Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Penjelasan Lengkap tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) | HBS Blog

  • Share

Banyak masyarakat yang merasa malas untuk membuat sendiri surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) kebanyakan diantara mereka justru menyuruh orang lain ataupun calo karena tidak tahu menahu tentang cara mengurus maupun syarat IMB. Padahal jika mau dikerjakan, ternyata membuat surat izin mendirkan bangunan sangatlah mudah. Mengurus urusan legalitas seperti IMB ini, tentu sangat penting bagi mereka yang baru membeli rumah, baik cash ataupun kpr, karena jika properti Anda tidak memiliki surat-surat beharga maka nilai properti Anda akan berkurang atau lemah dimata hukum.

Cara Lengkap dan Mudah Mengurus IMB (Izin Mendirikan Bangunan) – syarat, alur pengajuan, waktu, dan biaya

Izin Mendirikan Bangunan.

Arti / Pengertian IMB

Arti atau pengertian IMB (Izin Mendirikan Bangunan) adalah produk hukum yg berisi persetujuan atau perizinan yg dimuntahkan oleh Kepala Daerah Setempat (Pemerintah kabupaten / kota) dan harus dimiliki / diurus pemilik bangunan yg ingin membentuk, merobohkan, menambah / mengurangi luas, ataupun merenovasi suatu bangunan.

Kehadiran IMB (izin mendirikan bangunan) pada sebuah bangunan sangatlah penting, karena bertujuan untuk menciptakan tata letak bangunan yang aman dan sesuai dengan peruntukan lahan. Bahkan keberadaan IMB juga sangat dibutuhkan ketika terjadi transaksi jual beli rumah. Pemilik rumah yang tidak memiliki IMB nantinya akan dikenakan denda 10 persen dari nilai bangunan, rumah pun juga bisa dibongkar.

Nah, bagi Anda yg saat ini masih bingung bagaimana cara buat mengurus IMB, berikut adalah beberapa syarat imb tempat tinggal tinggal juga non tinggal.

Syarat IMB Rumah Tinggal

Persyaratan / Syarat IMB Rumah Tinggal

Sebelum menjalankan proses pembuatan IMB, setiap pemohon diwajibkan buat melengkapi beberapa persyaratan IMB, diantaranya adalah foto kopi bukti diri pemilik, foto kopi SPPT & Bukti Pembayaran Pajak Bumi & Bangunan Tahun Berjalan, foto kopi surat kepemilikan tanah, surat kuasa (jika dikuasakan), surat pernyataan kepemilikan tanah.

Alur Pengajuan IMB Rumah Tinggal

Bagi Anda yang memiliki rumah di bawah 500 meter persegi, mengurus IMB sanggup pribadi datang kecamatan pada loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kecamatan, sesudah itu Anda bisa eksklusif mengisi formulir buat pengajuan pengukuran tanah. Satu minggu kemudian petugas akan datang ke tempat tinggal Anda & mengukur & menciptakan gambar denah tempat tinggal Anda, sehabis gambar jadi maka dapat dijadikan blueprint buat IMB.

Lama Proses Pembuatan IMB Rumah Tinggal

Setelah gambar denah terselesaikan, baru proses pengajuan IMB mampu dilaksanakan, jangka ketika lama pembuatan IMB sendiri sanggup memakan ketika 15 hari kerja.

Biaya Pengurusan IMB Rumah Tinggal

Biaya pengurusan IMB sendiri dihitung menurut luasan tempat tinggal tersebut, yakni per meter persegi dikenakan biaya Rp dua.500.

Syarat IMB Non Rumah Tinggal / Bangunan Umum

Persyaratan / Syarat IMB Bangunan Umum (Non Rumah Tinggal s/d 8 lantai)

Untuk menciptakan IMB Bangunan Umum Non Rumah Tinggal (s/d 8 lantai) pemohon wajib melengkapi beberapa kondisi mengurus IMB berupa :

  1. Formulir permohonan IMB.
  2. Surat pernyataan tidak sengketa (bermaterai).
  3. Surat Kuasa (jika dikuasakan).
  4. KTP dan NPWP ( pemohon dan/yang dikuasakan).
  5. Surat Pernyataan Keabsahan dan Kebenaran Dokumen.
  6. Bukti Pembayaran PBB.
  7. Akta Pendirian (Jika pemohon atas nama perusahaan/badan/yayasan).
  8. Bukti kepemilikan tanah (surat tanah).
  9. Ketetapan Rencana Kota (KRK)/RTLB.
  10. SIPPT (untuk luas tanah > 5.000 m2).
  11. Gambar rancangan arsitektur (terdiri atas gambar situasi, denah, tampak, potongan, sumur resapan) direncanakan oleh  arsitek yang memiliki IPTB, diberi notasi GSB, GSJ dan batas tanah).
  12. Gambar konstruksi serta perhitungan konstruksi dan laporan penyelidikan tanah (direncanakan oleh perencana konstruksi yang memiliki IPTB).
  13. Gambar Instalasi (LAK/LAL/SDP/TDP/TUG).
  14. IPTB (Izin Pelaku Teknis Bangunan) arsitektur, konstruksi dan instalasi ( legalisir asli ).
  15. IMB lama dan lampirannya (untuk permohonan merubah/menambah bangunan).

Tahap Pengajuan IMB Bangunan Umum (Non Rumah Tinggal s/d 8 lantai)

  1. Pertama pemohon datang ke loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) kota Administrasi dimana Anda tinggal, kemudian mengisi formulir yang diajukan, setelah itu menyerahkan syarat-syarat atau dokumen yang dibawa, kemudian berkas akan diteliti dan akan di survey ke lokasi.
  2. Setelah di survey kemudian petugas akan menghitung besaran retribusi atau biaya yang harus dikeluarkan oleh pemohon, kemudian pemohon membayar retribusi yang ditetapkan di bank DKI dan meminta bukti pembayaran dan kemudian menyerahkannya ke loket PTSP kota Administrasi. Setelah itu baru IMB dapat diambil oleh pemohon.

Biaya Membuat IMB Bangunan Umum Non Rumah Tinggal (8 Lantai)

Untuk biayanya menciptakan IMB Bangunan Umum Non Rumah tinggal sendiri diubahsuaikan menggunakan Perda No 1 tahun 2015 dengan berdasarkan luas bangunan x indek bangungan x harga satuan retribusi.

Lama Proses Pembuatan IMB Bangunan Umum Non Rumah Tinggal (8 Lantai)

Lama pembuatan IMB sendiri adalah 25 hari kerja, sejak dokumen teknis disetujui. Apabila sudah jadi IMB sanggup langsung diambil pada loket PTSP Kota Administrasi setempat.

Syarat IMB Bangunan Umum (Non Rumah Tinggal) 9 lantai lebih

Hampir sama seperti syarat-kondisi menciptakan IMB Bangunan Umum buat non tempat tinggal (s/d 8 lantai), untuk bangunan dengan tinggi sembilan lantai lebih pun, harus memeuhi beberapa persyaratan di bawah ini :

  1. Formulir Pendaftaran IMB.
  2. Fotokopi KTP dan NPWP Pemohon.
  3. Fotokopi Sertifikat Tanah, yang telah dilegalisir Notaris.
  4. Fotokopi PBB Tahun terakhir.
  5. Menyertakan Ketetapan Rencana Kota (KRK)  dan Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB/ Blokplan) dari BPTSP.
  6. Mencantumkan fotokopi Surat Izin Penunjukkan Penggunaan Tanah  (SIPPT) dari Gubernur, apabila luas tanah daerah perencanaan 5.000 M2 atau lebih.
  7. Gambar rancangan arsitektur (terdiri atas gambar situasi, denah, tampak, potongan, sumur resapan) direncanakan oleh  arsitek yang memiliki IPTB, diberi notasi GSB, GSJ dan batas tanah).
  8. Rekomendasi hasil persetujuan Tim Penasehat Arsitektur Kota (TPAK), apabila luas bangunan 9 Lantai atau lebih.
  9. Hasil Penyelidikan Tanah yang dibuat oleh Konsultan.
  10. Persetujuan Hasil Sidang TPKB, apabila ketinggian bangunan 9 lantai atau lebih dan atau bangunan dengan basement lebih dari 1 lantai, atau bangunan dengan struktur khusus.
  11. Gambar Instalasi (LAK/LAL/SDP/TDP/TUG).
  12. Rekomendasi UKL/UPL dari BPLHD apabila luas bangunan 2.000 sampai dengan 10.000 M2, atau Rekomendasi AMDAL apabila luas bangunan lebih dari 10.000 M2.
  13. Surat Penunjukan Pemborong dan Direksi Pengawas Pelaksanaan Bangunan dari Pemilik Bangunan.
  14. Surat Kuasa (jika dikuasakan).

Alur Membuat IMB Bangunan Umum (Non Rumah Tinggal) 9 Lantai atau lebih

  1. Untuk mengurus IMB Bangunan Umum (Non Rumah Tinggal) 9 lantai ini, setiap pemohon yang berdomisili di Jakarta terlebih dahulu mengisi formulir pendaftaran di loket Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) Kantor Provinsi DKI Jakarta.
  2. Di sana pemohon juga diwajibkan untuk menyertakan persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan, kemudian berkas-berkas yang telah masuk akan diteliti dan disidangkan oleh Tim Penasehat Arsitektur Kota (TPAK). Setelah lulus maka akan disidangkan kembali berdasarkan Pencanaan Struktur oleh Tim Penasehat Konstruksi Bangunan (TPKB) dan Perencanaan Instalasi dan M&E ke Tim Penasehat Instalasi Bangunan (TPIB).
  3. Kemudian petugas akan menghitung besarnya retribusi/biaya IMB, setelah itu pemohon harus segera membayar biaya retribusi IMB melalui Bank DKI dan meminta tanda bukti pembayaran yang kemudian diserahkan ke loket BPTSP di kantor Provinsi DKI Jakarta, setelah itu maka berkas permohonan IMB dapat diterbitkan.
  4. IMB yang telah diterbitkan akan diinformasikan melalui SMS atau telepon kepada pemohon dan IMB dapat diambil oleh pemohon di loket PBTSP.

Biaya Pembuatan IMB Bangunan Umum Non Rumah Tinggal (9 Lantai Lebih)

Retribusi atau biaya pembuatan IMB diatur beradasarkan beberapa aspek, perhitungannya adalah sebagai berikut, Luas Bangunan x indek x Harga Satuan Retribusi (Seperti yang diatur dalam Perda No.1 tahun 2015.

Lama Waktu Pembuatan

Berdasarkan SK Gubernur No.129 tahun 2012, IMB bisa selesai dikerjakan selama 25 hari kerja, terhitung sejak dokumen teknis disetujui.

Sekian, pembahasan mengenai Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Semoga bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.