Artikel: Rasio Luas Jendela dengan Luas Lantai | HBS Blog

  • 2 min read
  • Nov 12, 2017

Jendela & pintu adalah aspek penting berdasarkan setiap desain rumah. Keduanya diharapkan buat koneksi fisik & visual antara rumah dengan lingkungan kurang lebih, tetapi adanya hubungan ini juga menimbulkan laba & kerugian karena panas matahari yang tidak sanggup dikontrol.

Banyak pertanyaan yang mungkin timbul diantara pemilik dan perancang rumah tentang seberapa lebar bukaan jendela yang baik buat sebuah ruangan di tempat tinggal . Dalam hal ini, poly ahli menyarankan untuk memakai perbandingan atau rasio luas ventilasi dengan luas lantai.

Rasio ventilasi ke luas lantai memberikan aturan mudah yg bisa dipakai buat memilih area jendela optimal sesuai dengan luas lantai kamar atau ruangan. Seperti semua aturan praktis lainnya, hal ini hanya boleh dipakai sebagai titik awal buat suatu desain & wajib didukung sang seseorang desainer yang terampil dan pemodelan layoutnya sebagai akibatnya tidak mengabaikan sisi keindahan bangunan. Pedoman ini akan membantu kita mengungkapkan kompleksitas interaksi termal dalam sebuah bangunan.

Di rumah tipe apa pun, jenis ventilasi, area, orientasi dan naungan wajib dipertimbangkan beserta supaya secara efektif bisa mengontrol masuk dan keluarnya panas pada suatu bangunan. Rasio akan tergantung dalam peluang situs & iklim di mana lokasi bangunan berada & harus diubahsuaikan lebih lanjut menggunakan metode konstruksi yg dipakai. Di daerah beriklim tropis misalnya pada Indonesia mungkin nir memerlukan ventilasi yg terlalu besar lantaran penyinaran surya sudah terlalu poly.

Rasio Luas Jendela dengan Luas Lantai

Rasio Luas Jendela dengan Luas Lantai

Rasio Luas Jendela dengan Luas Lantai

Sebagai panduan umum, total area jendela sebaiknya kurang dari 25% dari total luas lantai ruangan. Sebagian besar jendela harus terletak di utara karena posisinya menghadap matahari dengan arah yang baik dan paling mudah dikelola. Rumah harus mengurangi jendela pada fasad timur dan barat. Jendela di bagian selatan dapat membantu mendorong ventilasi yang baik dan dapat menjadi sumber untuk melepaskan panas. Keduanya dapat membentuk cross ventilation.

Sebuah Hasil Penelitian

Jenis kaca, pembingkaian, bukaan dan segel yang digunakan di jendela dan pintu akan memiliki dampak besar pada efektivitasnya. Studi pencahayaan siang hari pada bangunan adalah aspek kunci dari analisis lingkungan, dan dapat dilakukan selama tahap awal desain untuk memastikan desain bangunan yang responsif terhadap lingkungan.

Sebuah Studi pada Universitas Malaysia menyatakan bahwa kamar-kamar harus dilengkapi menggunakan pencahayaan alami & jendela alami melalui satu atau lebih ventilasi menggunakan luas total tidak kurang dari 10% menurut luas lantai ruangan. Persyaratan ini digambarkan sang rasio area jendela ke lantai atau Windows Floor Ration (WFR).

Ada hubungan eksklusif yang kuat antara WFR & taraf iluminasi alami (dalam hal% DF). Dalam masalah tempat tinggal , WFR kurang menurut 10% ditemukan buat memberikan tingkat cahaya siang yang relatif pada kamar-kamar biasa (misalnya kamar tidur), sedangkan WFR lebih menurut 25% dapat mengakibatkan kamar sebagai terlalu terang.

Jadi kesimpulannya kita bisa menggunakan WFR menggunakan luas bukaan jendela diantara 10% – 25% berdasarkan luas lantai buat mendapatkan pencahayaan alami yang optimal.

Contoh Penerapan :

Misalnya kita memiliki kamar tidur dengan dimensi 3 m x3 m sehingga luas lantainya menjadi 9 m2. Bukaan jendela yang efektif untuk kamar ini berkisar antara 10% – 25%. Kita bisa mengambil di angka 20% sehingga luas bukaan jendela adalah 20% x 9 m2 = 1,8 m2. Jadi ukuran luas 1,8 m2 bisa kita pecah menjadi beberapa unit jendela misalnya ada 2 buah jendela dengan ukuran 0,6 m x 1,5 m. Pembagian tersebut disesuaikan dengan estetika bangunan.

Referensi :

https://www.Researchgate.Net/publication/308393108_Relationship_between_Window-to-Floor_Area_Ratio_and_Single-Point_Daylight_Factor_in_Varied_Residential_Rooms_in_Malaysia/download

https://renew.Org.Au/sanctuary-magazine/ideas-advice/window-ratio-to-floor-area-advice/

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − 4 =