Artikel: Rumah Adat Mbaru Niang Wae Rebo Flores | HBS Blog

  • 3 min read
  • Sep 21, 2020

Keunikan Rumah Adat Mbaru Niang

Rumah adat Mbaru Niang adalah contoh karya arsitektur vernakular yang unik, rumah berbentuk kerucut ini mirip seperti rumah Honai di Papua dan cukup mirip dengan rumah adat di Tanjania, Afrika. Atapnya ditutupi daun lontar, dari atas hingga ke bawah dan hampir menyentuh tanah, Tingginya mencapai 15 m dengan pembagian beberapa lantai. Rumah adat Mbaru Niang dapat ditemukan di kampung Wae Rebo, Gunung Pocoroko, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Rumah adat Mbaru Niang, Wae Rebo

Rumah istiadat Mbaru Niang, Wae Rebo – img by pinterest

Rumah tata cara Mbaru Niang biasanya memiliki diameter lantai dasar lebih kurang 15 m & terbagi atas lima lantai. Rumah adat ini termasuk langka & tinggal hanya beberapa unit saja di wilayah asalnya. Rumah ini biasanya dihuni oleh 6 hingga 8 keluarga. Adapun yg pertama kali menemukan tempat tinggal adat ini justru orang luar Indonesia yaitu antropolog asal Belanda, Catherine Allerton yang mencari daerah Wae Rebo untuk kepentingan penelitiannya.

Tata Ruang

Rumah adat Mbaru Niang secara tata ruang vertikal terbagi atas  5 lantai. Setiap level lantainya mempunyai nama dan fungsinya masing-masing yaitu :

  1. Lantai pertama (lantai dasar) disebut lutur yang dipakai sebagai tempat tinggal dan berkumpul dengan keluarga. Tingkat lutur dibagi tiga, bagian depan ruangan untuk bersama, seperti ruang keluarga. Di bagian dalam adalah kamar-kamar yang dipisahkan dengan papan, sementara dapur ada di bagian tengah rumah.
  2. Lantai kedua merupakan loteng atau disebut lobo berfungsi untuk menyimpan bahan makanan dan barang-barang sehari-hari
  3. Lantai ketiga dinamakan lentar yaitu tempat untuk menyimpan benih-benih tanaman pangan, seperti benih jagung, padi, dan kacang-kacangan
  4. Lantai keempat disebut lempa rae yang digunakan untuk stok pangan apabila terjadi kekeringan,
  5. Lantai kelima disebut dengan hekang kode sebagai tempat untuk sesajian persembahan kepada leluhur.
Proses pembangunan rumah adat Mbaru Niang, Wae Rebo

Proses pembangunan rumah tata cara Mbaru Niang, Wae Rebo – img by designboom

Setiap tempat tinggal istiadat Mbaru Niang memiliki 2 pintu, yaitu pada depan, di belakang. Selain itu jua masih ada empat jendela mini . Pintu depan setiap rumah tata cara dibangun menghadap ke compang. Compang merupakan titik pusat Kampung Wae Rebo yg berada di batu melingkar di depan tempat tinggal primer. Compang digunakan menjadi pusat aktivitas warga untuk mendekatkan diri menggunakan alam, leluhur dan Tuhan.

Struktur & Konstruksi

Rumah adat Mbaru Niang strukturnya terdiri dari 5 lantai yang memiliki fungsi tertentu. Tiang utama dibuat dari bahan kayu Worok, papan lantai dibuat dari kayu Ajang, sementara untuk balok-balok struktur rumah menggunakan kayu Uwu.

Gambar struktur rumah mbaru niang wae rebo

Gambar struktur tempat tinggal mbaru niang wae rebo – hdesignideas.Com

Rangka atap rumah dibentuk menurut bambu, terdapat pula yang dibentuk menurut kayu yg ukuran 1 centimeter, yaitu kayu kentil. Kayu-kayu ini dirangkai membentuk ikatan-ikatan panjang, yg lalu diikatkan secara horizontal menciptakan bundar pada setiap strata lantai tempat tinggal .

Proses pembangunan tempat tinggal istiadat ini dimulai dengan meletakan tiang utama dalam lantai dasar yg dimasukan kurang lebih 1,50 sampai dua.00 meter ke pada tanah. Supaya tiang primer ini tidak cepat lapuk, tiang ini dilapisi ijuk. Lantai dasar tempat tinggal ini dibentuk seperti panggung, tingginya kurang lebih 1.20 m dari permukaan tanah.

pembangunan rumah adat mbaru niang

Proses pemasangan atap – hdesignideas.Com

Tahap selanjutnya merupakan pemasangan balok-balok lantai & langkah yg sama dilakukan sampai lantai yg terakhir. Tiang disetiap taraf lantainya ternyata tidak menerus, tetapi terputus disetiap taraf lantainya. Setelah setiap lantainya berbentuk lingkaran, proses selanjutnnya yaitu memasang rangka atap atap yang terbuat menurut bambu. Rumah ini memakai bahan rotan sebagai bahan balok-balok strukturnya.

Penghargaan

Karena kelangkaan dan keunikannya, rumah adat Mbaru Niang diberikan pengharhargaan oleh UNESCO Asia-Pacific Awards for Cultural Heritage Conservation. Ini merupakan penghargaan tertinggi dalam bidang konservasi warisan budaya tahun pada 2012. Wae Rebo berhasil menyingkirkan pesaing-pesaing dari seluruh dunia yang juga tak kalah uniknya. Selain itu, Rumah adat ini ternyata menjadi salah satu kandidat peraih Aga Khan untuk arsitektur tahun 2013.

Rumah Adat Mbaru Niang, Wae Rebo

Rumah Adat Mbaru Niang, Wae Rebo – pinterest

Demikianlah mengenai Rumah Adat Mbaru Niang pada Kampung Wae Rebo, Flores. Bahkan global sudah mengakui keunikan arsitektur rumah tata cara ini. Sebagai generasi penerus hendaknya bangga memiliki warisan yg terkenal diseluruh dunia. Keunikan rumah ini dapat sebagai wangsit arsitek-arsitek di Indonesia buat membentuk karya yg bisa menghargai kearifan lokal.

Referensi :

Antar, Yori. (2012). “Neka Hemong Wae Rebo”. Majalah Backpackin, Edisi agustus-september 2012. Hal : 30-32 disadur dari Buku Pesan Dari Wae Rebo).

https://id.Wikipedia.Org/wiki/Mbaru_Niang

https://merahputih.Com/post/read/mbaru-niang-rumah-tata cara-rakyat-wae-rebo-pada-ntt

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × one =