Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Sistem Ventilasi dan Faktor Yang Mempengaruhi Ventilasi pada Bangunan | HBS Blog

  • Share

Pengertian Sistem Penghawaan

Sistem penghawaan adalah masuk & munculnya udara sebagai fungsi menetralkan suhu pada ruangan. Berikut artinya peranan dasar penghawaan pada bangunan: buat memenuhi persyaratan kesehatan yaitu menyuplai kulaitas udara yang baik ke pada ruangan, dengan cara perputaran udara. Hal ini guna mencapai kondisi sejuk dalam ruang sebagai akibatnya tercapainya kenyamanan thermal.

Sistem Ventilasi dan Faktor Yang Mempengaruhi Ventilasi dalam Bangunan

Sistem Ventilasi dan Faktor Yang Mempengaruhi Ventilasi dalam Bangunan

Penghawaan Alami dengan Sistem Ventilasi

Penghawaan alami merupakan proses pertukaran udara di pada bangunan melalui donasi elemen-elemen bangunan yang terbuka. Sirkulasi udara yang baik di pada bangunan dapat memberikan kenyamanan thermal bagi penghuninya. Aliran udara dapat meningkatkan kecepatan proses penguapan di permukaan kulit sebagai akibatnya bisa menaruh kesegaran bagi penghuni bangunan. Pertukaran udara di pada bangunan jua sangat penting bagi kesehatan.

Di dalam bangunan banyak terbentuk uap air dari berbagai macam aktivitas seperti memasak, mandi, dan mencuci. Uap air ini cenderung mengendap di dalam ruangan. Aneka zat berbahaya juga banyak terkandung pada cat, karpet, atau furnitur, yang timbul akibat reaksi bahan kimia yang terkandung di dalam benda-benda  tersebut dengan uap air. Jika bangunan tidak memiliki sirkulasi udara yang baik, zat-zat kimia tersebut akan tertinggal di dalam ruangan dan dapat terhirup oleh manusia.

Baca pula : Sistem Akustik Bangunan pada Home Teather & Bioskop

Mengacu dalam sistem jendela, maka upaya memasukkan udara memiliki pola-pola tertentu supaya udara tadi dapat melewati suatu bangunan, faktor-faktor yg menentukan pola tadi merupakan :

A. Kondisi Lingkungan

Bangunan, tembok, atau vegetasi yg berbatasan menggunakan tapak akan menaruh impak yg besar dalam aliran udara melewati suatu bangunan.

B. Arah Angin

Angin akan membentuk tekanan yg maksimal ketika posisinya tegak lurus terhadap permukaan & tekanannya akan berkurang kurang lebih 50% waktu angin tersebut berada pada sudut yg miring lebih kurang 45?. Tetapi, angin miring akan sebagai lebih baik lantaran bisa mengisi udara dalam suatu ruang lebih banyak.

C. Lokasi Jendela

Ventilasi silang sangat efektif lantaran udara mengalir menurut tekanan positif yang kuat ke area dengan tekanan negatif yang bertenaga pada dinding di depannya.

Dalam sistem cross ventilation ini dikenal dua macam bukaan, menjadi berikut :

1. Inlet

Merupakan bukaan yg menghadap ke arah datangnya angin sebagai akibatnya berfungsi buat memasukkan udara ke dalam ruangan.

Dua. Outlet

Merupakan bukaan lain di dalam ruangan yang berfungsi buat mengeluarkan udara.

Bukaan yang dimaksud pada atas bisa berupa lubang angin, terali, ventilasi yg bisa dibuka, pintu yang senantiasa terbuka atau pintu tertutup yg mampu mengalirkan udara (contohnya pintu kasa atau pintu berjalusi).

Agar ruangan bisa teraliri udara secara optimal maka perletakan bukaan wajib diubahsuaikan dengan arah datangnya angin. Perletakan/posisi bukaan inlet & outlet pada sistem cross ventilation bisa dibedakan sebagai 2 jenis, menjadi berikut.

1. Posisi diagonal (cross).

Bukaan inlet dan outlet diletakkan menggunakan posisi ini bila angin dating secara tegak lurus (perpendicular) ke arah bukaan inlet.

2.    Posisi berhadapan langsung.

Bukaan inlet dan outlet diletakkan pada posisi ini mana kala angin dating bersudut/nir tegak lurus (obligue) ke arah bukaan inlet.

D.    Sirip Dinding

Sirip dinding dapat menaikkan ventilasi melalui ventilasi yg terpasang pada sisi sama sebuah bangunan menggunakan cara mengganti distribusi tekanannya. Tetapi, setiap jendela wajib mempunyai satu sirip saja. Lebih lanjut, sirip dinding nir akan bekerja bila sirip tersebut ditempatkan pada sisi yg sama menurut tiap ventilasi. Sirip dinding akan berfungsi dengan baik, jika arah angin cenderung miring menggunakan sudut 45?. Jendela dengan tipe swing bisa berfungsi menjadi sirip dinding.

Baca pula : Peraturan SNI Pekerjaan Mekanikal Elektrikal (ME)

E.    Tipe Jendela

Tipe & rancangan jendela akan berpengaruh besar , baik tentang kuantitas maupun arah genre udara. Jendela tipe gantung atau geser, nir bisa membelokkan udara, mereka akan menahan paling nir 50% aliran udara. Sebaliknya jendela yg memakai engsel, dapat memasukkan seluruh genre udara, dapat juga merubah arusnya.

Untuk pembelokkan udara vertikal, pakai ventilasi hopper, awning atau jalousie. Tipe-tipe tersebut juga menangkis air hujan, tetapi permanen menerima masuknya udara. Akan tetapi jendela tipe tersebut, akan menangkis angin yang lewat diatas kepala penghuni, hal ini nir diinginkan dalam ventilasi yg nyaman. Jendela tipe pivot baik diletakkan pada daerah menggunakan aliran udara yg memiliki kecepatan tinggi.

F.    Ukuran dan Lokasi Saluran Masuk dan Saluran Keluar

Secara teknis besaran lubang inlet ( masuk ) harus lebih besar dari dalam outlet ( keluar ) karena akan memaksimalkan kecepeatan arus udara ruang dalam.

Pada upaya rancangan berbasis lingkungan, desain bangunan tinggi turut juga memakai tenaga luar yaitu angin dan mentari sebagai faktor peningkatan kenyamanan, kesehatan, kenikmatan civitas. Ventilasi udara menjadi kebutuhan buat mencapai suatu kondisi ruang yg sinkron untuk tuntutan fungsi, bila pertukaran udara cukup baik maka pengkondisian udara tidak begitu diharapkan.

Sinar surya menjadi salah satu tenaga luar yg dapat dipakai sebagai asal cahaya selain lampu, tetapi wajib diperhitungkan agar cahaya yang masuk tidak mengakibatkan kenaikkan suhu ruangan, sebagai akibatnya harus memikirkan balik pengkondisian udara ataupun ventilasi mekanik. Pada sistem penghawaan alami pada bangunan tinggi, memerlukan perlakuan khusus dikarenakan disparitas tekanan udara, kecepatan angin, tingkat kesehatan udara yang masuk dalam tiap-tiap level lantai bangunan dan jeda antar bangunan.

Baca juga : Perhitungan Zona Daylight dalam Bangunan

Secara prinsip penghawaan alami bisa dicapai melalui pola-pola yang telah dijelaskan sebelumnya, seperti perletakkan bukaan dengan sistem cross ventilation ataupun yg lainnya, hal ini berfungsi menggunakan baik dalam skala bangunan low rise, namun hal ini akan berubah situasional pada high rise.

Diperlukan sistem bukaan yg tidak sinkron. Udara dari alam sangat diperlukan buat mendukung ketenangan penghuni di dalam bangunan. Udara tersebut selain buat menstabilkan hawa pada pada ruangan, dapat pula di gunakan pada sistem AC sentral yang memakai udara. Segala pertimbangan penghawaan dalam high rise building juga mengacu dalam aspek irit, kesehatan, dan berkelanjutan.

Tingkat kebutuhan jendela dalam sebuah high rise building bervariasi bergantung pada ketinggian, kecepatan angin, dan suhu udara lebih kurang, wajib diperhitungkan sebagai akibatnya nir menimbulkan perkara kesehatan & kenyamanan bagi penghuni. Salah satu teknik yang sudah digunakan bertahun-tahun yaitu ventilasi natural buat mengatur kualitas udara pada ruangan dan ketenangan thermal.

Tiga keuntungan primer dari jendela natural yaitu porto efektif, berkelanjutan, menaruh laba kesehatan. Menggunakan pendingan natural akan mengurangi kebutuhan AC, yg akan mengurangi penggunaan energi, operasi, dan biaya pemeliharaan. Penggunaan ventilasi natural pada bangunan tinggi tidak bisa berdiri sendiri, beberapa desain bangunan, menggabungkan sistem ini menggunakan sistem lainnya buat mengurangi impak buruknya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.