Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Perbedaan Jabatan Foreman dengan Supervisor | HBS Blog

  • Share

Apakah perbedaan antara Jabatan Foreman menggunakan Jabatan Supervisor di global pabrik Industri ?

Foreman & Supervisor merupakan sebuah jabatan atau level pangkat yang pada berikan pada karyawan atau tenaga kerja pada Pabrik Industri.

Supervisor merupakan jabatan sebagai Kepala Section di dalam sebuah team work atau section dari sebuah Divisi.

Sedangkan Foreman merupakan jabatan sebagai Assisten Supervisor di dalam team work section dari sebuah Divisi.

Apakah Itu Section di dalam sebuah pabrik Industri ?

Section merupakan perpaduan pekerja atau karyawan yang di bentuk menjadi team work atau class terkecil yg masih ada pada pada sebuah pabrik Industri.

Adapun susunan Jabatan Pekerja atau karyawan pada sebuah Section adalah sebagai berikut :

  • Supervisor sebagai kepala section atau Section Head yaitu pimpinan tertinggi di dalam sebuah section.
  • Foreman sebagai Assisten Supervisor sekaligus sebagai motor penggerak di lapangan.
  • Leader sebagai penanggung jawab untuk mengkoordinasi tugas pekerjaan di lapangan.
  • Operator sebagai pelaksana job pekerjaan.

Dari 4 posisi jabatan tersebut, setiap hari selalu berkoordinasi & komunikasi buat melaksanakan tugas & tanggung jawab masing – masing yang sudah pada tentukan sebelumnya.

Pekerja atau karyawan yang menjabat jabatan tadi, memiliki peluang buat mampu level Up atau naik jabatan bila mereka mempunyai skill dan kemampuan yg memadai serta memenuhi persyaratan kenaikan pangkat jabatan.

Adapun Tugas dan Tanggung Jawab pemegang Jabatan sebagai Foreman adalah menjadi berikut :

  • Mengontrol Job Pekerjaan yang di lakukan oleh Leader beserta jajarannya yaitu Operator.
  • Membuat Item Check dan kontrol terhadap mesin produksi atau proses produksi.
  • Melakukan Pengecheckan secara keseluruhan tentang item abnormal yang terjadi di job atau pekerjaan yang berhubungan dengan sectionnya.
  • Memotorisasi pekerjaan yang di lakukan oleh Leader beserta jajaran di bawahnya.
  • Menjaga Stabilitas pekerjaan di lapangan beserta kondisi yang aman dari masalah baru.
  • Membentuk karateristik dan skill Up terhadap bawahannya melalui On The Job Training.
  • Melakukan Improvement terhadap proses kerja atau sistem kerja di dalam sectionnya.
  • Memberikan Judgement terhadap permasalahan yang terjadi di lapangan baik yang berhubungan dengan Internal section atau yang berhubungan dengan request eksternal section.
  • Memberi Solusi dan jalan keluar dari setiap permasalahan yang timbul dari luar maupun internal section yang di hadapi di lapangan.
  • Melakukan analisa terhadap permasalahan yang sering timbul di dalam area pekerjaan sectionnya.

Sedangkan Tugas & Tanggung Jawab menjadi Supervisor adalah sebagai berikut :

  • Sebagai Kepala Section atau pimpinan tertinggi di dalam section.
  • Sebagai pengontrol Utama pekerjaan di lapangan apakah sesuai dengan target dari divisi atau tidak.
  • Sebagai penentu arah pergerakan dari section yang di pimpinnya.
  • Membuat schedule aktifitas kerja tahunan di intern section dengan mengacu dari target yang di tentukan dari divisi.
  • Sebagai sumber Informasi dan komunikasi perkembangan untuk Internal section baik itu perkembangan informasi dari divisi internal maupun divisi eksternal.
  • Sebagai Administrator di section yang di pimpinnya untuk di laporkan ke atasananya di divisi internal maupun divisi eksternal.
  • Sebagai penanggung jawab penuh apapun yang terjadi di Internal section yang di pimpinnya, baik yang berhubungan dengan hasil pekerjaan maupun kesalahan – kesalahan individu dari member section yang di pimpinnya.
  • Membentuk Karakter bawahannya untuk bisa mempunyai etos kerja dan tanggung jawab untuk bisa bekerja sesuai target yang di tentukan oleh divisi.
  • Melaporkan hasil pekerjaan di lapangan dan perkembagnan apapun yang terjadi di internal sectionnya kepada atasan di divisi.
  • Memenuhi semua kebutuhan yang di butuhkan di Internal section yang di pimpinnya, baik secara teknis maupun non teknis yang berhubungan dengan pekerjaan.

Sebagai seseorang Foreman dan Supervisor harus mampu bekerjasama buat mengatur keselarasan dan ekuilibrium pekerjaan pada dalam sectionnya.

Demikian sedikit ulasan tentang perbedaan antara Supervisor menggunakan Foreman pada Pabrik Industri.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.