Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Pengetahuan Teknik Penyehatan | HBS Blog

  • Share

Pengantar ilmu bangunan memcakup juga teknik penyehatan. Postingan ini membahas beberapa syarat yg harus terpenuhi terhadap air minum, pembuangan air hujan, pembuangan air kotor, kamar mandi dan loka cuci serta pembuangan sampah.

Air Minum

Yang dimaksud air minum artinya air buat kebutuhan hidup tempat tinggal tangga, yang meliputi air buat minum, air mandi, air cuci dan air masak. Agar air minum nir mengganggu kesehatan manusia, maka air minum yang dipakai wajib memenuhi kondisi-syarat fisik, kimia dan bakteriologis yg ditentukan sang dinas kesehatan negara.

Syarat-syarat fisik air minum adalah:

1)   Harus jernih, bersih dan tidak berwarna

2)   Tidak berbau dan tidak mempunyai rasa

3)   Suhu air kira-kira sama dengan suhu kamar, yaitu antara 10 – 2o c, sehingga air minum tidak terlalu dingin tapi memberi rasa segar.

Syarat-kondisi kimia air minum diantaranya adalah:

1)   Asam arang (co2) tak boreh ada, karena sifatnya agresip merusak pipa logam.

2) Asam Nitrit (NO2) dan amoniak (NHo) tak boleh ada, karena zat_zatitu me_ nunjukkan adanya kotoran bahan organik.

3)   Timah (Pb) tak boleh ada, karena beracun; sebab itu pipa dari timah dilarang digunakan.

4)   Kadar besi (Fe) kurang dari0,2 mg per liter air.

5)   Kadar seng (Zn) kurang dari S mg per liter air.

6)   Kadar garam kalsium (ca) atau magnesium(Mg) diantara 50 – 100mg per liter air. Kandungan garam yang lebih banyak menyebabkan air menjadi keras (air sadah), dan menimbulkan kerak-kerak dalam ketel air minum, bila digunakan air sadah untuk mencuci dengan sabun, busa sarrun tidak dapat banyak.

7)   Air minum harus mengandung jodium untuk mencegah penyakit struma/gondok.

Syarat bakteriologis air minum ialah pada air minum tidak boleh terdapat bakteri coli yg dapat mengakibatkan sakit perut, typhus, kolera atau desentri.

Sumber air minum dapat diambil berdasarkan:

1)   Air hujan dari angkasa, bersih tak mengandung kuman, dapat untuk air minum meskipun tak mengandung mineral-mineral yang berguna untuk gigi dan lain-lain.

2)   Air dari dalam tanah dengan kedalaman lebih Jari 3 m dari muka tanah, biasanya air ini cukup bersih, misalnya mata air sumur.

3) Air dari muka tanah, antara lain air sungai atau air danau: tetapi karena tercampur dengan kotoran yang terdapat di muka tanah, maka belum bersih dan tak dapat diminum.

Pengetahuan Teknik Penyehatan

Untuk membersihkan air kotor, air kotor disaring & diendapkan. Agar meningkatkan kecepatan pengendapan, air diberi tawas (aluin) kira-kira 30 mg per liter, dan sebagai alat penyaring digunakan lapisan pasir dengan butiran 0,tiga – 0,lima mm. Tetapi saringan ini tidak dapat menahan kuman-kuman. Untuk mematikan kuman-kuman, air diberi bahan desinfektan, antara lain prusi (Cu SOa), kaporit (kalsium hyphochlorit) atau chloor gas.

Bila akan mematikan kuman pada air yg jumlahnya sedikit buat diminum, air cukup dimasak selama kira-kira 20 mnt. Pemakaian air higienis untuk kebutuhan hayati di lndonesia, homogen-homogen setiap orang 80 – 150 liter/hari.

Air minum pada kota-kota besar , umumnya diusahakan oleh Perusahaan Air Minum (PAM) milik negara, menggunakan pipa-pipa distribusi air minum dibagikan ke tempat tinggal penduduk di seluruh kota.

Pipa-pipa yang dipakai buat genre air minum, umumnya adalah pipa besi tuang & pipa baja. Agar pengaliran air minum dalam pipa distribusi dapat lancar dibutuhkan adanya tekanan air yg umumnya disediakan oleh cadangan air tinggi.

Dalam perencanaan cadangan air, wajib memenuhi kondisi-kondisi:

1)   Ketinggian cadangan air harus cukup tinggi, agar ada tekanan yang cukup untuk mengalirkan air.

2)   Ukuran cadangan harus cukup, dan tidak ada kelebihan air cadangan yang tidak terpakai sehingga dapat membusuk.

3) Tidak boleh ada sudut mati dalam cadangan air, pipa-pipa pengeluaran dan pemasukan arr tidak diletakkan di satu tempat saja.

Pembuangan Air Hujan

Dalam tiap-tiap pekarangan perumahan, harus diadakan saluran-saluran pembuangan air hujan, agar pekarangan nir becek dan bebas berdasarkan sumber penyakit.

Saluran pembuangan air hujan, biasanya dibuat sebagai serokan pasangan batu atau pipa-pipa yang terbuka atau tertutup, diletakkin di bawah tritis sekitar tempat tinggal , berukuran selokan tergantung menurut banyak air yang dialirkan & kemiringan selokan sekurang-kurangnya 1:125 dan dengan tinggi-tingginya 1:25.

Air hujan yg jatuh di atas atap wajib segera disalurkan ke selokan dengan melalui pipa-pipa tarang menggunakan jarak antara sebanyak-besa rnya 2s m; pemasangan & perletakan pipa-pipa yg dirakukan, tidak boreh mengurangi kekuatan & kekokohan bangunan.

Air pada selokan kemudian dikumpurkan dalam saruran/pipa pengumpur, & selanjutnya dialirkan ke saluran generik kota (riool kota) atau dibuang ke sungai,

Pembuangan Air Kotor

Air kotor dari tempat tinggal tangga iarah seluruh air kotor berdasarkan dapur, kamar mandi atau tempat cuci dan air kotor dari kakus & urinoir.

Air kotor berdasarkan dapur, kamar mandi dan loka cuci, dapat disarurkan bersama air hujan, dengan suatu saluran pembuangan adonan, & selanjutnya dialirkan ke saluran umum kota atau dibuang ke sungai yg relatif akbar.

Air kotor dari kakus dan urinoir, karena mengandung tinja kotoran manusia (faeces), yang dapat sebagai sumber penjakit typhus, cholera dan lainnya, maka pembuangan air kotor dari kakus wajib meiarui suatu susunan saluran pembuang tertutup (rioor), yg biasa dipasang daram tanah, & dalam tempat yang ada pipa-pipa saluran gas, air minum atau kawat telepon, maka saluran air kotor wajib dipasang pada bawahnya.

Saluran pembuangan air kotor kakus dalam umumnya menggunakan pipa/bis beton, bisa pula dengan pasangan batu atau pipa tanah, pipa menurut 78 tanah lebih murah akan tetapi nir bertenaga. Bentuk penampang saluran selain lingkaran bundar , ada jua yang bulat telur.

Pada sambungan-sambungan pipa, wajib diberi adukan-adukan yg sinkron menggunakan bahan pipanya, agar sambungan sebagai rapat. Air kotor dan tinja dari kakus, dimuntahkan dengan pipa-pipa 12,5 cm, yg dibentuk daribeton, tanah atau besituang yarig sisidalam & sisiluarnya diaspal.

Kemudian disambungkan dengan pipa pengumpul yang ukurannya lebih besar (15 – 17,lima centimeter), dan selanjutnya dibuang ke saluran/riool air kotor yg khusus dibentuk oleh Kotapraja. Jika riool air kotor kota nir ada, maka pembuangan air kotor kakus harus dilakukan melalui proses pengolahan &/atau peresapan, sebagai akibatnya kesehatan umum dari penduduk yang tinggal pada sekitarnya nir terganggu.

Pengolahan air kotor kakus yg generik dengan menggunakan tangki-septik (septic-tank); kotoran manusia pada pada septic-tank akan mengalami penghancuran oleh bakteri-bakteri, dan lama -kelamaan akan terurai sebagai air biasa yang nir mengandung bakteri penyakit dan telah nir berbahaya lagi, selanjutnya air output proses septic-tank itu, bisa disalurkan ke selokan pembuang air biasa, atau dibuang ke sumur peresapan atau saluran peresapan.

Bangunan peresapan ini minimal wajib 1 m di atas air tanah yg tertinggi. Septic-tank dan bangunan peresapan harus dijauhkan dari sumur-sumur biasa, & air rumah tangga termasuk air hujan, air cuci dan air kamar mandi yg mengandung sabun atau desinfektan karbol, lisoldan lain-lain, nir boleh dibuang ke pada septic-tank.

Pipa-pipa saluran air kotor biasa dipasang menggunakan kemiringan antara 1:125 sampai 1 :25, & dalam setiap jeda 15 m atau loka belokan, dibuatkan lubang inspeksi, saluran di antara 2 lubang inspeksi itu harus lurus, sama kemiringannya dan sama bentuk penampangnya.

Septic-tank dapat dibuat berdasarkan beton tulang, namun umumnya dibuat dari pasangan tembok batu dan diplester menurut dalam dengan mortel rapat air adonan 1 semen PC : tiga pasir. Ukuran-berukuran minimum ruang septic-tank artinya panjang 1 m, lebar 0,75 m dan pada tinggi air 1,50 m.

Ukuran septic-tank ini didasarkan tiap orang membuang air kotor 25 liter per hari, dan bakteri-bakteri typhus akan mati sehabis 3 hari, jadi volume septic-tank wajib disediakan buat 75 liter air kotor bagi setiap pemakai, sedang setiap septic-tank minimal harus bisa melayani 15 orang.

Kamar Mandi, Kakus Dan Tempat Cuci

Setiap bangunan yg dipakai sebagai tempat kediaman, diharuskan memperlengkapi menggunakan ruangan kamar nrandi dan kakus, baik yang terletak di pada bangunan tersebut juga di luarnya dalam jeda yang gampang dicapai.

Untuk bangunan kediaman biasa, dengan kapasitas penghunian maximum 6 orang, harus ada 1 kesatuan tempat mandi & kakus, buat rumah tangga menggunakan kapasitas penghunian maximum 12 orang harus ada 2 kesatuan tempat mandi dan kakus.

Bila tempat mandi dan kakus berada di dalam satu ruangan gabungan, luas bersih lantainya minimum 3 m2. Bila ruang mandi dan ruang kakus terpisah dan berdiri sendiri, maka luas bersih lantai ruang rnandi dengan bak air minimum 2 m2, sedang luas bersih lantai kakus minimum 1 m2.

Penerangan dan pembaharuan hawa dalam kamar mandi dan kakus, harus cukup memenuhi syarat kesehatan. Yang dimaksud dengan tempat cuci ialah tempat yang dibuat khusus untuk mencuci pakaian atau alat-alat dapur dan lainnya, tempat cuci itu dapat berupa ruangan terbuka atau tertutup dan beratap ataupun tidak, luas tempal cuci untuk rumah tangga dengan kapasitas penghunian kurang dari 10 orang, minimum seluas 2 m2, untuk rumah tangga dengan kapasitas penghunian maximum 20 orang, minimum luas tempat cuci

Pembuangan Sampah

Setiap bangunan kediaman harus diperlengkapi dengan loka/kotak/lobang pembuangan sampah, yg ditempatkan dan dibuat sehingga dapat mengklaim kesehatan umum masyarakat sekitarnya, misalnya loka sampah nir boleh dekat menggunakan sumur/sumber air minum.

Sampah pada daerah tropis biasanya merupakan cumpuran menurut:

1)   Sampah kering: debu/kotoran, abu dan arang

2)   Sampah Basah: sisa-sisa dari dapur, daun-daun/sayuran busuk

3)   Barang-barang lain : kertas, kaleng, kaca, plastik dan karet

Sampah tersebut bisa sebagai sarang lalat, tikus, & binatang penyebar penyakit lainnya. Pembuangan sampah pada lingkungan wilayah perkotaan, dilakukan oleh Dinas Pembersihan Kota.

Untuk lingkungan pada daerah pedusunan yg belum mempunyai Dinas Pembersihan, maka sampah-sampah wajib dimasukkan di pendam pada tanah atau dibakar menggunakan cara-cara yang aman & baik. Sampah umumnya dapat dipakai menjadi bahan pupuk alam, bahan bakar dan untuk menimbun lembah-lembah.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.