Artikel: Teknik Dewatering: Pengertian, Cara dan Metode | HBS Blog

  • 3 min read
  • Agu 05, 2014

Apa itu dewatering?Dewatering atau konstruksi dewatering adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan tindakan menghilangkan/mengurangi air tanah atau air permukaan dari lokasi konstruksi. Biasanya proses pengeringan (dewatering) dilakukan dengan memompa atau menguapkan yang dilakukan sebelum penggalian untuk pijakan awal atau untuk menurunkan permukaan air tanah yang dapat menyebabkan terjadinya masalah selama masa penggalian.

Proses dewatering juga bisa berarti proses memindahkan/mengalirkan air dari suatu lokasi ke lokasi lainnya atau proses pemindahan air tanah. Penerapan dewatering yang benar tentu akan berdampak baik pada sebuah proyek konstruksi dengan memenuhi beberapa praktik yang sesuai dengan ketentuan dan menghindarkan proyek dari masalah yang disebabkan dari pencemaran/bahaya air tanah.

Mengapa dewatering?

Penerapan dewatering dipakai pada sebagian akbar proyek konstruksi lantaran pada proyek konstruksi ini air wajib dikendalikan/diatur agar sebuah proyek tetap pada syarat yang aman sesuai perencanaan. Biasanya pembangun hanya berpikir buat mengalirkan air menggunakan pompa ke suatu lokasi lain tanpa mempertimbangkan imbas dan memperhatikan proses kemana air tersebut dialirkan. Dalam dewatering hal ini sebagai perlu & krusial untuk diatur sebagai akibatnya proyek bisa bekerja dan dikerjakan secara aporisma.

Tindakan pencegahan dalam dewatering

Penerapan dewatering harus dilakukan dengan benar buat menghindari terjadinya hal yg membahayakan misalnya erosi atau abrasi tanah pada lapangan. Hal ini juga krusial buat menentukan lokasi pembuangan/divestasi air, meskipun lokasi tadi terlihat kondusif jauh menurut proyek atau pekerja proyek.

Ada beberapa hal yang dapat digunakan buat menghilangkan sedimen waktu memompa air, seperti kantong dewatering (dewatering bags). Ketika memilih lokasi pembuangan/pelepasan air, ada beberapa hal yang harus diingat yaitu:

  • Air tidak boleh langsung dipompa ke lereng.
  • Penerapan dewatering disarankan adanya dukungan berupa lahan hijau jika tersedia.
  • Sangat penting untuk memperhatikan dan memberhentikan proses dewatering jika area tersebut menunjukkan tanda bahaya seperti ketidakstabilan atau akan terjadinya erosi
  • Saluran yang digunakan untuk proses dewatering harus stabil dan lebih baik jika sudah dilindungi oleh rumput/tumbuh-tumbuhan.
  • Hindari dewatering saat hujan deras karena proses infiltrasi berada pada tingkat minimum dan air akan bergerak lebih pelan atau proses dewatering tersebut bisa dikatakan tidak berfungsi
  • Jangan melakukan dewatering pada air yang telah terkonstaminasi oleh minyak, produk kimia atau semacamnya secara langsung. Dalam hal ini mungkin proses pemisahan air dan minyak mungkin dibutuhkan.
  • Izin dan persyaratan tambahan mungkin dibutuhkan dari lokasi setempat atau instansi terkait
  • Sangat penting untuk memahami tinggi permukaan air tanah di lokasi, karena mungkin air bawah permukaan tanah selalu mendekati permukaan, sehingga rencana dewatering bisa saja tidak bekerja.
  • Teknik dewatering dengan melakukan pemompaan dalah mungkin yang paling umum yang bisa jadi pilihan.

Bagaimana cara menggunakan dewatering bags

Dewatering bags terbuat menurut bahan pabrikasi geotekstil yang kuat yg digunakan untuk menyaring air berdasarkan adanya sedimen menggunakan cara menghilangkan atau menunda sedimen tersebut. Dewatering bags umumnya digunakan pada lokasi dewatering menggunakan lokasi konstruksi yang mempunyai taraf permukaan air tanah yg tinggi atau berada dekat menggunakan garis pantai/sungai. Kantong ini harus diadaptasi dari laju genre air di pompa & jenis sedimen.

Metode dewatering

Pengeringan konstruksi menurut penggalian terbuka atau parit bisa dilakukan dengan beberapa metode. Namun, yang paling sederhana merupakan menguras gravitasi memakai saluran drainase yg membawa air dari wilayah tersebut buat dibawa ke titik pembuangan.

Cara lain yang layak buat pengeringan air adalah pemompaan air, menyedot dan / atau menggunakan ember mesin konstruksi besar buat meraup dan membuang air berdasarkan area yg dipilih.

Saluran bumi yang digunakan buat pengeringan juga mampu dilindungi dengan selokan parit, & perlindungan tambahan harus ditempatkan buat mengurangi kecepatan air dan meminimalkan erosi.

Disarankan buat membentuk proteksi revetment riprap dengan geotekstil buat mencegah erosi tambahan dalam titik pembuangan.

Mencegah air menurut pengaruhnya ke lokasi konstruksi

Bila diketahui bahwa permeabilitas tanah yg rendah, bisa ditemukan, solusi yang mungkin buat mengurangi proses pengurasan merupakan mengisolasi strata permeabel dari sumber air lainnya.

Terkadang, tumpukan lembaran, dinding lumpur, dan tirai grout bisa digunakan sebagai metode buat mencegah air masuk ke parit atau pondasi.

Meskipun solusi ini nir akan menghilangkan perkara, ini merupakan planning yg sangat cantik buat dipakai tingkat bagian atas air tinggi, lantaran masih perlu memompa atau mengeluarkan air dari pondasi atau parit lantaran curah hujan & air yang terperangkap pada daerah tadi.

Bergantung dalam penggunaan sistem, analisis teknik yang lengkap akan dibutuhkan buat menganalisis bagaimana proses ini mensugesti area lain.

Demikian, sedikit info yang bisa kami bagikan mengenai Teknik Dewatering. Jika ada tambahan teman-teman bisa tambahkan di kolom komentar. Terima kasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − 12 =