Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Supaya Rumah Aman Dan Nyaman Ketika Hujan | HBS Blog

  • Share

Rumah yang nyaman merupakan kemauan buat setiap orang. Meskipun tempat tinggal saya nir rupawan ataupun glamor tetapi saya selalu berusaha buat merawatnya. Postingan ini memaparkan Agar Rumah Aman dan Nyaman di Musim Hujan. Mungkin postingan ini berlaku untuk bangunan-bangunan lainya misalnya sekolahan atau perkantoran.

Mempersiapkan tempat tinggal menghadapi isu terkini hujan telah harus dimulai semenjak menciptakan konsep tempat tinggal .

Supaya Rumah Aman Dan Nyaman Ketika Hujan

Berikut saran buat bagian atap rumah lbarat pepatah, sedia payung sebelum hujan.

1)  Persiapkan atap alias “payung” rumah kita sebelum musim hujan tiba. Sering-seringlah menengok ke atas atap, apakah ada genteng yang sudah perlu diganti atau merosot.

2)  Untuk atap dari beton, asbes, atau sirap, cermati kemungkinan adanya retak rambut. Jika ada beri kawat kasa dan waterproof. Untuk retak besar, harus dibobok dan diplester kembali atau di grouting. Tetapi jika di grouting akan memakan biaya yang cukup besar.

3)   ldealnya, pemeriksaan dilakukan minimal 2 – 3 bulan sekali. Sebab, retak rambut amat kecil dan tidak langsung menimbulkan kebocoran. Baru setelah3-4 kali hujan besar, atap bocor dan air yang merembes bisa membuat atap lapuk.

4) Daerah kerpusan (bubungan) atap juga butuh perhatian ekstra lantaran plester semen pada bagian tersebut kerap bocor. Prinsipnya, semakin dini diperbaiki, semakin murah biayanya. Plafon yang dibiarkan lembab garagara rembesan air, lama-lama bisa ambruk. Risikonya, biaya perbaikan lebih mahal.

5)  Sedapat mungkin gunakan alumunium foil (1- 2 mili) sebagai pelapis antara plafon dan genteng. Selain mengurangi penyerapan panas, juga untuk menghindari tampias.

Misalnya, jika ada ketidaksempurnaan pada pemasangan genteng, almunium berfungsi sebagai tameng bagi atap sehingga air akan turun ke plank dan tak masuk ke dalanr rumah.

6) Cermati segi elevasi (sudut kemiringan) material genteng guna membentuk ketahanan terhadap hujan. Misalnya, genteng keramik mem butuhkan elevasi lebih dari 30 derajat, sedangkan asbes butuh lebih dari 15 derajat.

Jika tidak diindahkan, air hujan tetap bisa masuk lewat genteng. Mengatasinya, pakai overstek (lidah atap) sepanjang 1,dua meter buat melindungi lantai teras & dinding berdasarkan tampias hujan angin.

7) Khusus untuk atap asbes, pemasangan baut atau paku pada asbes harus diperhatikan. Asbes tidak bisa direkatkan dengan paku biasa, karena jika dipalu mudah pecah. Asbes harus dibor dulu, dipasang paku yang dilapisi karet, lalu dipelingkut di area pakunya.

8)   Untuk daerah tropis, material yang paling pas adalah genteng keramik yang lebih liat menghadapi perubahan cuaca dan suhu.

Meredam Panas dan Bising Pada Atap Seng

Atap seng mempunyai kelemahan, yaitu nir bisa meredam panas & bunyi bising ketika turun hujan. Untuk mengatasinya, beri lapisan gabus di bawah lapisan seng tadi sebagai akibatnya posisi gabus terletak di pada ruangan.

Dengan adanya gabus, hawa panas yg masuk bisa berkurang. Demikian juga bunyi hujan yg mengenai atap seng bisa diredam kebisingannya.

Mengatasi Retak Pada Dak Beton

Dari sekian perubahan yang terjadi dalam dak beton, keretakan adalah masalah yang harus segera diselesaikan. Apabila tidak, air akan masuk melalui celah yg retak & dak akan lembap.

Untuk mehgatasi perkara tersebut terdapat cara gampang dan mudah, yaitu:

Ambil gula merah atau gula jawa, kemudian rebus sampai cair. Masukkan cairan gula jawa ke bagian yg retak. Setelah mengering, gula jawa akan menutupi bagian yang retak. Selamat mencoba.

Demikian beberapa solusi yang sanggup dipersiapkan sebelum isu terkini hujan tiba. Sekian dan terimakasih.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

2 × 2 =