Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Serba serbi Rangka Atap Baja Ringan | HBS Blog

  • Share

Salah satu material yang sekarang ini sering dipakai sebagai pengganti material kayu atau baja konfensional adalah baja ringan (cold frame). Material ini dipakai sebagai rangka atap rumah dan bangunan publik. Rangka atap baja ringan ini banyak dipilih karena lebih effisiennya biaya perawatan, dengan keunggulan baja ringan untuk atap rumah yang tahan lama dengan bahan baja ringan tersebut.

Baja ringan dibentuk menggunakan menggulung lembaran baja tipis. Berbeda menggunakan baja konvensional, baja ringan adalah baja mutu tinggi yg memiliki sifat ringan & tipis, namun mempunyai fungsi setara baja konvensional. Baja ringan mempunyai derajat kekuatan tarik yg tinggi yaitu lebih kurang 550 MPa, ad interim baja biasa kurang lebih 300 MPa. Kekuatan tarik & tegangan buat rangka atap ini buat mengkompensasi bentuk atap baja yang tipis. Ketebalan baja ringan buat atap ringan yg tersebar kini ini berkisar berdasarkan 0,4mm ? 1mm.

Pemasangan kuda-kuda rangka baja ringan tidak selaras menggunakan kayu, yakni cenderung lebih rapat. Semakin besar beban yg wajib dipikul, jeda kuda-kuda semakin pendek. Misalnya untuk genteng menggunakan bobot 40 kg/m2 jarak kuda-kuda atap baja sanggup dibentuk setiap 1,4m. Sementara jika bobot genteng mencapai 75kg/m2, maka jarak kuda-kuda atap baja ringan sebagai 1,2m. Kenapa harus digunakan rangka atap baja ringan sang jasa konstruksi? Inilah kelebihan dan kekurangannya:

Kelebihan:

1. Atap baja lebih mengutamakan struktur dengan sistem plat buhul di setiap tumpuan sendi (seperti jembatan) lebih kokoh dari kuda-kuda baja lainnya.

2. Rangka atap baja bisa dipakai dengan genteng metal maupun keramik atau beton yang berat

3. Karena bobot rangka atap yang ringan menurut konstruksi sipil maka dibandingkan kayu, beban yang harus ditanggung oleh struktur di bawahnya lebih rendah (jadi lebih irit strukturnya)

4. Pemasangan yg profesional dan terlatih sampai cepat pengerjaannya

5. Baja ringan bersifat tidak membesarkan api (non-combustible).

6. Tidak bisa dimakan rayap

7. Pemasangan rangka baja relatif lebih cepat apabila dibandingkan rangka kayu.

8. Memungkinkan dipasang pada berbagai ukuran bentang. Pemilihan bentang: 6 m – 8 m (bentang kecil), 8 m – 10 m (bentang menengah), 10 m – 12 m (bentang besar). Lebih dari 12 m (bentang khusus)

9. Baja ringan nyaris tidak memiliki nilai muai dan susut, jadi tidak berubah karena panas dan dingin.

Kekurangannya :

1. Kerangka atap baja ringan tidak bisa diekspos seperti rangka kayu, sistem rangkanya yang berbentuk jaring kurang menarik bila tanpa penutup plafon.

2. Karena strukturnya yang seperti jaring ini maka bila ada salah satu bagian struktur yang salah hitung ia akan menyeret bagian lainnya maksudnya jika salah satu bagian kurang memenuhi syarat keamanan, maka kegagalan bisa terjadi secara keseluruhan (biasanya perhitungan strukturnya langsung dilakukan oleh structural engineer dari aplikatornya)

3. Rangka atap baja ringan tidak sefleksibel kayu yang dapat dipotong dan dibentuk berbagai profil. (makanya jarang digunakan pada bangunan tradisional.

Sumber : Berbagai Sumber

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

one × one =