Artikel: Prakualifikasi Kontraktor | HBS Blog

Posted on

Postingan tentang evaluasi terhadap kontraktor/pemborong (prakulifikasi, kualifikasi dan pembagian terstruktur mengenai. Di postingan ini dijelasakan terlebih dahulu menganai prakualifikasi.

Postingan ini merupakan salah satu bab yg dijelaskan pada mata kuliah manajemen konstruksi, atau mnajemen proyek dengan tujuan buat mengetahui bagaimana proses pelelangan/tender terselenggara.

Prakualifikasi

Dalam prosedur pemborongan bangunan sehabis adanya pemberitahuan kepada para pemborong melalui iklan atau undangan, maka sebelum ikut-serta dalam penawaran dan pelelangan, baik itu lelang generik atau terbatas para pemborong disyaratkan memenuhi persyaratan prakualifikasi terlebih dulu.

Prakualifikasi Kontraktor

Persyaratan Pra-Kualifikasi ditujukan untuk bisa mengadakan evaluasi terhadap pemborong mengenai kemampuan ataupun mutu berdasarkan pemborong. Prakualifikasi disyaratkan khusus bagi pemborong yg akan ikut serta pada penawaran dan pelelangan pada pemborongan bangunan.

Prakualifikasi pada hal ini merupakan kualifikasi yg diadakan pada saat sebelum pelelangan pekerjaan. Jadi prakualifikasi hanya berlaku buat suatu penentuan saja, dan adalah seleksi pendahuluan saja.

Baca: Kualifikasi Dan Klasifikasi Kontraktor

Cara evaluasi dilakukan dengan pengisian kuesioner yg harus diisi sang pemborong yg memuat kondisi-syarat eksklusif yang ternyata tidak selaras buat daerah Propinsi yang satu dan yg lain.

Perbedaan persyaratan mengenai prakualifikasi & kualifikasi yg berbeda-beda di setiap wilayah inilah yg sebagai keberatan bagi para kontraktor, terutama kontraktor luar negeri, yg berdasarkaan joint venture melaksanakan kerjasama dalam pekerjaan pemborongan bangunan.

Apa yg dimaksud dengan Joint Venture?

Joint Venture merupakan kerjasama beberapa pihak, baik itu instasi atau badan usaha buat menyelenggarakan bisnis beserta khususnya dalam hal ini merupakan proyek konstruksi.

Melalui prosedur prakualifikasi dapat menilai berita yang bisa disimpulkan dari jawaban survey yg wajib diisi sang para kontraktor. Dari liputan yg diperoleh dari berita umum itu yg kadang kadang relatif luas, bisa diketahui segala sesuatu tentang kondisi calon penawar, yaitu mengenai keahliannya, pengalaman, kemampuan finansiil, kemampuan operasionil & lain-lain.

Sekarang dari SK Presiden No. 14 tahun 1979 telah ada ketentuan mengenai unsur-unsur yang disyaratkan buat lulus pada Prakualifikasi sebagai berikut:

–        Adanya akte pendirian

–        Adanya surat izin usaha yang masih berlaku

–        Mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

–        Mempunyai alamat tetap yang sah, jelas dan nyata

–        Nasabah yang baik dari Bank yang diakui oleh Pemerintah

–        Kemampuan modal usaha

–        Berada dalam keadaan mampu dan tidak dinyatakan pailit

–        Mempunyai konduite yang baik dan tidak masuk Daftar Hitam

– Mempunyai referensi pekerjaan yang baik untuk bidang usaha yang diprakualifikasikan

–        Pimpinan perusahaan mempunyai akhlak yang baik dalam kegiatan usahanya

–        Pimpinan perusahaan tidak berstatus pegawai negeri

–        Syarat-syarat golongan pemborong/rekanan

–  Pemberian kelonggaran/keutamaan bagi pemborong/rekanan golongan ekonomi lemah berupa pemberian bobot yang lebih tinggi dalam penilaian kriteria prakualifikasi.

Pernyataan lulus prakualifikasi demikian berlaku untuk jangka waktu satu tahun dan bisa diperpanjang selama-lamanya satu tahun.

Gravatar Image
Saya Seorang Penulis Freelancer , menulis di beberapa media digital/web besar di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + fifteen =