Artikel: Standar Perencanaan Tangga : Syarat Tinggi, Lebar dan Panjang Pijakan | HBS Blog

  • 3 min read
  • Feb 11, 2021

Tangga merupakan sistem transportasi vertikal terpenting pada arsitektur bangunan bertingkat. Meskipun telah ada lift dan escalator, namun tangga wajib tetap terdapat menjadi cara terakhir buat naik ke taraf bangunan terutama waktu darurat. Untuk bangunan bertingkat sangat krusial buat mengetahui anggaran membuat tangga sebagai akibatnya tangga nir terlalu tinggi namun tetap ekonomis ruang.

Standar Perencanaan Tangga : Syarat Tinggi, Lebar dan Panjang Pijakan

Standar Perencanaan Tangga – pinterest

Tangga yang terlalu tinggi membuat penggunanya cepat lelah & berbahaya terutama jika dilalui pada keadaan darurat. Jatuh berdasarkan tangga bisa menimbulkan konsekuensi yg tidak baik bagi pengguna bangunan. Jadi merencanakan tangga yang nyaman menjadi hal yg sangat penting.

Baca jua : Sistem Konstruksi dan Bahan Tangga

Merencanakan Tangga yang Nyaman

Untuk bisa naik tangga secara nyaman, maka perlu dipenuhi syarat perencanaan tangga sesuai standar ergonomi yang telah berlaku umum. Standar perencanaan tangga menggunakan hitungan dengan rumus dua kali jenjang (tinggi) ditambah satu kali panjang pijakan datar (panjang) = 2T + P sekitar 58 cm sampai dengan 63 cm.

Ukuran-ukuran tadi diatas berdasarkan akal ukuran kaki dalam umumnya dan langkah orang yg menggunakannya. Apabila tangga terlalu terjal buat dinaiki sekaligus, makan kita dapat melandaikannya dengan cara menaruh dua tangga atau menggunakan menaruh bordes tangga (lantai istirahat).

Jika tangga berbentuk U sehinga ada balok diatasnya, perlu diperhatikan tinggi bebas untuk bisa lewat minimal 200 cm atau lebih, sehingga saat lewat kepala orang tersebut tidak terbentur pada balok diatasnya. Bentuk  tangga harus disesuaikan dengan tata ruang dan arsitektur gedungnya, ruang yang tersedia, sehingga bentuk atau layoutnya dapat bermacam-macam.

Baca pula : Tangga Umum & Tangga Darurat dalam Bangunan

01. Menghitung Tangga menggunakan Mengetahui Ketinggian Antar Lantai

Sebelum menggambar denah tangga pada denah, hal pertama yang harus kita perhatikan adalah ketinggian antar lantai. Ketinggian antar lantai maksudnya disini misalnya tinggi dari 1 ke lantai 2 dihitung dari level lantai yang sudah difinishing (misalnya level lantai yang sudah dipasang keramik).

Dengan menerima berukuran ini, barulah kita sanggup memperoleh jumlah anak tangga & ketinggian masing-masing anak tangga. Dengan adanya ketinggian & jumlah annak tangga barulah kita mampu memperkirakan bentuk tangga yang sesuai dengan ruangan yg terdapat.

Misalnya kita mempunyai bangunan atau rumah menggunakan ketinggian antar lantai 3,3 meter. Jika kita ingin membuat tangga yg sesuai baku, kita sanggup memilih kombinasi paling anak tangga paling tinggi yaitu 16,lima cm dengan lebar pijakan 30 centimeter sebagai akibatnya bisa pribadi dipasangi tile/lantai berukuran 30×30 centimeter. Lebar tangga misalnya 90 cm agar langsung sanggup dipasangi 3 tile/lantai 30×30 cm.

  • 16,5 x 2 + 30 = 63 –> Sudah sesuai standar perencanaan tangga
  • Jumlah Anak Tangga = 3,3 m / 16,5 cm = 330 cm / 16,5 cm = 20 Anak Tangga
  • Atau dibalik, Tinggi anak tangga = 330 cm / 20 = 16,5 cm
  • Karena anak tangga berjumlah 20 maka :
  • Jika tangga lurus memerlukan panjang = (20-1) x 30 cm = 5.7 meter
  • Jika tangga berbentuk U maka memerlukan panjang = ((1/2×20)-1) x 30 cm = 2,7 meter, namun memerlukan lebar 1,8 meter dan tambahan bordes selebar anak tangga yaitu 90 cm sehingga panjang total menjadi 3,6 meter
  • Perencanaan tangga dalam bentuk lain dapat dicari dengan menggunakan gambar

Baca juga : Macam-macam Bentuk dan Bagian-bagian Tangga

02 Merencanakan Tangga Lebih Awal

Untuk perencanaan bangunan atau rumah baru, metode ini bisa dibalik, yaitu dengan merencanakan tangganya terlebih dahulu untuk mendapatkan ketinggian yang sesuai dengan perhitungan tangga yang digunakan sehingga bentuk maupun luasan ruang tangga dapat ditentukan terlebih dahulu baru kemudian dipasang pada tata ruang bangunan.

Baca juga : Detail Tangga Bentuk U – Contoh Gambar AutoCad

03 Toleransi Untuk Rumah Tinggal

Dalam pengalaman saya di lapangan, dalam pembuatan rumah tinggal bertingkat standar ini ternyata banyak ditoleransi karena menyesuaikan dengan lahan rumah yang sempit dan kebutuhan akan ketinggian antar lantai agar ruang lebih tinggi dan lega, maka anak tangga maksimal dapat dibuat setinggi 20 cm. Untuk standar orang Amerika yang memiliki tubuh lebih tinggi bisa dibuat anak tangga setinggi 22 cm.

Sementara anak tangga dibuat miring & overlap sehingga mampu masuk ke pada kurang lebih dua centimeter. Ini akan mengurangi panjang pijakan sebagai akibatnya lebih ekonomis ruang. Namun toleransi ini nir bisa berlaku buat bangunan publik apalagi untuk proyek pemerintah.

Demikianlah tentang Standar Perencanaan Tangga mencakup Syarat Tinggi, Lebar & Panjang Pijakan. Semoga dapat membantu sahabat-teman yang ingin merancang atau membentuk tempat tinggal atau sekedar ingin tahu tentang perancangan tangga pada bangunan.

Referensi :

  • https://www.Wonkeedonkeerichardburbidge.Co.Uk/building-regulations-explained/

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 + thirteen =