Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Struktur Lengkungan Arch Romawi dan Sejarahnya | HBS Blog

  • Share

Pengertian Struktur Arch dan Prinsip Kerjanya

Struktur Lengkungan Arch Romawi & Sejarahnya

Struktur Lengkungan Arch Romawi & Sejarahnya

Struktur Arch atau lengkungan adalah dasar bagi semua sistem struktur kubah yang terdapat saat ini. Struktur ini rupanya sudah diterapkan sejak zaman kejayaan Arsitektur Romawi terdahulu.

Lengkungan merupakan struktur melengkung vertikal yang menjangkau ruang yang ditinggikan dan mungkin tidak menopang beban di atasnya atau dalam kasus lengkungan horizontal misalnya bendungan lengkung yang terdapat tekanan hidrostatik terhadapnya.

Sejarah daan Perkembangan Struktur Arch

Lengkungan mungkin identik dengan kubah, tetapi kubah dapat dikatakan sebagai lengkungan kontinu yang membentuk atap. Lengkungan muncul sejak milenium ke-2 SM dalam arsitektur batu bata milik Mesopotamia. Penggunaan sistematisnya dimulai dengan orang Romawi kuno yang merupakan bangsa pertama yang menerapkan teknik ini pada beragam struktur.

Konstruksi lengkungan pada dasarnya tergantung dalam bagian irisannya. Jika serangkaian blok berbentuk baji, yg di mana tepi atas lebih lebar menurut tepi bawah dipakai menjadi sayap buat mengapit dengan cara seperti yang ditunjukkan dalam gambar pada bawah ini, hasilnya merupakan lengkungan yang berdiri kokoh. Blok-blok ini dianggap voussoirs.

Struktur Lengkungan Arch Romawi & Sejarahnya

Struktur Lengkungan Arch Romawi & Sejarahnya

Setiap voussoir wajib dipotong menggunakan tepat sebagai akibatnya dapat melekat menggunakan kuat dalam permukaan balok lainnya & menopang beban secara seragam. Voussoir sentra diklaim keystone. Titik di mana lengkungan naik dari penyangga vertikal dikenal sebagai pegas, atau garis pegas.

Untuk konstruksi lengkungan, voussoir membutuhkan penyangga berdasarkan bawah sebelum keystone dipasang. Dukungan ini biasanya berupa pemusatan kayu ad interim. Kurva dalam lengkungan dapat berbentuk setengah bulat, segmental (terdiri berdasarkan kurang dari 1/2 lingkaran), atau runcing (2 busur bundar yang berpotongan); kurva noncircular jua bisa dipakai dengan sukses.

Dalam konstruksi pasangan bata, lengkungan mempunyai beberapa keunggulan besar dibandingkan balok horizontal, atau ambang pintu. Lengkungan bisa merentangkan bukaan yg jauh lebih luas karena terbuat menurut batu bata atau batu kecil yang mudah dibawa, nir seperti lintel batu monolitik yg akbar.

Lengkungan pula dapat monopang beban yg jauh lebih akbar daripada yang bisa didukung oleh balok horizontal. Daya dukung ini dari menurut informasi bahwa tekanan ke bawah pada lengkungan memiliki imbas memaksa voussoir bersama-sama meneruskan beban ke arah vertikal, bukannya terpisah seperti pada balok datar.

Tekanan-tekanan ini jua cenderung mendorong blok ke arah luar secara radial. Beban mengalihkan gaya-gaya luar ini ke bawah buat mengerahkan gaya diagonal, yang diklaim gaya dorong, yang akan menyebabkan lengkungan runtuh apabila nir ditopang dengan sahih.

Oleh karena itu, penyangga vertikal, atau tiang, di mana lengkungan diletakkan harus cukup akbar buat menopang dorong dan membawanya ke pondasi (misalnya dalam lengkungan dalam poly struktur Romawi).

Namun, lengkungan bisa bertumpu dalam penyangga yang ringan, ketika terjadi secara berurutan, lantaran daya dorong keliru satu lengkung melawan daya dorong lengkungan pada sampingnya. Sistem permanen stabil selama lengkungan di kedua ujung barisan stress. Sistem ini dipakai dalam struktur seperti jembatan batu melengkung dan saluran air Romawi antik.

Penerapan pada Struktur

Lengkungan dikenal di Mesir kuno dan Yunani tetapi dianggap tidak cocok untuk arsitektur monumental dan jarang digunakan. Orang Romawi, sebaliknya, menggunakan lengkungan setengah lingkaran di jembatan, saluran air, dan arsitektur skala besar. Dalam kebanyakan kasus mereka tidak menggunakan mortar, hanya mengandalkan ketepatan balutan batu pada struktur yang mereka buat.

Orang-orang Arab mempopulerkan lengkungan runcing. Di masjid-masjid mereka bentuk ini pertama kali memperoleh konotasi keagamaannya. Eropa Abad Pertengahan memanfaatkan lengkungan runcing, yg adalah elemen dasar pada arsitektur Gotik.

Pada akhir Abad Pertengahan lengkungan segmental diperkenalkan. Bentuk ini & lengkungan elips mempunyai nilai akbar pada rekayasa jembatan lantaran memungkinkan buat saling mendukung sang deretan lengkungan, membawa gaya dorong lateral ke penyangga pada kedua ujung jembatan.

Selain itu berkembang juga beberapa jenis struktur lengkungan atau struktur arch yang menjadikannya semakin bervariasi.

Struktur Lengkungan Arch Romawi & Sejarahnya

Struktur Lengkungan Arch Romawi & Sejarahnya

Struktur Lengkungan Arch Romawi & Sejarahnya

Struktur Lengkungan Arch Romawi & Sejarahnya

Struktur Arch pada zaman modern

Lengkungan modern dari baja, beton, atau kayu laminasi sangat kaku dan ringan, sehingga dorong horizontal terhadap penyangga kecil; dorongan ini dapat dikurangi lebih jauh dengan merentangkan tali di antara ujung lengkungan.

Demikianlah mengenai sistem struktur Arch atau struktur lengkungan & sejarahnya. Semoga bisa bermmanfaat & menambah wawasan kita menjadi generasi di zaman ini.

Referensi :

https://www.Britannica.Com/technology/arch-architecture/media/32510/4272

https://en.M.Wikipedia.Org/wiki/Arch

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.