertigaan terlalu mepet kedepan jalan, maka pengendara akan kesulitan melihat tunggangan yg berada di seberangnya sebagai akibatnya rawan resiko kecelakaan.

Selain itu, sempadan bangunan pada area jalan dengan pertokoan juga penting sebagai akibatnya jarak sempadan yg tidak terbangun sanggup dipakai buat area parkir.

Aturan GSB masing-masing wilayah pada Indonesia tidak selaras sinkron dengan peruntukan huma & syarat lingkungan lebih kurang. Jadi untuk mendapatkannya wajib mencari data GSB dari wilayah setempat.

Untuk pemukiman perumahan, baku GSB yang diberikan umumnya berkisar antara 3 ? Lima meter menurut jalan atau sebanyak setengah menurut lebar jalan. Sementara buat jeda ke samping menyesuaikan menggunakan tinggi bangunan.

Namun, kenyataannya masih poly rakyat yg lebih menentukan buat menghabiskan lahannya daripada menyisihkan buat sempadan. Alasan utamanya lantaran lahan sangat mahal, terutama di kota besar .

Salah satu resiko yg kerap timbul yaitu saat terjadi kebakaran. Bisa dibayangkan bila sebuah tempat tinggal terbakar, maka tempat tinggal lainnya yg ikut melekat niscaya jua akan ikut terbakar.

Pelanggaran Sempadan Air Sungai ini Beresiko

Pelanggaran Sempadan Air Sungai ini Beresiko (img: radarbanyumas.Co.Id)

Selain itu, tempat tinggal yg tidak memiliki sempadan dengan sungai jua beresiko tergerus longsor dan terseret oleh air sungai. Meskipun telah menggunakan perkuatan dengan pondasi, namun nir akan bisa menahan genre air pada jangka waktu yang usang.

Dengan demikian memang dibutuhkan terdapat jeda antar bangunan sehingga dapat mengurangi resiko. Selain itu jeda antar bangunan jua berfungsi memberi penghawaan alami.

Demikianlah tentang GSB, semoga menambah wawasan Anda dan lebih bijaksana dalam memilih keputusan saat menciptakan.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.