Artikel: TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TEKNISI LISTRIK INSTALASI DI PABRIK INDUSTRI | HBS Blog

  • 6 min read
  • Mei 12, 2017

Listrik dalam dasarnya pada lingkungan pabrik industri adalah galat satu asal nyawa kehidupan buat mesin – mesin produksi agar sanggup beroperasi. Karena sumber listrik merupakan sumber tenaga primer yg pada supply ke penggerak – penggerak utama mesin produksi atau yg biasa di sebut dengan motor drive.

Dengan motor drive tersebutlah maka konvoi part – part mesin produksi bisa beroperasi buat membentuk sebuah output produk. Selain motor drive masih poly lagi part – part mesin produksi yg sanggup bekerja dengan pada supply sang power listrik.

Di pada pabrik industri kebutuhan kelistrikan pada bagi sebagai beberapa titik item misalnya sebagai berikut :

  • Kelistrikan untuk keperluan pengoperasian mesin produksi yang di koordinasi oleh Teknisi Elektrik. Baca Selengkapnya tentang Tugas dan Tanggung Jawab Teknisi Elektrik.
  • Kelistrikan untuk keperluan Penerangan Lingkungan pabrik  Industri yang di koordinasi oleh Teknisi Listrik Instalasi.

Dengan beroperasinya mesin produksi pada dalam pabrik industri maka secara otomatis membutuhkan sebuah penerangan berupa lampu buat menciptakan area kerja yang aman & nyaman dan menghindarkan berdasarkan potensi bahaya yg bisa menimpa operator mesin produksi juga karyawan atau pekerja di sekitarnya.

Dengan adanya kebutuhan listrik penerangan di dalam beroperasinya mesin produksi maka secara otomatis pihak pabrik membutuhkan seorang energi pakar pada bidang listrik Instalasi yaitu seorang Teknisi Listrik Instalasi.

Syarat – syarat sebagai seseorang Teknisi Listrik Instalasi tentunya harus mempunyai dasar – dasar kelistrikan yg relatif mumpuni dan cakap pada bidangnya, selain itu juga seorang Teknisi Listrik Instalasi lebih tahu mengenai instalasi atau cara – cara membuat sistem kelistrikan yg memadai sesuai kebutuhan di pada pabrik industri.

Adapun tugas pokok sebagai seseorang Teknisi Listrik Instalasi di sebuah pabrik industri adalah sebagai berikut :

  • Memperbaiki mesin produksi yang rusak secara instalasi Listrik agar mesin produksi bisa segera beroperasi kembali.
  • Melakukan perawatan terhadap part – part Kelistrikan Instalasi pada  mesin produksi agar tidak terjadi kerusakan atau trouble yang fatal di saat mesin produksi sedang beroperasi.
  • Melakukan perbaikan Instalasi Listrik dengan cara improvement atau melakukan peningkatan qualitas secara Sistem dari Kelistrikan tersebut.
  • Mendata dan menyiapkan part – part Instalasi Listrik di mesin produksi sebagai spare part untuk mengantisipasi terjadinya trouble yang berulang.

Sedangkan Tanggung Jawab Seorang Teknisi Listrik Instalasi adalah sebagai berikut :

  • Menjaga kondisi Sistem kelistrikan Instalasi supaya aman dan tidak terjadi trouble shooting.
  • Menjadi koordinator utama di bidang Kelistrikan Instalasi.
  • Menangani segala permasalahan yang terkait dengan Kelistrikan Instalasi.

Berikut merupakan beberapa bentuk kegiatan pelaksanaan berdasarkan tugas dan tanggung jawab yang di lakukan secara umum oleh seorang Teknisi Listrik Instalasi pada mesin produksi sebuah pabrik industri atau perusahaan :

1) DAILY CHECK.

Daily check atau pengecheckan harian merupakan aktifitas pengecheckan terhadap kondisi Instalasi Listrik di dalam pabrik atau di luar pabrik oleh seorang Teknisi Listrik Instalasi yg pada lakukan secara rutin setiap hari.

Tujuan berdasarkan daily check ini adalah :

  • Untuk mengetahui kondisi Instalasi kelistrikan secara maximal baik dari segi fungsi kerja maupun proses kerja sehingga kita bisa  meminimalisir terjadinya trouble atau masalah yang di alami mesin secara Listrik Instalasi.
  • Untuk list data terhadap kondisi part atau komponen Listrik Instalasi di  mesin  produksi yang membutuhkan penanganan special.
  • Memastikan bahwa kondisi mesin produksi dari segi Listrik Instalasi dalam kondisi yang performa.

Adapun jenis aktifitas atau hal hal yg di lakukan sang seseorang Teknisi Listrik Instalasi di dalam daily check adalah sebagai berikut :

a) Check kondisi Panel Power Supply Listrik.

Maksud berdasarkan pengecheckan ini merupakan memastikan bahwa bagian – bagian part Listrik Instalasi yg ada di pada panel power supply nir terdapat abnormal kondisi seperti :

  • Tidak ada joint skun kabel yang kendor pada terminal kabel.
  • Kondisi panel tidak ada benda asing yang tersimpan seperti kertas atau benda asing lainnya.
  • Kondisi di dalam panel tidak ada debu kotoran atau sarang laba – laba.

Kondisi di dalam box panel pastikan selalu dalam kondisi bebas benda asing lantaran dengan adanya benda – benda asing pada dalam box panel maka hal tersebut bisa mengakibatkan adanya kebakaran akibat terjadi konsleting.

Begitu jua dengan adanya baut conect kabel pada terminal kabel yg kendor sanggup mengakibatkan percikan api power listrik, yg lalu mampu menjadikan kebakaran.

B) Check Kondisi Box Joint Kabel.

Pengecheckan Joint kabel yg ada di box bertujuan buat memastikan syarat joint kabel tidak terdapat abnormal seperti hal – hal berikut :

  • Adanya joint kabel yang tidak kencang atau lepas.
  • Adanya lapisan Isolator yang sudah mulai usang atau mengelupas.
  • Adanya susunan kabel joint yang tidak rapih.

Pengecheckan kondisi Instalasi kabel yg di kerjakan sang seorang Teknisi Listrik Instalasi bertujuan buat :

  • Memastikan bahwa tidak ada kondisi instalasi kabel yang rusak seperti kropos karena gigitan tikus, tidak instalasi kabel yang kurang rapih, dan lain – lain.
  • Memastikan tidak ada benda asing yang mengganggu sepanjang instalasi kabel tersebut.
  • Memastikan bahwa sepanjang instalasi kabel listrik tersebut bersih dan terhindar dari tumpukan sarang serangga.

Sebagai Teknisi Listrik Instalasi memiliki job harian misalnya melakukan pengecheckan kondisi lampu penerangan baik yg berada pada dalam ruangan, pada area mesin produksi, pada area jalan kemudian lintas di luar juga di pada pabrik.

Adapun tujuan seseorang Teknisi Listrik Instalasi melakukan pengecheckan tadi adalah sebagai berikut :

  • Memastikan tidak ada lampu penerangan yang tidak berfungsi atau mati.
  • Memastikan kondisi lampu unit tidak ada sarang laba – laba.
  • Melakukan pengecheckan terhadap kondisi fisik unit lampu penerangan seperti kondisi tiang lampu, kondisi cap cover lampu.

Dua) SHUT DOWN.

Shut down mini merupakan kegiatan yang di kerjakan sang seorang Teknisi Listrik Instalasi buat melakukan pemugaran pada mesin produksi pada saat mesin stop dengan waktu yang telah pada scheduling atau yang sudah pada tentukan di setiap bulan.

Shut down akbar merupakan schedule aktifitas perbaikan mesin yg dilakukan setiap tahunan.

Shut down ini melibatkan semua teknisi yang berhubungan dengan mesin produksi, di antaranya Teknisi mekanik,  Teknisi elektrik, Teknisi listrik, Teknisi instrument dll.

Tujuan shut down adalah buat melakukan perawatan total terhadap part -part mesin produksi supaya syarat mesin selalu performa & buat meminimalkan adanya trouble shooting yg berfokus.

Adapun hal – hal yg di lakukan oleh para Teknisi Listrik Instalasi pada waktu shut down merupakan menjadi berikut :

  • Melakukan perbaikan terhadap kerusakan Instalasi Listrik yang hanya bisa di kerjakan pada saat mesin produksi harus stop.
  • Follow Up perbaikan abnormal kondisi di Unit Instalasi Listrik yang di temukan pada saat daily check.
  • Melakukan Inspeksi atau pengecheckan dengan pengambilan data pada part – part tertentu.
  • Aplikasi adanya improvement atau penambahan part – part tertentu seperti penambahan Unit box kabel dan lain – lain.
  • Re new all part – part Instalasi Listrik atau penggantian total untuk part – part yang sudah tidak layak pakai.
  • Mengerjakan job – job request dari member produksi atau departement lain yang berhubungan dengan mesin produksi dari segi safety maupun produktivity delivery, misalkan ada penambahan area penerangan.

Melakukan shut down yang di lakukan setiap bulan ini biasanya membutuhkan ketika lebih kurang 2 s/d 4 jam buat setiap satu mesin.

Sedangkan shut down tahunan yg telah di rencanakan umumnya membutuhkan saat sekitar sehari s/d 10 hari tergantung kebijakan dan kebutuhan dari masing – masing perusahaan.

3) TROUBLE SHOOTING

Trouble shooting adalah menangani atau memperbaiki Unit Instalasi pada saat mengalami abnormal kondisi atau mengalami kerusakan.

Trouble shooting sanggup pada lakukan menggunakan kondisi mesin stop mendadak atau pula bisa Teknisi Listrik Instalasi nego ke produksi member buat stop mesin melakukan pemugaran kerusakan yg di alami sang unit Instalasi kelistrikan.

Terjadinya trouble shooting karena tidak berfungsinya part – part Listrik Instalasi sesuai standartnya.

4) PREFENTIVE MAINTENANCE

Prefentive Maintenance adalah aktifitas pekerjaan perbaikan terhadap Unit Instalasi Listrik yang di lakukan oleh seorang Teknisi Listrik Instalasi pada saat mesin stop dengan cara nego atau meminta waktu kepada member produksi untuk melakukan perbaikan Unit Instalasi.

Adapun saat pengerjaan ketika prefentive maintenance ini umumnya nir butuh saat usang yaitu antara lima – 60 mnt saja.& lebih cepat daripada melakukan shut down.

Adapun tujuan prefentive Maintenance ini merupakan sebagai berikut :

  • Melakukan perbaikan terhadap kerusakan Unit Instalasi Listrik yang sifatnya urgent atau kerusakan pada Unit Instalasi Listrik yang harus segera di lakukan perbaikan.
  • Mencegah adanya kerusakan yang lebih fatal pada part – part Unit Listrik Instalasi.
  • Adanya trouble yang menyangkut safety atau keselamatan terhadap operator produksi maupun terhadap mesin.

5) WORK SHOP JOB

Work shop job adalah  aktifitas yang di lakukan oleh seorang Teknisi Listrik Instalasi untuk menyiapkan part – part sebagai spare Unit Listrik Instalasi yang di lakukan di work shop atau bengkel kerja.

Adapun aktifitas tadi adalah sebagai berikut :

  • Melakukan perbaikan terhadap part – part  Instalasi Listrik yang rusak supaya spare part tersebut siap pakai untuk mengganti pada saat tejadi kerusakan part di mesin produksi.
  • Membuat part – part yang sekiranya spare part yang di Unit tidak ada, seperti membuat tiang lampu.
  • Merancang atau merakit hasil improvement yang nantinya akan di pasang atau di aplikasikan di mesin.

6) IMPROVEMENT

Improvement merupakan aktifitas pekerjaan yang dilakukan oleh seorang Teknisi Listrik Instalasi yang meliputi tentang pengembangan mutu fungsi Unit Instalasi, Peningkatan lifetUnit, Penambahan quantitas part unit Instalasi.

Tujuan dari Improvement ini merupakan sebagai berikut :

  • Mereduce cost dari penggunaan part Unit Listrik Instalasi.
  • Meminimalisir jumlah penggunaan part Unit Listrik Instalasi.
  • Mengganti dari part yang sudah tidak layak pakai  menjadi part yang baru.
  • Menghindari adanya trouble yang tak terduga yang lebih fatal.
  • Meminimalisir penggunaan sumber Energi Listrik.
  • Menciptakan area kerja yang aman dan nyaman.
  • Menciptakan area kerja yang bersih.

Melakukan pendataan spare part Unit Listrik Instalasi adalah buat mengetahui jumlah dan jenis spare part yang di pakai & pada butuhkan Oleh Teknisi Listrik Instalasi.

Hal ini bertujuan buat :

  • Mengantisipasi adanya stock spare part yang tersedia di gudang persediaan.
  • Untuk menghindari tidak adanya stock spare part pada saat ada trouble urgent yang membutuhkan spare part.
  • Untuk menjaga minimal stock spare part di gudang.
  • Untuk melakukan order pengadaan spare part.

Adapun yang pada lakukan pada waktu melakukan check spare part pada mesin adalah meliputi :

  • Nama part.
  • Tipe part.
  • Marker part
  • Jumlah part yang di pakai.

Setelah melakukan pendataan part yg ada pada mesin, Kemudian pastikan bahwa part tadi mempunyai stock spare di gudang minimal 1 atau 2 barang sehingga pada waktu part yang di mesin mengalami trouble & mengharuskan untuk di ganti, maka secara otomatis kita sanggup segera menggantinya dan kondisi mesin kembali kondusif & sanggup berproduksi pulang.

Bayangkan apabila part yang pada mesin rusak dan tidak mampu di perbaiki & harus ganti part baru tetapi kita tidak ada atau nir punya spare di gudang..?? Hal ini niscaya akan membuat mesin produksi kita stop total dan menunggu usang.

Apabila pada gudang kita tidak terdapat stock spare part, maka segera order buat pengadaan part sebelum adanya trouble part yg ada di area.

Demikianlah Uraian singkat mengenai tugas dan tanggung jawab menurut seorang Teknisi Listrik Instalasi di sebuah pabrik industri atau perusahaan.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 5 =