Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: Target Sejuta Rumah Dianggap Perlu Direvisi | HBS Blog

  • Share

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diminta merevisi target pembangunan program sejuta rumah. Menurut Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI), Panangian Simanungkalit revisi tersebut akan membuat citra pemerintah lebih baik di mata masyarakat, jika target tersebut tidak tercapai hingga akhir tahun.

Dia menyampaikan, target sejuta rumah nir mungkin bisa dicapai sang pemerintah hingga akhir tahun. ?Ke depan, harus dudukkan dulu persoalannya, dibuat dulu revisi targetnya. Misalnya, menurut tahun 2016-2019. Bisa dicari berdasarkan nomor yang paling mungkin untuk dibangun, contohnya satu juta tempat tinggal pada empat tahun, itu sangat realistis. Jika hal tersebut dilakukan, berarti sudah bagus pemerintahan ini, itu baru gentle,? Ujar Panangian di kantornya.Dia menambahkan, data yang diberikan pada rakyat adalah data manipulatif. Menurut beliau, apabila dihitung secara benarbenar, rumah yang telah terbangun nir seperti apa yg telah dipublikasikan sang Kementerian

PUPR. “Angka itu angka manipulasi. Jadi, pemerintah harus berkomunikasi secara jujur layaknya seperti anak dan orang tua, kalau sekarang ini kan kucing-kucingan,” ujarnya.

Fasilitas KPR

Panangian menjelaskan, jumlah pembangunan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang sebagian besar dibangun pengembang swasta, yakni memanfaatkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR), fasilitas likuiditas pembangunan perumahan (FLPP) hingga September 2015 hanya Rp 5,1 triliun, dengan angka 76 ribu unit. Selain itu, dia melanjutkan, dirinya meragukan ketersediaan sumber pembiayaan program pembangunan satu juta unit rumah senilai Rp 80,3 triliun.

Dia menyarankan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus segera meminta Menteri PUPR mengecek pribadi ke lapangan, untuk menerangkan terdapat pada mana saja proyek sejuta tempat tinggal tersebut. ?Turun ke lapangan, atau blusukan mengecek eksklusif, perlu dilakukan oleh Presiden. Lantaran selain melihat fakta-kabar, pula bisa mencari tahu dilema yang dialami pada realisasi sejuta tempat tinggal tadi,? Istilah dia.

Sumber : Suara Merdeka

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.