Artikel: Tips Menghtiung Dimensi Kolom dan Dimensi Balok serta Tebal Pelat Lantai dalam Bangunan | HBS Blog

  • 2 min read
  • Sep 21, 2020

Dalam merancang dan menggambar bangunan, kita tak jarang dihadapkan menggunakan masalah perhitungan berapa besar berukuran kolom & balok yg diharapkan buat menopang ruang yang kita rancang. Apalagi bila bangunan bertingkat yg pasti mempunyai beban lantai sehingga lebih berat.

Menghtiung Dimensi Kolom dan Dimensi Balok serta Tebal Pelat Lantai

Menghtiung Dimensi Kolom & Dimensi Balok dan Tebal Pelat Lantai pada Bangunan

Sejatinya, dimensi kolom dan balok termasuk pondasi & sloof serta pelantaian merupakan tanggung jawab pakar struktur. Untuk bangunan skala menengah hingga besar wajib hukumnya menyertakan alhi struktur dalam perancangan.

Arsitek, meskipun mungkin bisa menghitung tetapi nir memiliki tanggung jawab buat hal tersebut. Jadi perhitungan berikut adalah murni buat termin perancangan saja.

Perhitungan besaran dimensi kolom & balok sangat berpengaruh waktu merancang gambar denah juga tampak apalagi rabat. Jika kita sanggup memprediksi lebih awal maka kita mampu mengantisipasi posisi maupun bentukan kolom/balok yang relatif besar dan menggangu kelegaan ruang. Sehingga kita bisa membuat gambar yang lebih seksama.

Adapun besaran dimensi kolom dan balok dipengaruhi oleh panjang bentangan antar kolom. Misalnya sebuah tempat tinggal bertingkat yang memiliki bentangan 6 meter, maka perhitungan dimensi kolom dan baloknya merupakan sebagai berikut :

Contoh Kasus Perhitungan Dimensi Balok & Kolom :

– Bentangan antar kolom berjarak 6 meter

– Tentukan dimensi kolom

– Tentukan dimensi balok induk dan balok anak

– Tentukan tebal pelat lantai

Setelah mengetahui bentangan, kita tidak eksklusif menentukan besaran kolom. Hal yg pertama yang dihitung adalah balok karena balok lah yang menanggung beban bentangan.

1. Menghitung Dimensi Balok Induk dan Balok Anak

Menghitung dimensi balok

Menghitung dimensi balok

Semakin jauh jeda bentangan balok, meningkat jua balok yg menopang (supaya tidak melendut) dan semakin tinggi balok semakin lebar juga dimensi balok tadi.

a. Tinggi Balok Induk = 1/12 bentang –> 1/12 x 6 m = 0,5 m = 50 cm

b. Lebar Balok  = 1/2 tinggi balok –> 1/2 x 50 cm = 25 cm

c. Tinggi Balok Anak = 1/15 bentang –> 1/15 x 6 m = 0,4 m = 40 cm

d. Lebar balok = 1/2 tinggi balok –> 1/2 x 40 cm = 20 cm

Jadi dimensi balok induk = 25 x 50 cm ad interim balok anak 20 x 40 cm. Lebar balok mampu juga dihitung 2/tiga tinggi balok.

Dua. Menghitung Dimensi Kolom

Menghitung Dimensi Kolom

Menghitung Dimensi Kolom

Setelah mendapatkan dimensi balok, barulah mampu dihitung besaran penampang kolom buat menopang balok tersebut.

a. Lebar penampang kolom = lebar balok + (2 x 5 cm) –> 25 cm + (2 x 5 cm) = 25 + 10 cm = 35 cm

Jadi berukuran kolomnya adalah 35×35 centimeter. Jika menggunakan kolom pipih (setebal tembok 15 cm) maka perhitungan luasnya harus permanen sama dengan luas ukuran yang didapat dari rumus pada atas.

B. Dimensi apabila memakai kolom pipih

35 x 35 cm = 15 x panjang pipih –> panjang pipih = 35 x 35 / 15 = 81,67 cm (dibulatkan menjadi 82 cm)

Jadi berukuran kolomnya (jika kolom pipih) sebagai 15 x 82 cm

3. Menghitung Tebal Pelat Lantai

Menghitung tebal plat lantai

Menghitung tebal plat lantai

Tebal pelat lantai tergantung struktur & pembesian yg digunakan, namun umumnya berlaku rumus sebagai berikut :

a. Tebal pelat lantai = 1/40 bentang –> 1/40 x 6 m = 0,15 m = 15 cm

Jadi tebal pelat lantainya merupakan 15 cm.

Sekali lagi, perhitungan ini hanya buat kepentingan perancangan atau mampu dikatakan buat keperluan sketsa awal buat memprediksi saja. Sementara perhitungan dimensi aslinya pastilah lebih rumit termasuk pertimbangan bahan & kualitas beton.

Baca Juga :

  • Pengertian Kolom pada Bangunan
  • Berbagai Jenis Kolom pada Konstruksi Bangunan
  • Kolom Praktis pada Bangunan
  • Detail Kolom Beton
  • Pengertian Dilatasi pada Bangunan

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 2 =