Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Scaffolding: Pengertian, Peraturan, Fungsi, Tipe, Kasus, Cara Inspeksi, Istilah Penting, Beban dan Ukuran | HBS Blog

  • Share

Scaffolding adalah struktur semi permanen atau konstruksi pembantu yang berfungsi sebagai penyangga material, penyangga kerja, pemasangan peralatan lain, ataupun sebagai jalan keluar masuk sarana kerja. Beberapa orang juga menyebut scaffolding sebagai perancah atau steger.

Scaffolding dalam Konstruksi. (sumber: australianscaffolds.com.au)

Secara generik, scaffolding akan diharapkan waktu suatu pekerjaan berada pada ketinggian mulai dari 1.8 ? Dua meter.

Biasanya scaffolding terbuat berdasarkan bahan logam besi berbentuk pipa yang dipasang satu menggunakan lainnya membentuk suatu struktur yang kokoh.

Tetapi, di Indonesia sendiri di beberapa loka struktur scaffolding masih menggunakan bahan bambu menggunakan alasan harga material bambu yg lebih terjangkau dan bahan yang relatif melimpah dan ada juga scaffolding dengan bahan kayu.

Di Hongkong jua diketahui pernah ada struktur scaffolding dengan bahan bambu.

Tidak ada pelarangan terkait penggunaan scaffolding berbahan selain besi, namun hendaknya benar-benar harus memperhatikan faktor kekuatan struktur scaffolding & keselamatan dalam bekerja.

Peraturan/undang-undang hukum scaffolding

Melihat berdasarkan sisi aturan, sebenarnya peraturan terkait scaffolding telah terdapat yakni:

  1. Undang-Undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja.
  2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER. 01 / MEN / 1980 tentang keselamatan pada konstruksi bangunan.
  3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan SKB Menteri Pekerjaan Umum No. Kep 174/MEN/1986 dan Pedoman No. 104 / KPTS / 1986 dan pelaksanaan Keselamatan selama kegiatan konstruksi situs, yang diperlukan untuk pelaksanaan pelatihan bagi teknisi scaffolding.

Disamping halnya penggunaan scaffolding yaitu mentaati peraturan pemerintah, hendaknya setiap pelaku konstruksi terkait sadar akan pentingnya pengetahuan & keterampilan pada bidang scaffolding.

Fungsi scaffolding

Fungsi utama scaffolding yaitu sebagai tempat bekerja yang aman dalam proyek konstruksi. Aman yg dimaksud merupakan:

  1. Pekerja konstruksi aman dari terhindarnya kecelakaan akibat kejatuhan benda di proyek.
  2. Pekerja konstruksi aman dari ketinggian.

Jenis-jenis scaffolding

Jenis scaffolding relatif banyak tergantung kebutuhan & jenis proyek yang dikerjakan. Berikut pada bawah ini jenis-jenis scaffolding yg ada.

  • Scaffolding andang
  • Scaffolding tiang
  • Scaffolding besi (beroda dan tanpa roda)
  • Scaffolding menggantung
  • Scaffolding frame
  • Scaffolding dolken
  • Scaffolding two points adjustable suspension (scaffolding 2 titik dengan pengatur suspensi)
  • Scaffolding strip board one side (scaffolding papan strip satu sisi)
  • Scaffolding auxiliary fixtures for pipe (scaffolding perlengkapan pembantu pipa)
  • Scaffolding bracket one side (scaffolfing terkurung satu sisi)
  • Scaffolding independent (scaffolding standar)
  • Scaffolding birdcage (scaffolding sarang)
  • Scaffolding access tower (scaffolding akses tower)
  • Scaffolding kantilever
  • Scaffolding putlog
  • Scaffolding suspended
  • Scaffolding mobile

tipe-tipe scaffolding

Tipe-tipe Scaffolding.

Kasus kecelakaan scaffolding yang pernah terjadi

Berdasarkan laporan Bureau of labour pada Amerika, berkut model kasus kecelakaan scaffolding yg pernah terjadi.

Kecelakaan scaffolding pada Toronto, Canada

  • Scaffolding jenis tower runtuh dalam tahun 2009 bertepatan pada malam natal sehingga menimbulkan korban berjumlah 4 orang & beberapa orang mengalami luka berat. Scaffolding yang runtuh yakni struktur scaffolding setinggi 10 tingkat.

Kecelakaan scaffolding pada Boston, Amerika

  • Kecelakaan scaffolding ini terjadi pada daerah jalan yang sibuk di pusat kota. Kecelakaan pula menyebabkan dua pekerja meninggal dan seseorang pengemudi dekat jalan tadi. Scaffoding yang runtuh diperkirakan seberat 3 ton pada pekerjaan konstruksi bangunan.

Berdasarkan beberapa sumber, pada indonesia pula pernah terjadi kecelakaan scaffolding yakni menjadi berikut.

Kecelakaan scaffolding pada Lamongan

  • Kecelakaan ini terjadi dalam pekerjaan galangan kapal tepatnya pada lamongan Marine Industry (LMI) yang mengakibatkan sebanyakan 13 orang pekerja sebagai korban. Scaffolding runtuh diduga akibat tidak kuatnya struktur dalam menunda beban pekerja. Satu orang mati diketahui dalam insiden ini.

Kecelakaan scaffolding Tol Pandaan-Malang

  • Kecelakaan scaffolding yg berujung maut terjadi pada pekerjaan proyek tol pandaan-malang. Korban meninggal diketahui karena tertimpa struktur scaffolding yang ambruk. Kecelakaan terjadi ketika korban bekerja membongkar scaffolding. Saat hendak melakukan pelepasan rangkaian struktur scaffolding, korban terpleset dan scaffolding ambruk menimpa korban.

Dari beberapa kejadian kecelakaan struktur scaffolding tersebut hendaknya menjadi perhatian professional di bidang konstruksi untuk selalu optimal dalam penggunaan scaffolding, jangan sampai merenggut nyawa dan utamakan keselamatan pekerja.

Jika lebih teliti lagi, sebenarnya kita bisa ketahui beberapa akar permasalahan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan scaffolding yakni:

  • Struktut rancangan scaffolding yang salah.
  • Kurang kompeten dalam konstruksi scaffolding.
  • Terdapat masalah terkait palang penguat, tali pengikat, planking, pagar, pin pengunci, dsb.
  • Tidak ada atau kurangnya inspeksi.
  • Ketiadaan alat pelindung dari jatuh.
  • Kurang diperhatikannya rekomendasi manufaktur.
  • Desain struktur scaffolding yang tidak memenuhi standar.
  • Penggunaan scaffolding dekat dengan area berbahaya (misal: jalur listrik tegangan tinggi).

Cara pemeriksaan scaffolding

Untuk menghindari kecelakaan scaffolding, berikut ada daftar periksa dalam penggunaan scaffolding yakni:

Jalan masuk

  • Jalan masuk aman terjaga.
  • Tidak memanjat scaffolding untuk mencapai platform scaffolding.
  • Ketinggian tangga menuju platform dari permukaan platform yaitu lebih tinggi 2 kaki.

Komponen dan sambungan

  • Komponen terjaga dari kerusakan.
  • Komponen diperiksa inspektor berkualifikasi setiap sebelum shift kerja.
  • Tidak ada modifikasi komponen scaffolding tanpa persetujuan ahli.

Lingkungan

  • Jarak minimal dari kabel listrik = 10ft.
  • Tidak digunakan pada cuaca buruk.
  • Permukaan dasar rata dan kuat.

Proteksi

  • Menggunakan sistem proteksi sesuai dengan tipe scaffolding.
  • Adanya pengaman (toeboard) pada platform untuk mencegah benda jatuh.

Hal yg perlu diperhatikan pada merancang dan membangun scaffolding

Dalam konstruksi scaffolding terdapat beberapa lebih jelasnya yang perlu diperhatikan yakni:

  • Stabilitas: daya dukung tanah untuk struktur scaffolding.
  • Kekuatan: terkait dengan beban (berat, sedang, ringan) dan penguat pada struktur permanen.
  • Keamanan: handrail, tangga, toe board.

Istilah krusial pada scaffolding

  • Base plat: plat landasan scaffolding.
  • Sole plat: papan alas base plat pada permukaan lunak.
  • Standard: pipa yang meneruskan beban ke landasan.
  • Putlog/transom: pipa melintang pada bagian dalam standard.
  • Ledger: pipa membujur pada bagian dalam standard.
  • Brace: pipa menyilang pada bagian luar standar atau putlog atau ledger untuk menguatkan scaffolding.
  • Guard rail: pipa pengaman pada tepi lantai kerja.
  • Platform: lantai kerja tempat pijakan.
  • Board bearer: pipa melintang diatas ledger tempat dudukan lantai kerja.
  • Toe board: papan pengaman pada tepi platform.
  • Bay: luas bidang datar yang dibatasi 4 standard yang berdekatan.
  • Lift: luas bidang tegak lurus yang dibatasi 2 ledger & 3 buah transom.

3 beban yang bekerja pada scaffolding

Beban mati

  • Berat sendiri struktur scaffolding seperti struktur pengaman, landasan, hand rail, pengikat, tangga, dsb.

Beban hidup

  • Berat pekerja, material, perkakas, dsb.

Beban tambahan

  • Beban yang terjadi akibat lingkungan sekitar seperti benturan, angin, hujan, salju, dsb.

3 jenis ukuran scaffolding

  • Scaffolding light duty, untuk penggunaan ringan, maksimal beban = 225 kg/bay.
  • Scaffolding medium duty, untuk penggunaan sedang, maksimal beban = 450 kg/bay.
  • Scaffolding heavy duty, untuk penggunaan berat, maksimal beban = 675 kg/bay.

Demikianlah, pembahasan mengenai Penjelasan Lengkap Scaffolding dalam Konstruksi, semoga bermanfaat bagi teman-teman semuanya.

Jangan lupa meninggalkan komentar, kritik, saran atau diskusi lainnya pada kolom komentar di bawah. Terima kasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

4 + 8 =