Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Perancangan Ramp pada Bangunan | HBS Blog

  • Share

Dalam artikel ini Arsitur akan membahas tentang ramp dalam bangunan, mulai dari definisi ramp, standar berukuran ramp, kondisi pembuatan ramp, jenis ramp, dan ramp baku yg tak jarang dibentuk menjadi akses naik turun pada bangunan.

Definisi Ramp

Berbeda dengan tangga menggunakan sistem pijakan berundak-undak, maka ramp merupakan bidang miring yang menghubungkan perbedaan ketinggian lantai. Ramp memiliki tingkat kemiringan tertentu yang dapat dilalui dengan nyaman oleh manusia.

Perancangan Ramp pada Bangunan

Perancangan Ramp pada Bangunan

Keunggualan ramp dibanding tangga merupakan mampu dilalui oleh roda, baik sang kursi roda, tunggangan juga troli barang. Lantaran itu dalam bangunan yg ramah terhaap difable hendaknya memakai ramp sehingga masih terjangkau sang pengguna kursi roda. Selengkapnya tentang ramp bisa dibaca disini.

Namun  bila dibandingkan dengan tangga, ramp membutuhkan lebih banyak ruang, memiliki dimensi yang lebih panjang sehingga perancang bangunan  harus benar-benar sermat dalam menempatkan ramp tersebut.

Baca jua : Perancangan Travelator pada Bangunan

Syarat Ramp

baku ramp yang bisa dijadikan panduan

Ramp yang dibentuk wajib memenuhi baku desain yg sudah diakui, ramp tidak boleh dibuat terlalu curam lantaran sanggup membahayakan pengguna, tetapi juga nir boleh terlalu panjang karena akan memakan poly ruang. Beberapa syarat pembuatan ramp dijabarkan menjadi berikut.

  • Kemiringan suatu ramp untuk di dalam bangunan tidak boleh melebihi rasio tinggi:panjang = 1:12.
  • Perhitungan kemiringannya  tidak termasuk awalan/atau akhiran ramp (curb ramb/landing). Sedangkan kemiringan suatu ramp untuk di luar bangunan adalah 1:15 atau kemeringan standarnya adalah 10 derajat.
  • Maksimum panjang mendatar dari satu ramp (dengan kemiringan 1:12 ) tidak boleh melebihi dari 900 cm.
  • Lebar minimum dari suatu ramp adalah 95 cm.
  • Untuk ramp yang juga digunakan sekaligus untuk pejaln kaki adalah dan pelayanan angkutan barang harus dipertimbangkan secara seksama lebarnya,  sehingga bisa dipakai untuk kedua fungsi tersebut
  • Landing atau muka datar pada awalan atau akhiran dari suatu ramp harus bebas dan datar, sekurang-kurangnya bisa untuk memutar kursi roda dengan ukuran minimum 150 cm.
  • Permukaan datar dari landing (baik awalan atau akhiran ramp) harus memiliki tekstur sehingga tidak licin baik diwaktu hujan atau tidak.
  • Pembatas rendah pinggir  ramp (low curb) dirancang untuk menghalangi roda kursi roda agar tidak terperosok atau keluar dari jalur ramp.
  • Apabila berbatas langsung dengan lalu-lintas jalan umum atau persimpangan harus dibuat sedemikian rupa agar tidak mengganggu jalan umum.
  • Ramp harus dilengkapi dengan pencahayaan yang cukup yang akan membantu pengguna ramp saat malam hari.
  • Penerangan khususnya disediakan pada bagian-bagian ramp yang memiliki ketinggian terhadap muka tanah sekitarnya dan dibagian-bagian yang membahayakan.
  • Ramp juga harus dilengkapi dengan pegangan (handrail) yang dijamin kekuatannya dan dengan ketinggian yang sesuai untuk pengguna ramp.
  • Material lantai ramp juga harus diperhatikan biasanya menggunakan agregat yang kasardan juga harus di buta sedikit bantalan pada ramp.

Jenis Ramp

Ada beberapa jenis ramp yang bisa kita jumpai dalam banyak bangunan di sekitar kita. Menurut kemiringannya, ramps dibagi menjadi beberapa jenis sebagai berikut :

Ramps Rendah

Memiliki kemiringan sampai dengan 5% kemiringan (00-50). Ramps jenis low atau landai ini tidak perlu menggunakan anti selip untuk lapisan permukaan lantainya. Ramp ini cocok digunakan untuk area perancangan yang luas, cocok untuk jogging track, jalur troli atau jalur kursi roda karena tidak akan menyebabkan penggunanya lelah melewati ramp ini.

Ramps Sedang

Ramps sedang atau medium dengan kemiringan sampai dengan 7% (50-100) dianjurkan menggunakan bahan penutup lantai anti selip. Ramp sedang mungkin akan banyak kita jumpai pada parkir di basement hotel dan pusat perbelanjaan sebagai jalan naik turun kendaraan bermotor. Dengan adanya ramp, kendaraan bisa diletakan di bawah gedung sehingga menghemat lahan parkir.

Ramps Curam

Ramps curam atau steep dengan kemiringan antara sampai dengan 90% (100-200) yang dipersyaratkan harus menggunakan bahan anti selip pada permukaan lantai dengan dibuat kasar. Ramp ini mungkin lebih cocok digunakan untuk parkir dan akses darurat saja, dan juga tidak baik jika dibuat terlalu tinggi karena bisa berbahaya.

Perlindungan Pengguna Ramp

proteksi dan baku keamanan buat pengguna ramp

Lantaran kemiringan terkadang membuat potensi kecelakaan, maka disarankan buat memasang pelindung waktu membuat ramp dalam bangunan. Untuk ramp yg akan dilewati pejalan kaki, perlu dilengkapi menggunakan railing terutama buat handicapped / disabled person (penderita cacat tubuh, yg kini lebih dikenal menjadi para ?Difable? Atau Different ability people).

Demikianlah mengenai Perancangan Ramp pada Bangunan, semoga bermanfaat, terima kasih. Beberapa artikel lain mungkin jua akan berguna buat sahabat simak.

Baca Juga :

  • Sistem Transportasi Vertikal Pada Bangunan
  • Standar dan aturan Ruang Parkir pada Bangunan
  • KDB (Koefisien Dasar Bangunan) : Definisi dan Cara Menghitung
  • Tips Membuat Kolam Renang Sendiri di Rumah

Referensi :

  • http://jurnalarsitek.Blogspot.Co.Id/2016/05/pengertian-ramp-baku-pembuatan.Html
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

nineteen − 8 =