Artikel: TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SUPERVISOR PRODUKSI DI PABRIK INDUSTRI | HBS Blog

  • 5 min read
  • Nov 03, 2017

Menjalankan sistem management kepemimpinan di dalam struktur organisasi pabrik industri pada perlukan kerjasama & komunikasi yg solid pada antara para pemegang tongkat kepemimpinan di masing – masing divisi juga sektor.

Salah satu Posisi kepemimpinan di pada struktur management pada pabrik industri adalah Supervisor.

Supervisor atau supervisi merupakan salah satu gelar jabatan yang pada berikan dari perusahaan pada seorang Karyawan atau pekerja untuk mengemban Tugas menjadi top leading section pada lapangan.

Adapun Tugas Pokok sebagai Supervisor Produksi adalah menjadi Berikut :

  • Mengkoordinir job pekerjaan di lapangan.
  • Menginformasikan kepada Atasan setingkat tentang Perkembangan di lapangan dari segi Quality, Safety, Delivery, produktivity produksi.
  • Menginformasikan kepada Atasan setingkat tentang kondisi dan situasi mesin produksi.
  • Menjalin kerjasama dan komunikasi yang harmonis antar sesama section untuk meningkatkan performa hasil produk maupun mesin produksi.
  • Menjalin kerjasama dan komunikasi yang intensif antar sesama divisi dari segi Quality dan produktivity.
  • Dan Lain – lainnya.

Adapun Tanggung Jawab sebagai Supervisor Produksi adalah sebagai Berikut :

  • Membawahi Segenap Karyawan atau pekerja yang mempunyai jabatan di bawahnya, seperti Foreman, leader, dan operator.
  • Membentuk dan meningkatkan skill kerja bidang produksi dan pengetahuan umum di dalam pabrik untuk para bawahannya.
  • Menjaga dan menciptakan pola pikir bawahannya untuk peduli dan tanggap Terhadap basic rule di dalam Bekerja.
  • Meningkatkan kepemahaman bawahannya tentang pengertian safety di dalam Bekerja.
  • Menjaga performance kerja di lingkup area kerja bersama bawahannya atau team kerjanya.
  • Menjadi Duta atau penyampai permasalahan yang di alami para bawahannya kepada atasannya.
  • Dan lain – lainnya.

Sebuah perusahaan Atau pabrik industri umumnya memiliki Macam – Macam Divisi atau Departement yg di mana divisi tersebut pada tempatkan pada sektor masing – masing Sesuai menggunakan keahlian berdasarkan divisi tadi.

Tujuan di tempatkanya Macam – Macam divisi tadi adalah buat mengkoordinasi & memudahkan dalam penanganan Terhadap hal – hal yang terjadi pada dalam proses pembuatan output produksi ataupun seluruh hal aktifitas yg mendukung Perkembangan perusahaan.

Berikut merupakan beberapa model struktur divisi atau departement di pada perusahaan :

  • Divisi Produksi
  • Divisi Engineering
  • Divisi Ppc
  • Divisi Work Technical
  • Divisi Quality Assurance
  • Divisi HRD
  • Divisi GA
  • Divisi Safety
  • Divisi Environment
  • Divisi Ware House

Sedangkan struktur divisi tadi pada pimpin sang seseorang General Manager yg Membawahi pekerja atau Karyawan berdasarkan jabatan level operator hingga jabatan Deputi General Manager.

Di dalam struktur divisi di bentuk beberapa class yg di sebut dengan section.

Sedangkan section itu sendiri adalah bagian terkecil berdasarkan sebuah struktur pada sebuah pabrik industri.

Di bentuknya section pada pada divisi adalah buat mempersempit Ruang kerja untuk lebih sebagai khusus, sebagai akibatnya pada maksudkan supaya pada penanganan perkara yang herbi produksi atau non produksi lebih mudah & cepat.

Section mampu pada katakan sebagai PIC atau Person In Charge yg terdiri dari sekelompok orang buat menguasai area kerja tertentu berdasar instruksi berdasarkan Pimpinan tertinggi divisi.

Sekelompok orang yg berada di pada struktur Section tadi di pimpin sang Seorang Supervisor yg bertugas & bertanggung jawab penuh buat menjalankan & menjaga sectionnya Sesuai tujuan perusahaan di bidang Safety, Quality, Produktivity, Cost, & Delivery produk.

Hal – hal yang pada lakukan sang seorang supervisor produksi di dalam aktifitas aktivitas Sehari – hari adalah sebagai Berikut :

1) Memimpin Senam sebelum Bekerja.

Kebanyakan hari ini pabrik industri atau sebuah perusahaan mewajibkan bagi seluruh karyawannya untuk melakukan senam sebelum memulai aktifitas rutin hariannya atau bekerja.

Maksud dari melakukan Senam Sebelum bekerja merupakan buat :

  • Sebagai pemanasan organ tubuh agar siap melakukan pekerjaan atau rutinitas harian.
  • Untuk pembugar anggota tubuh agar tidak terjadi cidera otot karena masih kaku.
  • Sebagai penyemangat secara jasmani sebelum bekerja.

2) Briefing Sebelum Bekerja.

Sebelum melakukan pekerjaan rutinitas seseorang supervisor produksi terlebih dahulu dengan mengawali aktifitasnya menggunakan memimpin briefing.

Fungsi menurut Briefing ini merupakan sebagai Berikut :

  • Inputan informasi dari member shift sebelumnya tentang kondisi di section tersebut yang berisi menyangkut tentang adanya trouble atau masalah di bidang mesin produksi, pencapaian produksi, safety, Quality, Delivery, Dan Lain – lainnya.
  • Komunikasi tentang Rencana kerja yang akan di tindak lanjuti di hari tersebut.
  • Membahas hasil kerja yang di agendakan di hari sebelumnya.
  • Menyampaikan progress dari section dan target yang harus di capai oleh section tersebut.
  • Menyampaikan Perkembangan perusahaan yang berisi tentang safety dan target pencapaian produk.
  • Membahas kerjasama yang di lakukan dengan antar section atau juga kerjasama dengan divisi lain di dalam pabrik industri.
  • Menyampaikan kondisi Perkembangan intern section kepada member.

Di pada sebuah management suatu organisasi, administrasi merupakan suatu hal yg sangat krusial buat mendukung kemajuan dan Perkembangan organisasi tersebut.

Dengan adanya administrasi semua data aktifitas yg di kerjakan akan tersimpan & memudahkan kita buat mendokumentasikan semua arsip – file penting di dalam struktur.

Contoh administrasi job yg di kerjakan sang seseorang supervisor produksi di pabrik industri adalah menjadi berikut :

  • Mengerjakan data – data section yang berhubungan dengan aktifitas harian seperti pencapaian produksi, Kondisi mesin produksi, kejadian trouble yang terjadi pada mesin produksi.
  • Menginput data – data penting seperti jobdesk member section secara harian, mingguan, bulanan, dan tahunan.
  • Membuat schedule pekerjaan yang akan di kerjakan.
  • Membuat materi On The Job Training untuk member di section baik secara teori maupun praktek.
  • Mengecheck kondisi administrasi absensi bawahan.
  • Mentanda tangani surat – surat penting yang berhubungan dengan section, misalnya surat order barang, surat masuk barang, surat SKD dari bawahan, surat cuti dari bawahan, Form – form ijin pekerjaan yang akan di lakukan oleh bawahan atupun out side kontraktor.
  • Dan lain – lainnya.

4)  Mengecheck Kondisi di Lapangan.

Supervisor produksi adalah keliru satu karyawan yang mempunyai job yg herbi aktifitas pada lapangan atau yang berafiliasi pribadi menggunakan mesin produksi atau output produksi.

Secara pribadi seseorang supervisor produksi memang memiliki tangan agama buat mengontrol penuh mengenai aktifitas di lapangan.

Namun terkadang seseorang supervisor produksi pula mempunyai saat buat terjun ke lapangan guna memastikan bahwa kondisi di lapangan aman terkendali.Terkadang pula seseorang supervisor produksi ikut serta membantu bekerja di lapangan menghandle job untuk menaikkan pencapaian sasaran produksi atau ketepatan delivery ke next proses.

Berikut adalah beberapa model aktifitas yg pada lakukan oleh seorang supervisor produksi di saat berada di lapangan merupakan :

  • Mengecheck hasil pekerjaan yang di lakukan oleh bawahan di section tersebut.
  • Memastikan bahwa kondisi di lapangan aman dan terkendali baik dari segi produksi, hasil produksi, mesin produksi, quality produksi, safety produksi, delivery next proses, dan lain – lainnya.
  • Melakukan koordinasi dan komunikasi dengan section lain maupun divisi lain yang berhubungan dengan intern sectionnya.
  • Memantau dan memonitor cara kerja bawahan secara langsung.
  • Membantu handling kerja para bawahan sebagai bukti bahwa mereka adalah team yang solid.
  • Mengecheck kondisi kebersihan area kerja di intern sectionya.
  • Mendata segi abnormal atau kekurangan di area kerja di intern sectionnya.
  • Dan Lain – lainnya.

Informasi & komunikasi pada dalam struktur organisasi merupakan hal dasar yang penting demi kemajuan & perkembangan struktur itu sendiri. Informasi & komunikasi adalah pemersatu antar member di sebuah struktur serta adalah indera yang ampuh buat mempererat tali kekeluargaan di antara para member di pada struktur tersebut.

Adapun beberapa contoh bentuk komunikasi & berita yg di motori oleh seseorang supervisor produksi di dalam pabrik industri merupakan sebagai berikut :

  • Menginformasikan semua aktifitas di lapangan kepada atasan setingkatnya yaitu assisten manager atau manager divisi.
  • Menginformasikan kepada bawahannya tentang kebijakan dan program – program dari divisi maupun perusahaan.
  • Menjalin komunikasi dan informasi dengan kepala section lainnya atau dengan kepala section di divisi lainnnya.
  • Negosiasi tentang adanya permintaan waktu dari divisi teknisi untuk melakukan perbaikan mesin yang mengalami trouble atau permasalah yang lainnya.
  • Menjalin komunikasi dengan divisi lain tentang safety, quality produk, dan Delivery produk ke next proses.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai tugas dan tanggung jawab supervisor produksi di pabrik industri.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen + 9 =