Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Perbedaan Baja Konvensional dan Baja Ringan | HBS Blog

  • Share

Oke pada artikel ini, kita mau bahas mengenai apa sih bedanya Baja Konvensional dan Baja Ringan ? Sebenarnya bila dari namanya aja niscaya kita sudah tau bedanya. Umumnya kalau baja umumnya kita tau ukurannya niscaya akbar, memiliki beban berat, & biasa pada gunakan buat konstruksi – konstruksi besar misalnya Menara Pemancar, Jembatan, Gudang – gudang akbar, & masih banyak lagi. Nah bila baja ringan, niscaya eksklusif yg tersirat dipikiran kita lantaran terdapat istilah ‘ringan’ niscaya merupakan baja akan tetapi memiliki beban yang ringan.

Yups, sebenarnya secara sederhana apa yg kita simpulkan telah sahih, tapi disini kita mau lihat segi teknis yang lebih mendalam lagi tentang disparitas menurut BAJA DAN BAJA RINGAN.

BAJA KONVENSIONAL

baja konvensional

SUMBER : GOOGLE.COM

Definisi Baja merupakan logam paduan, dimana logam besi (Fe) yg berfungsi sebagai unsur dasar dicampur dengan beberapa elemen lainnya, termasuk unsur karbon (C). Kandungan unsur karbon pada baja berkisar antara 0.2% – 2.1% berdasarkan berat total baja tadi sinkron grade-nya. Walaupun unsur utama pembentuk baja adalah besi (Fe) dan Karbon (C) tetapi terdapat unsur kimia lain lagi yg terlibat dalam pembentukan baja ini, diantarannya yaitu mangan, fosfor, sulfur, silikon, oksigen, nitrogen & alumunium.

BAJA RINGAN

baja ringan

SUMBER : GOOGLE.COM

Definisi dari Baja Ringan adalah Baja berkualitas tinggi dimana baja ringan ini memiliki kekuatan yang tidak kalah dengan baja konvensional  tetapi memiliki tampilan fisik yang unik yaitu lebih tipis dan memiliki beban yang ringan. Baja ringan memiliki tegangan tarik tinggi yaitu (G550) maksudnya kuat tariknya bisa mencapai 550 MPa. selain itu, baja ringan ini memiliki modulus geser 80.000 MPa dan Modulus Elastisitasnya 200.000 MPa, sama kayak baja konvensional kan ??

Dalam pemilihan baja ringan pun tidak sembarangan, misalnya kita akan menentukan baja ringan buat di pakai pada struktur bangunan misalnya atap maka kita akan pakai baja ringan menggunakan kuat tarik 550 MPa sedangkan bila akan dipakai dalam bagian non struktur maka cukup dengan menggunakan baja ringan menggunakan tegangan tarik yg lebih rendah contohnya kualitas G300 atau G250, yg pasti harganya pun berbeda.

Nah sekarang kita mau lihat perbedaan yang signifikan berdasarkan baja konvensional dan baja ringan ini. Yg pertama merupakan :

1. Proses Pembentukan

Dari segi proses pembentukannya, baja konvensional dibuat waktu masih berwujud liquid atau cairan menggunakan suhu yg sangat panas. Cairan baja tersebut akan dituang ke cetakan menggunakan teknik khusus yang tidak sembarang orang bisa melakukannya.

Beda halnya menggunakan baja ringan yg dibuat waktu suhu cairan baja mulai relatif dingin. Perbedaan suhu tadi sebagai faktor penyebab berat dan tidaknya massa besi baja itu.

2. Berat

Seperti yg singgung pada awal artikel, yg pasti perbandingan berat berdasarkan baja ringan dan baja konvensional sebagai sangat signifikan. Baja Konvensional dengan bentuk & ukurannya yg akbar lebih baik bila di pakai menjadi struktur utama seperti tiang kolom atau pilar lantaran akan lebih efektif pada penyaluran beban sedangkan baja ringan akan lebih efisien apabila digunakan pada struktur yang lebih membutuhkan kuat tarik tinggi akan tetapi materialnya permanen ringan misalnya pembuatan atap lantaran akan menggurangi beban yg harus di terima gedung/konstruksi tersebut.

Tiga. Komposisi Karbon.

Kadar kandungan karbon pada baja ringan lebih kurang 0.16% – 0.29% menurut total berat sedangkan kadar karbon dalam baja konvensional mencapai 0.Tiga% – 1.7 % dari berat total. Perbedaan komposisi kandungan karbon ini sangat mensugesti kekuatan & daktalitas baja. Semakin banyak kandungan karbon, maka taraf kekerasan dan kekuatan tarik akan tinggi akan tetapi hal ini akan membuatnya menjadi getas & pastinya tidak giat.

4. Kekuatan

Dari segi kekuatan, baja konvensional masih lebih unggul di bandingkan baja ringan lantaran baja konvensional poly mengandung karbon sebagai akibatnya membuahkan baja konvensional lebih kaku & kuat pada menerima beban tapi tentunya nir giat ya !!.

Lima. Daktalitas

Nah jikalau soal daktalitas niscaya baja ringanlah pemenangnya, karena lebih daktail atau lentur di bandingkan menggunakan baja konvensional.

Oke, sampailah kita pada kesimpulan bahwa BAJA RINGAN dan BAJA KONVENSIONAL memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing, Soo… pilihlah material mana yang akan kalian gunakan dengan tentunya menyesuaikan kondisi lapangan dan proyek yang akan di kerjakan. berikut adalah contoh proyek yang saya kerjakan, dengan menggunakan kombinasi antara pipa Galvanis sebagai tiang, beton sebagai kolom, dan konstruksi atap dengan Baja Ringan.

kombinasi baja dan beton

TERIMAKASIH

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

five × 2 =