Artikel: Tips Mengatur Hubungan Kontraktor, Arsitek dan Klien | HBS Blog

  • 3 min read
  • Apr 09, 2017

Seorang Arsitek asal San Francisco, Cary Bernstein memberikan petuah yg bermanfaat: ?Ketahui apa yg kamu inginkan, ketahui menggunakan siapa engkau bekerja & berapa banyak uang yg mampu anda habiskan. Serta, jangan lupa buat bersabar?.

Nasihat dengan kalimat sederhana untuk anda yg sedang mempersiapkan planning menciptakan rumah sendiri.

Mengatur Hubungan Kontraktor, Arsitek dan Klien

Cary Berstein dan Rekan Kerja. (sumber: residentialarchitect.com)

Selama 12 tahun menjalani bisnisnya di San Fracisco – seorang arsitek Cary Bernstein telah mendesain banyak sekali proyek perumahan dan bekerja dengan banyak kontraktor.

Dia tahu benar kesusahan pada menjalin rekanan atau interaksi antara Kontraktor, Arsitek & Klien. Di sisi lain, dia jua tidak bisa memberi petuah yg bersifat rumus eksak.

Beliau hanya mencoba membuatkan sistem yang baik buat ketiga subjek tersebut bekerja sama dengan baik.

Apa langkah pertama yg harus Klien lakukan waktu baru memulai proyek konstruksi?

Hal penting pertama yang Klien harus lakukan adalah mengetahui diri mereka sendiri dengan baik. Mereka harus menyisihkan waktu untuk memperhatikan bangunan ruang yang menjadi referensi dan mereka sukai.

Hal tadi sanggup eksklusif dilakukan menggunakan cara survei langsung di perumahan yg disukai atau melihat & membaca literatur referensi berdasarkan majalah-majalah ternama.

Pada akhirnya, Klien sangat diperlukan bisa menuangkan inspirasi mereka dengan baik, tentang apa yg mereka butuhkan dan inginkan, dan kemudian arsitek akan mengembangkan pandangan baru tadi, dan kontraktor akan mengerjakannya.

Sekali saja klien bertindak buat memulai proyek sebuah proyek konstruksi, maka keputusan buat memilih arsitek & kontraktor terbaik berada di pilihan mereka. Tentunya sudah sinkron cita-cita & menurut survei literatur sebelumnya.

Apakah seorang arsitek selalu diperlukan?

Itu tergantung dari ukuran dan tingkat kompleksitas dari sebuah proyek. 2 hal penting yang bisa arsitek bantu kembangkan adalah sebuah desain dan set dokumen konstruksi yang baik.

Sebuah desain yang baik akan berbicara lebih dan sebuah set dokumen konstruksi yg teratur akan berdampak dalam keteraturan proyek konstruksi dari segi finansial, emosional dan proses konstruksi itu sendiri agar bisa berjalan menggunakan lancar & sesuai harapan oleh pemilik atau klien.

Apa hal terpenting seseorang Klien, Arsitek dan Kontraktor yang mampu dilakukan buat mengklaim proses konstruksi lancar?

Hal terpenting seorang klien bisa lakukan adalah memilih seorang arsitek dan kontraktor dengan tingkat profesionalisme dan komitmen yang tinggi.

Hal yg paling krusial seorang arsitek sanggup lakukan adalah mendengarkan klien dan menyiapkan segala halnya melalui sebuah set desain dokumen konstruksi.

Hal yg paling penting kontraktor bisa lakukan merupakan membaca gambar beserta spesifikasi dari sebuah desain yg sudah jadi buat dikerjakan di lapangan.

?Construction, especially at the residential scale, is a very human endeavor and is vulnerable to all of life?S surprises?. -Cary Bernstein, Architect

uc?export=view&id=19CooXT OO0WuLCAb2RiNBpv rTHnc4Ta

Studio milik Cary Berstein. (asal: cbstudio.Com)

Bagaimana membimbing Klien pada memilih Kontraktor yg sahih?

Hal ini adalah sebuah dilema yang unik. Banyak diantara pemilik rumah atau klien tidak mempunyai cukup informasi mengenai kontraktor.

Mereka mempercayakan hal tadi kepada arsitek buat dipilihkan kontraktor yang menurut mereka terbaik.

Hal ini terkadang membuat posisi seseorang arsitek menjadi canggung: jika kontraktor terpilih tidak bekerja menggunakan baik, maka menciptakan posisi seseorang arsitek menjadi bersalah.

Seorang arsitek seharusnya mencoba membantu seseorang klien dengan cara menciptakan klien merasa aman dan nyaman atas pilihan mereka sendiri.

Hal ini berarti mengedukasikan klien untuk melakukan survei dan riset yang baik.

Seorang arsitek juga sanggup merekomendasikan klien buat melakukan diskusi dengan klien lainnya, mengobrol ke klien lain yg sudah bekerja sama menggunakan kontraktor sebelumnya dan menanyakan pertanyaan misalnya: ?Bagaimana rekanan antara kontraktor dan arsitek pada proyek rumah anda kemarin??, ?Apakah kontraktor tersebut profesional dan bertanggung jawab?? Atau ?Apakah anda menemukan perkara dengan pekerja, apabila terdapat, bagaimana kamu mengatasinya??.

Ketiga pertanyaan tersebut hanyalah contoh menurut sebuah percakapan buat menggali informasi menurut pihak lain yang mampu membantu seorang yg baru akan memulai proyek konstruksi tempat tinggal barunya.

Apa hambatan utama seorang klien terhadap kontraktor?

Kendala atau masalah utama yang biasa dihadapi seorang klien adalah jadwal proyek yang tidak sesuai, biaya yang membengkak dan pekerjaan yang kurang sesuai spesifikasi.

Seorang arsitek seharusnya sudah mengatasi ekspetasi klien semenjak awal tentang perkara atau kendala yg biasa terjadi pada lapangan.

Tanpa menciptakan klien menjadi pesimis, arsitek mampu menghimbau untuk antisipasi keterlambatan proyek & fenomena biaya yg semakin tinggi.

Hal ini berarti bahwa setiap kemajuan pada proyek selalu berdampingan sejumlah biaya yg harus dimuntahkan.

Pada proyek pada lapangan akan selalu terdapat kemungkinan kasus yang nir bisa diprediksi, seluruh terjadi tiba-tiba.

Seorang tukang diceraikan istrinya atau pelaksana proyek menerima warta ibunya sedang sakit.

Kemungkinan semacam ini sudah seharusnya ada pada dalam ketua semenjak berdasarkan awal.

Apakah kepribadian klien membantu dalam penentuan kontraktor yang akan direkomendasikan menurut arsitek?

Pada kenyataannya, Cary Bernstein pernah berceita mengenai kliennya yang mempunyai ekspetasi yang tinggi tentang profesionalisme.

Bagi klien yang seperti ini, maka jangan pernah merekomendasikan kontraktor, sebaik apapun kinerja mereka karena sebagai perkara pada akhirnya.

Bisakah seseorang klien bernegoisasi dengan kontraktor?

Tentu bisa, tetapi seharusnya hal ini menjadi sebuah kolaborasi bukan awal dari sebuah proses yang tidak menyenangkan. Klien bisa saja berkata, “tawaranmu adalah 300 juta dan kami hanya punya 200 juta. Bisakah kita membuat pekerjaan proyek menjadi 200 juta saja?”.

Terkadang terdapat klien yang tidak memahami menahu tentang pembagian laba berdasarkan kontraktor dan tentang bagaimana usaha keras & kesulitan yg dihadapi ketika adanya perubahan perhitungan desain.

Sangat baik buat dijaga pada pikiran, terkadang menjadi kontraktor adalah hal yg menyenangkan.

Ada nasihat menyampaikan, jika kita ingin menyenangkan semua orang maka lebih baik jualan es krim saja.

Semoga kita semua bisa menjalin hubungan dan bekerja sama serta bertemu dengan klien, arsitek dan kontraktor yang menjunjung tinggi komitmen dan profesionalitas.

Berlangganan update artikel modern via email:

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 1 =