Menu
Desain Rumah – Desain Interior – Bangun Rumah – Renovasi Rumah

Artikel: TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TEKNISI MEKANIK DI PABRIK INDUSTRI | HBS Blog

  • Share

TUGASDANTANGGUNGJAWABTEKNISIMEKANIKDIPABRIKINDUSTRI

Sebuah Industri atau perusahaan atau lebih populernya adalah pabrik, baik itu pabrik berskala kecil maupun besar yang notabene aktif untuk beraktifitas berproduksi untuk mengolah atau membuat suatu barang jadi atau barang setengah jadi.

Hal tersebut bisa di pastikan bahwa suatu pabrik mempunyai atau menggunakan mesin untuk berproduksi atau untuk menghasilkan hasil olahan produk dari pabrik tersebut.

Dan komponen – komponen dari mesin yang di gunakan oleh pabrik tersebut tidak terlepas dari pergerakan,baik itu pergerakan secara manual maupun automatis.

Dari effect pergerakan kerja secara kontinue dari mesin tersebut secara life time atau waktu akan mengurangi optimalisasi kerja dan produktivitas kerja terhadap mesin produksi tersebut.

Untuk menghindari hal ini maka tidak menutup kemungkinan suatu pabrik atau industri akan merekrut seorang teknisi atau orang yang berkompeten dalam hal penanganan menghadapi masalah permesinan produksi. Secara prosentase terhadap pergerakan mesin produksi di dominasi oleh mekanisme kerja secara mekanik.

Dalam kesempatan ini, penulis mencoba menjabarkan dari tugas dan tanggung jawab beserta aktivitas sehari – hari dari seorang teknisi mekanik di sebuah pabrik industri atau perusahaan.

Tugas dan tanggung jawab pokok dari seorang teknisi mekanik adalah sebagai berikut :

  • Melakukan perawatan terhadap part – part mesin produksi secara mekanik agar tidak terjadi kerusakan atau trouble yang fatal pada saat mesin sedang berproduksi.
  • Memperbaiki mesin produksi yang rusak secara fisik, supaya mesin segera bisa beroperasi kembali
  • Melakukan perbaikan mesin produksi melalui improvement atau meningkatkan qualitas dari mesin produksi tersebut.
  • Mendata dan menyiapkan part – part mesin sebagai spare part untuk mengantisipasi terjadi trouble berulang.

Berikut adalah beberapa bentuk aktivitas pelaksanaan dari tugas dan tanggung jawab yang di lakukan secara umum oleh seorang teknisi mekanik di mesin produksi sebuah pabrik industri atau perusahaan :

1) DAILY CHECK ( PENGECHECKAN HARIAN )

Daily check atau pengecheckan harian adalah aktivitas pengecheckan terhadap kondisi mesin produksi oleh seorang teknisi mekanik yang di lakukan secara rutin setiap hari.

Tujuan dari daily check ini adalah :

  • Untuk mengetahui kondisi mesin secara maximal baik dari segi fungsi kerja maupun proses kerja sehingga kita bisa  meminimalisir terjadinya trouble atau masalah yang di alami mesin.
  • Untuk list data terhadap kondisi part atau komponen mesin yang membutuhkan penanganan special.
  • Memastikan bahwa kondisi mesin produksi dalam kondisi yang performa.

Adapun jenis aktivitas atau hal hal yang di lakukan oleh seorang teknisi mekanik di dalam daily check adalah sebagai berikut :

* Check kondisi lubrikasi atau pelumasan pada bagian part – part mesin produksi

Maksud dari pengecheckan ini adalah memastikan bahwa bagian – bagian part mesin yang menggunakan atau memerlukan lubrikasi atau pelumasan benar – benar terlubrikasi serta memastikan bahwa sistem lubrikasi atau pelumasan berfungsi secara optimal.

Karena lubrikasi atau pelumasan adalah hal paling terpenting di dalam pergerakan kerja part – part atau bagian mesin produksi ,Tanpa adanya sebuah lubrikasi dalam sistem pergerakan part – part mesin bisa di pastikan part – part mesin akan over heat dan terjadi keausan.

Maka dalam hal ini  lubrikasi atau pelumasan part mesin bisa dikatakan sebagai nyawanya sebuah mesin.

Bahan yang di gunakan sebagai lubrikasi di mesin produksi biasanya berbentuk Grease dan Oli.

Adapun sistem lubrikasi yang di gunakan adalah dengan sistem sirkulasi menggunakan motor pump electrik dan pump angin pneumatik.

Sedangkan Hal – hal yang perlu di lakukan pengecheckan dalam job ini adalah :

  • Check isi atau volume grease di dalam tabung grease
  • Check kondisi flow out atau keluaran grease di part mesin
  • Check isi atau volume oli di dalam tanki oli
  • Check dan lihat secara visual aliran oli lubrikasi atau pelumasan pada flow glass oli.
  • Check drain atau sirkulasi balik dari oli lubrikasi
  • Check apakah ada kebocoran lubrikasi di pipping grease atau oli.
  • Check secara fungsi dari keseluruhan sistem lubrikasi

* Check kondisi pergerakan mesin produksi secara visual apakah terjadi abnormal atau tidak.

Pastikan bahwa setiap pergerakan dari part mesin itu sesuai dengan yang seharusnya,misalkan gerakan maju mundur, gerakan up down, gerakan berputar, pergerakan zig – zag pergerakan setengah lingkar maupun pergerakan lainnya.

Apabila seseorang teknisi mekanik menemukan adanya abnormal dalam pergerakan part mesin ini, pastikan bisa diklasifikasikan dalam urgenitas, apakah mesin produksi tersebut masih bisa menghasilkan produk atau tidak sama sekali.

Jika masih bisa dalam toleransi produk maka bisa di lakukan sebagai list masalah, namun jika mesin tidak bisa menghasilkan produk sama sekali dari effect masalah pergerakan part tersebut maka bisa di lakukan perbaikan langsung.

* Check dari fungsi part atau komponen dari mesin produksi apakah berfungsi dengan baik atau tidak.

Untuk memastikan bahwa part mesin produksi itu berfungsi atau tidak bisa di lakukan dengan cara melihat atau monitor mesin dalam kondisi running,   dengan catatan kita harus menjaga safety diri kita selaku teknisi mekanik di saat melakukan pengecheckan mesin secara visual.

Contoh dari aktivitas ini adalah memastikan bahwa part mesin bisa berfungsi seperti bisa membuka dan menutup, berfungsi secara ON – OFF, berfungsi menjepit atau tidak, bisa memotong atau tidak, bisa mengalir atau tidak, bisa panas atau tidak, bisa dingin atau tidak, bisa menyedot atau tidak, bisa membuang atau tidak, dll.

* Check kondisi part dari mesin produksi apakah terjadi kerusakan atau tidak.

Kerusakan pada part mesin produksi bisa di lihat secara visual baik melalui mesin running maupun stop, hal ini bisa terlihat dari adanya perubahan fisik atau bentuk dari part mesin tersebut.

Salah satu contoh apabila part mesin ada kerusakan adalah terjadi perubahan bentuk pada part, adanya suara aneh di bagian part, adanya bekas kikisan dari part, adanya bekas kebocoran oli atau minyak di part hydrolik, adanya bekas luka di bagian part, adanya kebocoran angin di part pneumatik, dan lain – lain.

* Check kondisi part atau komponen mesin produksi dari segi ada perubahan posisi atau tidak.

Untuk memastikan ada atau tidaknya perubahan posisi part atau komponen mesin bisa di check saat kondisi mesin running.

Dengan kondisi mesin running maka di saat itu pula kita bisa melihat bahwa ada perubahan posisi part mesin dengan ciri – ciri misalkan ; pergerakan part mesin goyang karena baut kendor sehingga bereffect posisi part geser, Adanya baut lock yang sudah aus sehingga membuat part geser dan posisi berubah, Adanya baut pengikat patah sehingga part berubah posisi, dan lain – lain.

* Check kondisi nut dan baut pada part mesin.

Maksud dari mengecheck kondisi nut dan baut pada part mesin adalah apakah terjadi kekendoran atau tidak kencangnya nut dan baut dalam mengikat part mesin.

Kondisi adanya kekendoran ini bisa terlihat dari kepala nut dan baut tidak saling menempel rapat, adanya nut dan baut yang kendor juga bisa terlihat dari bodinya yang goyang saat mesin produksi running, Check juga apakah ada nut dan baut yang tidak lengkap, karena antara nut dan baut adalah satu kesatuan yang tidak boleh terpisah, Check juga kelengkapan jumlah dari pasangan nut dan baut dari seharusnya yang terpasang di part mesin.

* Check kondisi dan situasi di area sekitar mesin produksi memenuhi standart kebersihan atau tidak.

Perusahaan atau pabrik yang bagus adalah mereka yang peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar, baik itu di mesin maupun di lingkungan luar mesin produksi.

Hal ini termasuk salah satu aktivitas tugas sebagai seorang teknisi mekanik.

Pastikan di area sekitar mesin produksi bersih atau tidak ada barang – barang part mesin yang tidak terpakai atau barang – barang yang berbentuk sampah.

Hal ini tentunya untuk menjaga qualitas produk yang akan di hasilkan oleh mesin tersebut.

Apabila ada barang – barang yang tidak terpakai berada di sekitar mesin produksi,  di khawatirkan akan terjadi kontaminasi antara hasil produk dengan barang – barang yang tidak terpakai atau sampah tersebut.

* Check apakah ada part atau benda lain yang bisa mengganggu aktivitas kerja mesin produksi.

Selain menghindarkan area mesin produksi dari sampah atau part yang tidak terpakai adalah pastikan area kerja mesinn produksi tidak ada perlengkapan kerja lain yang bisa berpotensi menganggu aktivitas member produksi.

Misalkan alat kerja kita selaku teknisi mekanik berada di area kerja member produksi atau dekat dengan mesin produksi.

* Koordinasi dan input masukan atau informasi dari operator mesin produksi.

Bekerjasama dengan member produksi adalah salah satu cara untuk menjaga supaya kondisi mesin selalu aman tidak ada masalah. Karena member produksi adalah orang yang selalu berhubungan dan tahu seluk beluk kondisi mesin saat running.

Sehingga tak jarang member produksi selalu memberi masukan atau inputan dan request adanya perbaikan atau pengembangan improve tentang kondisi mesin produksi.

Dan dari informasi member produksi juga kita bisa tahu kondisi sesungguhnya yang terjadi pada mesin produksi sehingga kita bisa melanjutkan untuk investigasi di mesin dan melakukan perbaikan.

2) WEEKLY CHECK( PENGECHECKAN MINGGUAN )

Weekly check atau pengecheckan mingguan adalah aktifitas pengecheckan terhadap kondisi mesin produksi oleh seorang teknisi mekanik yang di lakukan secara rutin setiap minggu.

Tujuan dari weekly check adalah:

  • Untuk mengetahui kondisi temperatur atau suhu panas dari bagian part – part mesin produksi seperti bearing, pillow block dan part – part yang berputar.
  • Menghindari adanya kebakaran part mesin yang di sebabkan karena adanya over heat part mesin yang tidak  di ketahui sebelumnya.

Dalam pengecheckan temperatur dari part – part tersebut menggunakan alat check temperatur. Adapun model alat check ada yang berbentuk laser dan sentuh dengan tampilan angka digital.

Adapun bagian – bagian dari part yang perlu di lakukan pengecheckan temperatur atau suhu panas adalah sebagai berikut :

* Pillow block

Pillow block Adalah part dari mesin yang berfungsi sebagai tumpuan berputarnya shaft roll yang berukuran diameter kecil sampai besar.

Pillow block mempunyai berbagai  ukuran dari ukuran kecil sampe besar tergantung kebutuhan di mesin produksi.Dan pillow block menggunakan lubrikasi dengan grease.

Pillow block terdiri dari kumpulan ball – ball bearing yang di bungkus oleh casing yang kemudian satu unit casing bearing tersebut di bungkus lagi oleh body casing tersendiri yang di design untuk bisa di supply lubrikasi grease setiap saat. Karena pillow block di lengkapi neple grease atau jalur untuk supply grease manual.

Pillow block cenderung lebih awet dan kuat dalam hal life time karena ball – ball bearing dari pillow block yang selalu berputar mengikuti perputaran shaft roll bisa di lubrikasi secara kontinue.

Adapun cara mengecheck temperatur atau suhu panas dari pillow block adalah dengan mengarahkan sinar laser atau menempelkan alat check temperatur ke body pillow block. Untuk standart temperatur pillow block  yang aman adalah di bawah 70 Derajat Celsius.

Jika angka suhu panas pillow block tinggi, maka bisa di pastikan ada abnormal kondisi dari pillow block tersebut.

Biasanya hal tersebut terjadi karena :

  • Tidak adanya grease lubrikasi pada pillow block, cara penanganannya adalah segera tambah atau supply pillow tersebut dengan grease.
  • Kondisi ball – ball bearing sudah aus, terluka atau oblag, penangannya adalah ganti pillow block yang baru.
  • Kondisi shaft roll line aus sehingga pada saat berputar menjadi goyang dan menyebabkan adanya getaran tinggi di pillow block, penanganannya adalah ganti atau repair shaft roll yang aus.

* Bearing

Bearing adalah part dari mesin produksi yang berfungsi sebagai tumpuan berputarnya shaft roll yang berukuran dari kecil sampe besar.

Bearing mempunyai bermacam macam ukuran dari yang ukuran kecil sampai yang ukuran besar tergantung kebutuhan diameter shaft.

Penggunaaan bearing bisa di pakai oleh diameter shaft roll yang kecil sampai besar juga tergantung kebutuhan fabrikasi mesin produksi. Untukk sistem lubrikasi yang di gunakan oleh bearing adalah grease.

Bearing terdiri dari kumpulan ball – ball bearing yang di bungkus oleh casing saja. Bearing dengan pillow block adalah sama – sama part yang menggunakan lubrikasi grease, Sedang letak perbedaan di antara keduanya adalah kalau PILLOW BLOCK ball bearing nya bisa di supply grease lubrikasi melalui neple grease yang menyatu dengan casing pillow block sedangkan BEARING tidak bisa di grease lubrikasi, karena bearing tidak mempunyai neple grease.

Life time atau tingkat keawetan dari bearing cenderung lebih pendek dari pada pillow block karena kondisi ball bearing hanya mengandalkan grease lubrikasi dari awal fabrikasi,dan selanjutnya tidak bisa di lubrikasi lagi.

Jika kita menghendaki bearing supaya bisa di grease lubrikasi sebagaimana seperti pillow block bisa kita lakukan dengan melakukan improve atau modifikasi sistem lubrikasi grease pada bearing dengan menambahkan pipping lubrikasi untuk menyalurkan grease ke ball-ball beaing.

Untuk pengecheckan temperatur bearing sama halnya seperti saat pengecheckan suhu panas pillow block yaitu dengan cara mengarahkan sinar laser atau menempelkan alat check temperatur pada body bearing. Untuk temperatur bearing yang aman adalah di bawah 70 derajat celcius.

Hal sama pun terjadi pada bearing jika terjadi suhu panas tinggi di sebabkan karena hal sebagai berikut :

  • Tingkat grease lubrikasi yang di ball bearing sudah habis atau kering sehingga ball bearing tidak terlubrikasi secara langsung pada saat terjadi perputaran, untuk model kondisi bearing yang tidak bisa di supply grease baru karena tidak ada installasi pipping grease maka Penanganannya adalah segera ganti bearing unit dengan bearing unit yang baru. Sedangkan untuk model bearing yang ada instalasi pipping untuk supply grease maka penanganannya jika ball bearingnya kering karena tidak ada grease adalah segera supply atau isi bearing dengan grease baru.
  • Ball – ball bearing sudah aus atau rusak, penangannya adalah Segera ganti bearing unit dengan bearing unit yang baru.
  • Adanya casing bearing yang aus atau oblag dan juga bisa karena shaft roll yang aus sehingga oblag, Hal ini bisa menyebabkan perputaran roll menjadi tidak stabil sehingga bereffect adanya getaran tinggi di beairing unit. Penanganannya adalah ganti atau repair casing bearing dan repair atau ganti shaft  roll yang aus atau oblag.

* METAL BUSHING

Metal bushing adalah part dari mesin produksi yang berfungsi sebagai tumpuan berputarnya shaft roll yang berukuran diameter besar.

Secara fungsi pada dasarnya adalah sama seperti fungsi dari pillow block dan bearing, Namun metal bushing ini berbeda dari segi material, karena metal bushing terbuat dari material tembaga sedangkan pillow block dan bearing terbuat dari baja campuran.

Metal bushing cenderung di gunakan sebagai tumpuan putaran pada roll – roll yang berukuran besar, Sehingga Jenis lubrikasi yang di gunakan untuk melumasi di dalam metal bushing ini adalah aliran oli yang di supply dari sistem pump lubrikasi oli secara sirkulasi.

Adapun cara mengecheck temperatur suhu panas pada metal bushing adalah dengan mengarahkan sinar laser atau menempelkan alat check temperatur pada body metal bushing.Untuk temperatur metal bushing yang aman adalah di bawah 60 derajat Celcius.

Adapun hal – hal yang bisa menyebabkan temperatur suhu panas metal bushing tinggi adalah :

  • Volume oli lubrikasi yang mengalir di sistem metal bushing terlalu kecil, Penangananya adalah setting ulang volume aliran oli lubrikasi.
  • Tidak lancarnya aliran oli lubrikasi di dalam metal bushing,Hal ini di sebabkan karena adanya kotoran yang menyumbat saluran sirkulasi oli lubrikasi. Penanganannya adalah cleaning saluran sirkulasi oli lubrikasi di metal bushing.

Monthly check atau pengecheckan bulanan adalah pengecheckan terhadap kondisi mesin produksi yang di lakukan oleh teknisi mekanik dan di lakukan secara rutin setiap sebulan sekali.

Pengecheckan bulanan yang di lakukan adalah mengecheck vibrasi atau getaran dari part – part penting yang di mesin, Dengan tujuan sebagai berikut :

  • Untuk medeteksi getaran dari part mesin supaya bisa terdeteksi limit aman dari part tersebut.
  • Untuk mengetahui kondisi performa dari part mesin tersebut.
  • Untuk mendeteksi tingkat  keausan dari part mesin tersebut.

Adapun maksud dari pengecheckan vibrasi atau getaran part mesin ini adalah untuk mengetahui seberapa besar vibrasi dari part mesin tersebut, Semakin besar getaran atau vibrasi dari part mesin menunjukkan bahwa kondisi part mesin tersebut sudah mengalami keausan atau abnormal lainnya.

Pengecheckan vibrasi part mesin menggunakan alat deteksi vibrasi atau vibrator check. Untuk vibrasi atau getaran pada part mesin yang aman adalah di bawah 3mm/S.

Sedangkan bagian part – part mesin yang perlu di lakukan check vibrasi adalah sebagai berikut :

* GEAR BOX

Gear Box adalah Sekumpulan roda gigi atau gear yang di satukan dalam box yang berfungsi untuk mentranfer atau meneruskan putaran motor drive ke beban kerja atau work side.

Gear box juga bisa berguna untuk mereduce dari putaran tinggi motor drive ke putaran rendah beban kerja tergantung ratio yang di kehendaki.

Untuk melumasi perputaran antar roda gigi atau gear maka di dalam gear box di isi dengan oli dengan kekentalan atau viscositas tertentu sesuai kebutuhan.

Adanya oli sebagai pelumas gear box ini dengan maksud untuk mereduce atau melumasi dan meredam putaran antar gear atau roda gigi, supaya tidak terjadi keausan yang fatal di roda gigi atau gear.

Adapun cara untuk mengecheck vibrasi atau getaran dari gear box tersebut dengan cara menempelkan ujung alat check ke body gear box yang di butuhkan, biasanya di pangkal shaft gear box atau flange. Apabila terjadi getaran yang besar biasanya di sebabkan karena kondisi gear atau roda gigi sudah aus atau juga bisa karena kondisi bearing yang sebagai penumpu shaft gear box aus.

* CYCLO DRIVE

Cyclo drive adalah unit drive yang hanya mempunyai shaft input sebagai penghubung dari motor drive dan shaft out put sebagai penerus putaran ke beban kerja.

Di dalam box cyclo drive ini terdapat sekumpulan roller -roller yang berfungsi untuk menstabilkan putaran in put dan out put sesuai ratio yang di perlukan. Roller roller beserta bearing di rendam oleh oli pelumas putaran di dalam box cyclo drive.

Fungsi cyclo drive pada dasarnya sama seperti gear box yaitu meneruskan putaran dari motor drive ke beban kerja, Merubah putaran tinggi dari motor drive menjadi putaran rendah ke beban kerja sesuai ratio roda gigi atau gear yang berada di dalam cyclo drive

Untuk melumasi roda gigi dan roler yang ada di dalam cyclo drive biasanya menggunakan oli dan grease tergantung type dan model dari cyclo drive itu sendiri.

Cara pengecheckan vibrasi pada cyclo drive sama halnya pada saat pengecheckan vibrasi gear box.

4) SHUT DOWN

Shut down kecil adalah aktivitas seorang teknisi untuk melakukan perbaikan pada mesin produksi pada saat mesin stop dengan waktu yang sudah di scheduling atau yang sudah di tentukan di setiap bulan.

Shut down besar adalah schedule aktifitas perbaikan mesin yang dilakukan setiap tahunan.

Shut down ini melibatkan semua teknisi yang berhubungan dengan mesin produksi,di antaranya teknisi mekanik, teknisi electrik, teknisi listrik, teknisi instrument, Dan lain – lain.

Tujuan shut down adalah untuk melakukan perawatan total terhadap part -part mesin produksi supaya kondisi mesin selalu performa dan untuk meminimalkan adanya trouble shooting yang serius.

Adapun hal – hal yang di lakukan oleh para teknisi pada waktu shut down adalah sebagai berikut ;

  • Melakukan perbaikan terhadap kerusakan mesin produksi yang hanya bisa di kerjakan pada saat mesin produksi harus stop.
  • Follow Up perbaikan abnormal kondisi di mesin produksi yang di temukan pada saat daily check.
  • Follow Up perbaikan abnormal kondisi di mesin produksi yang di temukan pada saat monthly check.
  • Melakukan Inspeksi atau pengecheckan dengan pengambilan data pada part – part tertentu.
  • Aplikasi adanya improvement atau penambahan part – part tertentu.
  • Re new all part – part mesin atau penggantian total untuk part – part yang sudah tidak layak pakai
  • Mengerjakan job – job request dari member produksi atau departement lain yang berhubungan dengan mesin produksi dari segi safety maupun produktivity delivery.

Melakukan shut down yang di lakukan setiap bulan ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 2 s/d 4 jam untuk setiap satu mesin.

Sedangkan shut down tahunan yang sudah di rencanakan biasanya membutuhkan waktu sekitar sehari s/d 10 hari tergantung kebijakan dan kebutuhan dari masing – masing perusahaan.

5) TROUBLE SHOOTING

Trouble shooting adalah menangani atau memperbaiki mesin produksi pada saat mesin tersebut mengalami abnormal kondisi atau trouble atau mesin produksi mengalami kerusakan.

Trouble shooting bisa di lakukan dengan kondisi mesin stop mendadak atau juga bisa teknisi nego ke produksi member untuk stop mesin melakukan perbaikan.Terjadinya trouble shooting karena tidak berfungsinya part – part mesin produksi sesuai standartnya.

6) PREFENTIVE MAINTENANCE

Prefentive Maintenance adalah aktifitas pekerjaan perbaikan terhadap mesin produksi yang di lakukan oleh seorang teknisi pada saat mesin stop dengan cara nego atau meminta waktu kepada member produksi.

Adapun waktu pengerjaan saat prefentive maintenance ini biasanya tidak butuh waktu lama yaitu antara 5 – 60 menit saja.dan lebih cepat daripada melakukan shut down.

Adapun tujuan prefentive Maintenance ini adalah sebagai berikut :

  • Melakukan perbaikan terhadap kerusakan mesin yang sifatnya urgent atau kerusakan pada mesin yang harus segera di lakukan perbaikan.
  • Mencegah adanya kerusakan yang lebih fatal pada part – part mesin.
  • Adanya qualitas produk trouble sehingga harus segera di lakukan perbaikan.
  • Adanya trouble yang menyangkut safety atau keselamatan terhadap operator produksi maupun terhadap mesin.

7) WORK SHOP JOB

Work shop job adalah  aktifitas yang di lakukan oleh seorang teknisi untuk menyiapkan part – part sebagai spare mesin produksi yang di lakukan di work shop atau bengkel kerja.

Adapun aktifitas tersebut adalah sebagai berikut :

  • Melakukan perbaikan terhadap part – part  mesin yang rusak supaya spare part tersebut siap pakai untuk mengganti pada saat tejadi kerusakan part di mesin produksi.
  • Membuat part – part yang sekiranya spare part yang ada di mesin produksi tidak ada.
  • Merancang atau merakit hasil improvement yang nantinya akan di pasang atau di aplikasikan di mesin.

8) IMPROVEMENT

Improvement adalah aktifitas pekerjaan yang dilakukan oleh seorang teknisi yang meliputi tentang pengembangan mutu fungsi part mesin, peningkatan performa life time part mesin, penambahan quantitas part mesin, merubah cara kerja part mesin dan lingkungan area kerja, Melakukan perubahan tehadap kondisi mesin yang lebih baik

Tujuan dari Improvement ini adalah sebagai berikut :

  • Mereduce cost dari penggunaan part mesin.
  • Meminimalisir jumlah penggunaan part mesin.
  • Mengganti dari part yang sudah tidak layak pakai  menjadi part yang baru.
  • Menghindari adanya trouble yang tak terduga yang lebih fatal.
  • Meminimalisir penggunaan sumber daya alam.
  • Menciptakan area kerja yang aman dan nyaman.
  • Menciptakan area kerja yang bersih.

Melakukan pendataan spare part mesin adalah untuk mengetahui jumlah dan jenis spare part yang di gunakan dan di butuhkan oleh mesin produksi.

Hal ini bertujuan untuk :

  • Mengantisipasi adanya stock spare part yang tersedia di gudang persediaan.
  • Untuk menghindari tidak adanya stock spare part pada saat ada trouble urgent yang membutuhkan spare part.
  • Untuk menjaga minimal stock spare part di gudang.
  • Untuk melakukan order pengadaan spare part.

Adapun yang di lakukan pada saat melakukan check spare part pada mesin adalah meliputi :

  • Nama part.
  • Tipe part.
  • Marker part
  • Jumlah part yang di pakai.

Setelah melakukan pendataan part yang ada di mesin, kemudian pastikan bahwa part tersebut mempunyai stock spare di gudang minimal 1 atau 2 barang sehingga di saat part yang di mesin mengalami trouble dan mengharuskan untuk di ganti, maka secara otomatis kita bisa segera menggantinya dan kondisi mesin kembali aman dan bisa berproduksi kembali.

Bayangkan apabila part yang di mesin rusak dan tidak bisa di perbaiki dan harus ganti part baru namun kita tidak ada atau tidak punya spare di gudang..?? Hal ini pasti akan membuat mesin produksi kita stop total dan menunggu lama.

Apabila di gudang kita tidak ada stock spare part, maka segera order untuk pengadaan part sebelum adanya trouble part yang ada di mesin.

Demikianlah Uraian singkat tentang tugas dan tanggung jawab dari seorang teknisi mekanik di sebuah pabrik industri atau perusahaan.

Baca juga macam – macam teknisi , teknisi elektrik di pabrik industri.

Baca juga Artikel Jenis – jenis Alat Pelindung Diri di pabrik industri.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.